Selamat datang, selamat bergabung di blog ini. || Semoga bermanfaat..... ||

Minggu, 28 Februari 2010

LAPAROSKOPI GINEKOLOGI

LAPAROSKOPI GINEKOLOGI adalah suatu tindakan pembedahan invasif minimal dibidang ginekologi/penyakit kandungan (minimal invasive surgery) yaitu dengan melakukan pembedahan hanya melalui suatu irisan kecil (1/2-1cm) di dinding perut (spt lubang). Biasanya lubang yang dibuat di dinding perut berjumlah 3-4 lubang. Melalui lubang ini dimasukan alat-alat seperti teleskop/lensa yang dihubungkan dengan kamera kemudian disambungkan ke monitor TV sehingga dokter/operator melihat isi rongga perut wanita / organ kandungan wanita melalui monitor TV tersebut. Kemudian lubang-lubang lainnya tempat memasukan peralatan bedah seperti gunting, penjepit jaringan, pemegang jarum (needle holder) dsb. Sehingga dengan operasi laparoskopi ini, seorang pasien dinding perutnya tidak di'belah' seperti operasi laparotomi/konvensional sebelumnya.
KEUNTUNGAN: dengan operasi laparoskopi ini, perawatan di rumah sakit lebih singkat karena masa penyembuhan operasi ini (recovery period) lebih cepat bahkan untuk kasus-kasus tertentu pasien tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi dapat pulang langsung setelah tindakan laparoskopi dikerjakan. Selain itu dengan operasi laparoskopi ini, dalam 2minggu pasca tindakan pasien sudah bisa beraktifitas seperti sebelum operasi hal ini berbeda jika pasien dilakukan pembedahan laparotomi/konvensional yang masa penyembuhannya lebih lama bahkan minimal 6minggu pasca operasi lapartomi pasien baru bisa beraktifitas seperti semula. Hal ini operasi laparoskopi merupakan operasi pilihan bagi wanita karier yang harus cepat sembuh untuk kembali berkarier.
Keuntungan lainnya adalah rasa nyeri pasca operasi lebih sedikit dibandingkan laparotomi. Yang penting lagi perlekatan yang ditimbulkan akibat operasi laparoskopi lebih sedikit/minimal dibandingkan laparotomi. Hal ini penting bagi wanita-wanita yang belum pernah hamil/belum punya anak. Maka operasi laparotomi lebih menyebabkan gangguan kesuburan dibandingkan laparoskopi.
KERUGIAN: biaya yang dibutuhkan untuk operasi ini relatif lebih mahal karena operasi ini memerlukan peralatan-peralatan yang canggih seperti sistim kamera, sistim lampu dsb. Selain itu operasi laparoskopi ini relatif lebih lama dibandingkan laparotomi tetapi jika dilakukan oleh seorang operator laparoskopi yang terlatih dan terampil maka lama operasi tidak berbeda jauh dengan laparotomi.

312 komentar:

  1. Silakan jika ada pertanyaan yang ingin diajukan, jika ada yang belum dimengerti oleh para pembaca isi blog ini...Trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  2. arini riastri22 Maret 2011 10.03

    Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  32. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  38. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  39. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  42. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  43. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  44. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  45. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  47. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  48. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  50. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  51. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  52. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  53. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  54. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  55. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  56. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  57. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  58. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  59. Makasih dok atas saranny...tuba buntu itu krn dari sanany(gawan bayi) ato krn peradangan ya dok? Krn diagnosa kmrn selain buntu, tuba kiri ada radang dok? Skali lg makasih ya dokter atas saranny..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyebab pembuntuan saluran tuba tersebut ada 2 penyebab yg terbanyak, yg pertama karena infeksi dimana dulu pernah terkena infeksi kandungan kmd sembuh dan akhirnya menyebabkan kebuntuan tuba. Yang kedua penyebabnya karena endometriosis. Kedua penyebab tsb baru kelihatan pada saat laparoskopi. Demikian jawaban dari saya

      Hapus
  60. Salam kenal dr. Relly...
    Usia saya 36th, pernah HSG 4th yg lalu dengan hasil sbb:
    - Inspeculo: stlh dibersihkan keluar sisa darah haid bercampur lendir kental menutup portio uteri
    - Cavum uteri: besar wajar, retro flexi, dextro positio, tidak ada filling defect/pendesakan
    -Kedua tuba fallopii terisi kontras dgn baik. Sisi kanan terdapat spillage ke cavum peritoneal, akan tetapi sisi kiri tdk ada.

