Selamat datang, selamat bergabung di blog ini. || Semoga bermanfaat..... ||
Tampilkan postingan dengan label Mioma Uteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mioma Uteri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Maret 2010

Mioma Uteri (Tumor Jinak di Rahim)

Mioma uteri adalah tumor/benjolan padat seperti 'daging/pentol bakso' yang tumbuh di rahim. Tumor atau benjolan ini bersifat jinak bukan ganas, namun pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh hormon wanita yaitu estrogen maupun progesteron. Oleh karenanya tumor ini tumbuh dan berkembang pada wanita usia reproduksi tetapi tumor ini akan terhambat pertumbuhannya atau bahkan dapat mengecil jika wanita tersebut sudah menopause.

Gejala atau keluhan wanita dengan mioma uteri sangat bervariasi, mulai dari tidak ada keluhan hingga timbul keluhan yang dapat mengganggu aktifitasnya sehari. Jika tidak ada keluhan, wanita dengan tumor ini, terdeteksi saat periksa ke dokter dengan keluhan lain misalnya ingin punya anak atau keputihan dsb. Wanita yang mengalami hal ini, apakah perlu diambil/dioperasi mioma uterinya ???????? Hal ini menjadi 'perdebatan/kontroversi' dibidang kedokteran. Ada yang berpendapat meskipun tidak ada keluhan, miomanya harus diambil karena kalau dibiarkan (terutama usia reproduksi) maka mioma uteri akan membesar, sedangkan pendapat yang lain, untuk apa dilakukan operasi jika tidak ada keluhan, cukup dilakukan monitoring saja pada wanita tersebut apalagi jika wanita itu usianya mendekatai menopause. Toh pada menopause miomanya akan mengecil sendirinya.
Namun disepakati bersama oleh para ahli dokter ginekologi bahwa jika mioma uteri tersebut mengganggu kesuburan seorang wanita (krn mioma uterinya berada di rongga rahim misalnya) maka mioma tersebut harus diambil/dioperasi. Sehingga menurut pendapat saya, penanganan mioma pada wanita yang tanpa keluhan, perlu diskusi bersama antara dokter, pasien & suami/keluarga pasien untuk mengambil keputusan yang terbaik buat pasien/wanita tersebut.
Sedangkan mioma yang disertai keluhan dapat berupa benjolan di perut bagian bawah, nyeri saat haid ataupun diluar haid, gangguan BAK atau BAB dan adanya gangguan haid. Nah, wanita dengan keluhan-keluhan seperti ini sebaiknya dilakukan operasi/pengambilan mioma uteri.

Pengobatan/terapi, pilihan terapi pada wanita dengan mioma uteri ini ada 2 (dua) macam yaitu; yang pertama adalah Non Operatif terapi hanya dengan monitoring/kontrol/check up rutin untuk melihat perkembangan miomanya apakah ukurannya tetap atau bertambah besar. Obat-obatan untuk mioma hingga saat ini tidak ada yang 100% efektif menyembuhkan/menghilangkan mioma uteri (baik obat minum ataupun obat suntik). Jika obat-obatan tersebut dihentikan maka miomanya akan tumbuh besar lagi atau keluhannya muncul lagi.
Yang kedua adalah Operatif yaitu melakukan tindakan pembedahan atau pengambilan mioma dengan cara dioperasi. Terapi ini sangat dianjurkan kepada wanita-wanita dengan mioma uteri yang telah terdapat keluhan/gejala. Tindakan operasi/pembedahan pada mioma uteri ini dapat dilakukan dengan 2 macam pendekatan yaitu pertama pendekatan pembedahan konservatif (hanya mengambil miomanya saja disebut dengan miomektomi), yang kedua pembedahan radikal (tidak hanya mengambil miomanya saja tetapi mengangkat rahim sekaligus disebut dengan histerektomi) masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri.
Miomektomi, mempunyai keuntungan yaitu pada wanita tersebut masih bisa haid setelah dilakukan operasi dan masih mempunyai kemungkinan bisa hamil karena rahimnya tidak diambil/diangkat. Sehingga tindakan ini dilakukan pada wanita-wanita yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksi/ingin punya anak lagi. Kerugian tindakan ini adalah ada kemungkinan wanita tersebut dapat terkena mioma uteri lagi di kemudian hari/pasca operasi karena rahim/uterusnya masih ada apalagi wanita tersebut masih usia reproduksi belum menopause.
Histerektomi atau angkat kandungan, mempunyai keuntungan bahwa wanita tersebut tidak akan terkena/menderita mioma uteri lagi dimasa yang akan datang/pasca operasi karena rahimnya juga sudah diangkat. Kerugiannya, wanita yang menjalani histerektomi ini tidak akan haid dan tidak akan bisa hamil lagi pasca operasi. Sehingga tindakan ini dilakukan pada wanita-wanita yang sudah punya anak cukup dan tidak ingin punya anak lagi.

Saat ini tindakan pembedahan mioma uteri, baik miomektomi ataupun histerektomi, dapat dilakukan dengan cara pembedahan invasif minimal ('minimal invasive surgery') atau nama lainnya dengan tindakan LAPAROSKOPI sehingga pasien-pasien dengan mioma uteri dapat cepat sembuh/'recovery' pasca operasinya, lama dirawat di RS lebih pendek, rasa nyeri pasca operasi lebih rendah tingkat nyerinya dibandingkan laparotomi/operasi konvensional dan secara kosmetik lebih baik. LAPAROSKOPI dapat dilakukan baik untuk miomektomi disebut dengan LAPAROSKOPI MIOMEKTOMI ataupun untuk histerektomi/angkat kandungan yang disebut dengan LAPAROSKOPI HISTEREKTOMI. Di Surabaya tindakan kedua laparoskopi tersebut sudah dapat dilakukan.