    Usia suami 39th, analisa sperma 4th yg lalu hasilnya: jumlah sperma sedikit sekali dan bentuknya tidak normal.

    Dengan informasi di atas, menurut dokter apakah kami bisa ikut program BT untuk bisa hamil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga bu.....
      Pada prinsipnya untuk proses bayi tabung (BT) tidak butuh ratusan, ribuan atau bahkan jutaan sperma. Meskipun spermanya < 1juta/ml masih bisa dilakukan BT.
      Sehingga berdasarkan informasi yang ibu berikan, maka ibu dan suami masih bisa mengikuti program BT.
      Demikian yg dapat saya sampaikan.

      Hapus
  61. Terima kasih banyak dokter atas jawabannya.
    Semoga bisa segera terlaksana untuk mengikuti program BT.
    Nantinya sperma dan sel telur hanya dipertemukan atau sperma langsung ditembuskan ke sel telur dok?
    Apakah kami bisa langsung mengikuti program BT atau harus melalui pemeriksaan lagi? Kira-kira berapa biaya yg perlu dipersiapkan untuk program BT untuk usia seperti kami?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika spermanya sedikit maka proses fertilisasi (bertemunya sperma dan sel telur) dilakukan dgn cara di'injeksi'kan langsung spermanya ke sel telur atau istilahnya ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection).
      Setiap pasangan yang akan melakukan BT akan kita lakukan pemeriksaan2 baik thd isterinya maupun suaminya.
      Untuk biaya proses BT untuk usia isteri 35-40th kira-kira sekitar 40-50jutaan bu.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  62. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi bu Ria....
      Untuk bisa hamil secara normal, ada 4 faktor yang harus dibutuhkan yaitu,1.Sperma yg normal, 2.Rahim yg normal, 3.Telur yg normal dan 4.Saluran tuba yg normal. Jika salah satu dari ke-4 faktor tersebut bermasalah makan akan sulit untuk bisa hamil secara normal.
      Pada masalah anda, ada 2 faktor yang bermasalah (yg saya analisa dari tulisan anda di atas) yaitu saluran tuba (dr HSG 10 th yll) ada masalah yaitu ada pembuntuan di salah satu tubanya. Kedua, masalah haid yg tidak teratur. Haid yg tidak teratur ini bisa karena ada masalah di telur ibu (indung telur ada kistanya?) atau krn ada masalah di rahim ibu. Untuk membedakan kedua masalah tsb (telur atau rahim) perlu bbrp pemeriksaan a.l dengan pemeriksaan histeroskopi (utk melihat rongga dalam rahim), pemeriksaan USG vagina dan darah (utk melihat cadangan telur yg masih ada).
      Jadi sepertinya masalah anda ini cukup kompleks, sehingga saran saya untuk memeriksa lebih jauh apakah anda bisa hamil secara normal (tanpa bayi tabung) adalah harus dilakukan pemeriksaan histeroskopi, laparoskopi, dan pemeriksaan darah (AMH-anti mullerian hormone). Jika hasil dari pemeriksaan tersebut normal/tidak ada masalah maka anda masih bisa hamil secara normal TETAPI juga harus diingat bagaimana kondisi sperma suami anda, apakah juga normal ? Klo sperma suami anda juga tidak normal maka sama aja anda berdua (sepasang suami isteri) akan sulit untuk hamil secara normal.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  63. Dokter, apakah penyumbatan dan pembuntuan itu sama? atau lebih "parah" mana diantara keduanya. Dulu pernah dilakukan hidrotubasi 1x dan diatermi 10x, ternyata dari hasil pemeriksaan sekarang terlihat tidak ada perubahan. Apakah kista 3cm itu termasuk ukuran besar dan mengakibatkan dapat "diangkat" ovariumnya? Terimakasih banyak atas jawabannya dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyumbatan dan pembuntuan itu merupakah hal yang sama, tidak perbedaan derajat ke'parah'an antara keduanya.jika memang ada penyumbatan berarti ada pembuntuan pada saluran tubanya.
      Uk.kista 3cm tersebut tidak terlalu besar dan tidak harus dilakukan pengangkatan ovariumnya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    2. selamat siang dr relly
      saya rina yang dari gresik kemaren
      dok, saya kapan bisa laparoskopi nya?
      saya tadi pagi sudha telpon ke husada utama tapi sampai sekarang belum ada jawaban waktunya.
      apa bisa tanggal 24 januari besuk ya dok???
      terimakasih...

      Hapus
    3. Klo tanggal 24 Januari minggu depan, pas hari libur bu Rina. Jadi kayaknya nggak bisa dikerjakan laparoskopinya di hari libur tersebut kecuali darurat/'emergency'

      Hapus
  64. Terima kasih banyak atas penjelasannya dokter. Semoga Allah membalas kebaikan anda ^_^

    BalasHapus
  65. Yth. Dr. Relly,

    Dok, nama saya linda usia 29 thn dan sudah menikah 1thn 8bln sampai saat ini saya blm hamil. Siklus haid saya tiap bln berubah2 berkisar 25-28 hari, dan terakhir di bln jan ini 25 hari dan hanya 2 hari saja haidnya. Sejak menikah saya dan suami sudah mengikuti progmil, mengingat saya diusia 20 thn pernah didiagnosa kista di ovarium sblh kanan lalu sy terapi obat dan alhamdulillah kistanya hilang. Lalu setelah menikah, sy di usg kembali dgn dokter yg sama ternyata kistanya muncul kembali lalu sy terapi obat kembali namun terakhir kontrol karena blm hamil jg lalu dokternya menyarankan untuk LO. Karena sy takut lalu sy mencari 2nd opinion ke prof Anwar (klinik permata hati sarjiti), ternyata hsl usg transv tidak ada apa2 di organ reproduksi sy malah prof anwar mengatakan sel telur saya luar biasa bagusnya....pada saat itu hati saya lega sekali. namun karena kondisi suami pindah kerja ke jkt dgn terpaksa saya tidak kontrol kembali ke prof anwar. Oya, suami jg sudah tes sperma hasilnya kualitas sperma suami kurang bagus tapi kuantitasnya cukup banyak.

    Setelah selang hampir 1 thn saya memutuskan kembali kontrol dgn dokter di jkt. Hasil usg perut sama dgn hasil dokter pertama saya, ada sesuatu yg mmg terlihat di sebelah kanan..katanya terkadang ini muncul terkadang jg tidak, untuk memastikannya apakah ini bermslh di tuba fallopi atau ovariumnya saya diminta untuk HSG. Pertanyaan saya dok :
    1. bagaimana akurasi usg perut dgn usg transv? karena menunjukkan hsl yg berbeda
    2. dgn kondisi spt ini, apakah sebaiknya melakukan HSG atau LO? Mana yg lbh baik dalam mempengaruhi kesuburan saya?
    3. Jika melakukan HSG kemungkinan untuk hamil brp persen? jika dgn LO brp persen dan setelah tindakan msg2 tersebut harus menunggu brp lama untuk siap progmil kembali?.

    Mohon penjelasannya dok, karena saat ini saya sedang bingung untuk memutuskan apa yang harus dilakukan mengingat usia saya menjelang 30 thn.
    Terimakasih atas perhatiannya dan semoga dr. Relly selalu mendapat berkah dari Tuhan YME. Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat bu Linda di Jkt....
      1. Untuk mendeteksi adanya kista yang tidak besar (<10cm) maka lebih akurat dengan pemeriksaan USG trans/melalui vagina dibandingkan dgn USG melalui abdomen/perut.
      2. Dibandingkan dengan HSG, maka pemeriksaan Laparoskopi (LO) jauh lebih baik karena HSG hanya bisa mengetahui apakah saluran tuba nya buntu atau tidak, sedangkan pemeriksaan LO bisa mengetahui keadaan2 lain (selain menegetahui saluran tuba buntu atau tidak) spt adanya endometriosis / tidak, adanya perlekatan /tidak dimana keadaan2 ini sangat mempengaruhi kesuburan seorang wanita. Selain itu HSG hanya sebagai alat diagnostik saja, sedangkan LO selain diagnostik juga bisa sebagai alat terapi/koreksi/pengambilan kista/miom/endometriosis ataupun perlketan. Jadi dgn LO jika ditemukan kelainan, lgs saat itu juga dilakukan tindakan tuk memperbaiki organ reproduksi wanita sedangkan HSG tidak bisa.
      3. HSG merupakan alat diagnostik bukan pengobatan kesuburan, shg HSG tidak bisa mempridiksi berapa prosentasi keberhasilan kehamilan seorang wanita, demikian juga dgn LO. Berbeda jika tindakan inseminasi atau bayi tabung, baru bisa mempridiksi keberhasilan suatu kehamilan.
      Demikian yg dpt saya sampaikan

      Hapus
  66. halo dok,
    saya kemarin HSG dan hasilnya hidrosalping bilateral sy kagetnya minta ampun dok . krn setahu saya itu pnyumbatan kdua saluran tuba . apkah msh ada peluang sy utk hamil dok ? apa saya bs hamil hnya dg bayi tabung dok ? mhon ptunjuknyaa

    BalasHapus
  67. halo dok
    saya kemarin HSG dan hasilnya hidrosalping bilateral , saya kaget setengah mati dok krna setau saya itu penumbatan kedua saluran tuba .yg saya tanyakan apakah saya msh punya pluang utk hamil dok ?? apa harapan sya hanya dgn bayi tabung dok ? terimakasih sblumnya dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga bu Thaa Rizal....
      Pemeriksaan HSG tingkat akurasinya tidak 100%, bisa saja hasil HSG tersebut. Untuk mengkonfirmasi hasil HSG tersebut benar atau tidak adanya hidrosalping dan pembutuan tuba maka perlu dilakukan pemeriksaan laparoskopi.
      Jika hasil laparoskopinya nanti tidak buntu maka anda masih bisa hamil tanpa harus bayi tabung tetapi sebaliknya jika hasil laparoskopi tubanya buntu maka tidak ada pilihan lain harus bayi tabung untuk bisa hamil
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  68. Dear dr. Relly.

    Dok saya Dita usia 26 tahun. Menikah 1 Tahun 4 Bulan. 6 bulan menikah blm juga hamil saya cek ke dokter ternyata setelah usg TransV diketahui bahwa saya PCO (Memang dr SMA Mens tidak teratur). Start Februari 2012 ke dokter pertama, setelah divonis PCO dikasih terapi terdiri dari,Lutenyl,cyclo proginova dan Profertil. setelah kurang lebih 6 bulan diterapi tdk ada perubahan akhirnya disarankan LO. Langsung mundur teratur begitu disarankan LO. stop ke dokter kira kira 3 bulan, tapi memulai hidup sehat dan olah raga setiap hari. Setelah itu mulai ke dokter lagi tapi kali ini dengan dokter yang berbeda untuk sekaligus cari second opinion, di usg Transv keadaan ovarium masih PCO,dokter ke 2 juga menyarankan LO namun beliau mau coba untuk terapi metformin selama 3 bulan sambil observasi PCO saya apabila tidak berhasil memang disarankan LO. bulan depan adalah bulan ke 3 saya terapi metformin artinya bulan penentuan untuk pada akhirnya LO atau tidak. Maka itu saya perlu sekali bantuan informasi dari dr. Relly tekait :

    1) Apakah Laparoskopi masuk kategori operasi kecil, ringan atau besar?? (Mengingat saya menggunakan asuransi dan budget untuk operasi kecil hanya 5 juta, sedang 16 juta dan besar 27 juta) jika LO masuk kategori operasi besar saya akan lega sekali karena artinya asuransi dapat mengcover kebutuhan laparoskopi yang akan saya jalani

    2) obat2an apa saja yang saya butuhkan Pra dan Pasca LO? apakah tapros dibutuhkan setelah laparoskopi pada penderita PCO? saya ingin melakukan perencanaan keuangan maka saya ingin tau obat2 apa saya yang dibutuhkan.

    3) apakah dengan LO akan menjadi solusi untuk PCO yang saya alami atau seiring berjalannya waktu PCO akan kembali seperti semula?

    Terimakasih Sebelumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Dita....
      1. Klo menurut saya laparoskopi ovarian drilling termasuk operasi sedang. Namun tiap asuransi punya klausul kriteria/aturan sendiri ttg penggolongan operasi / pembedahan. Untuk memastikan LOD termasuk golongan apa, silakan tanyakan ke Agent Asuransi yang anda ikuti.
      2. Pasca LOD (laparoskopi ovarian drilling), ditunggu sekitar 6-12 bulan apakah terjadi kehamilan/tidak setelah itu. Jika dlm 1 thn (max) pasca LOD tidak terjadi kehamilan maka dilakukan stimulasi dengan suntikan obat2 penyubur. Suntikan obat2an penyubur ini relatif lebih mahal drpd profertil, dan suntikan obat penyubur ini disuntikan setiap hari atau beberapa kali suntikan tergantung respon pasien PCOS itu sendiri.
      3. LOD merupakan salah satu solusi untuk PCOS, tujuan pengobatan PCOS adalah terjadinya kehamilan, jika telah terjadi kehamilan dan melahirkan maka PCOS ini bisa kambuh lagi karena PCOS ini termasuk penyakit kronis.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  69. saya Dhanik 29 th, tahun ini tahun ke 4 pernikahan. belum pernah hamil. pernah HSG tahun 2011 dan hasilnya tuba kanan ada perlekatan dan tuba kiri hidrosalping. dokter kandungan menyarankan saya utk laparaskopi. ada teman yang menyarankan untuk hidrotubasi dan terapy (yg perutnya dihangatin itu lho dok)pertanyaan saya apa saya harus coba hidrotubasi dan terapi dulu?atau langsung laparoskopi aja? dab berapa biaya laparaskopi di graha amerta ya dok?
    terimakasih banyak

    BalasHapus
  70. saya Dhanik 29 th, tahun ini tahun ke 4 pernikahan. belum pernah hamil. pernah HSG tahun 2011 dan hasilnya tuba kanan ada perlekatan dan tuba kiri hidrosalping. dokter kandungan menyarankan saya utk laparaskopi. ada teman yang menyarankan untuk hidrotubasi dan terapy (yg perutnya dihangatin itu lho dok)pertanyaan saya apa saya harus coba hidrotubasi dan terapi dulu?atau langsung laparoskopi aja? dab berapa biaya laparaskopi di graha amerta ya dok?
    terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Dhanik....
      Mengingat anda sudah menikah lebih dari 3 tahun dan sampai sekarang belum juga hamil....maka saya lebih menyarankan dilakukan laparoskopi diagnostik segera untuk memastikan kondisi organ kandungan anda terutama saluran tubanya apakah memang betul2 buntu atau tidak. Sehingga klo mmg betul2 keadaaan tuba anda rusak parah maka solusinya untuk bisa hamil harus bayi tabung. Setelah laparoskopi ini arah usaha untuk hamil lebih jelas tanpa harus 'mencoba2' atau 'meraba2' lagi metode apa yang bisa terjadi kehamilan pada diri anda salah satunya dgn mtode hidrotubasi dan terapi sinar spt teman anda sarankan.
      Biaya laparoskopi diagnostik di Graha amerta berkisar antara 5-6 juta-an.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  71. Salam dok,
    Saya Nana di Bandung, usia 37 belum nikah. Saya ada kista ovarium ukuran 22,9 x 19,2 x 8,4 cm. Apa masih bisa dibuang dg Laparoskopi? Kondisi bagaimana jika kista sudah tdk bisa dibuang dg Laparoskopi?
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Nana...
      Silakan dilihat di'beranda' ttg Kista ovarium di blog saya ini mengenai jawaban saya terhadap pertanyaan anda. Tks

      Hapus
  72. Aslm wr wb. dr.Relly. yang baik hati....
    Saya kagum sekali, ada dokter spt dokter Relly yang berbaik hati menjawab semua pertanyaan di blog ini. Smg Allah SWT melmpahkan pahala yg berlimpah atas kebaikannya.
    Saya Ina, usia 21 thn. Sdh menikah 4 bulan. Sebelum menikah, kalo mau haid, sakit perut bag bawah. 1 thn sblm menikah, sempat tdk sakit ktika mau haid. Stlh 2 bulan menikah, sakit itu terasa lagi dan bahkan bertambah sakitnya. Haid sebelumnya sempat hanya 2 hari, kemudian tdk berapa lama haid lagi dan sakit haidnya. Haid yg terbaru ini hingga 15 hari lamanya. Pertanyaannya: Apakah saya ini mengalami endometriosis? Sudah melakukan usg vagina, dan tdk ada kista. Dokter mengatakan mungkin saya terkena virus. Saat ini saya minum obat spasminal utk meredakan sakitnya. Bolehkah saya minum spasminal? Mhn penjelasan dari dokter atas pertanyaan2 saya. Apa yg harus saya lakukan berikutnya?
    Terimakasih banyak atas jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam wr.wb....mbak Ina yang baik.
      Terima kasih atas doanya ya....amiinnn ya rabbalamin...

      Saran saya buat mbak Ina adalah lakukan laparoskopi diagnostik untuk mencari penyebab nyeri haidnya, sebab nyeri haid karena endometriosis hanya bisa ditegakkan diagnosisnya hanya dengan melalui laparoskopi diagnostik.
      Jika memang betul ada endometriosis pada saat laparoskopi diagnostik maka saat bersamaan (saat itu juga) dilakukan eksisi/pengangkatan/pembersihan endometriosisnya agar nyeri haidnya berkurang/hilang dan perlu pengobatan secepatnya terhadap endometriosis pasca laparoskopi.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks.

      Hapus
  73. Selamat pagi dr. Relly yang baik,

    Saya Denok, pasien dokter Relly yang beberapa hari yang lalu periksa ke Klinik Fertilitas Graha Amerta.
    Saya punya riwayat keguguran kehamilan pada tahun 2009, 6 bulan kemudian saya hamil lagi namun ektopik sehingga tuba kanan saya harus dipotong.
    Saran dari dokter Relly, agar suami tes sperma kemudian saya melakukan laparaskopi.
    Hasil tes sperma suami adalah oligoteratozoospermia dengan konsentrasi 9.95% per ml.
    Yang saya ingin tanyakan :
    1. Masih bisakah saya melakukan laparaskopi untuk kemudian inseminasi dengan kondisi sperma suami yang seperti itu?
    2. Apakah biaya laparaskopi dengan hanya 1 tuba sama dengan laparaskopi untuk kondisi tuba yang masih lengkap?

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat ketemu lagi ibu...
      1. Jika konsentrasi sperma suami anda <10juta/ml maka kemungkinan hamil secara alamiah maupun inseminasi sangat kecil sekitar 1-3%. Sehingga jika sperma spt itu lebih baik ikut program bayi tabung. Ttp kondisi sperma anda bisa aja berubah, untuk lebih meyakinkan lagi, cek sperma ulangan selang 1 bulan dan jika hasilnya (hingga 3X pemeriksaan) tetap sperma konsentrasinya <10jut/ml maka tidak ada pilihan lain selain ikut program bayi tabung.
      2.Biaya laparoskopi tidak melihat apakah ada 1 tuba atau masih lengkap 2 tuba. Biaya sama, demikian yg dapat saya sampaikan. Tks
      Semoga bermanfaat....

      Hapus
  74. Selamat sore dokter sy Linda 31 thn (karyawati) belum menikah ,kalau haid selalu nyeri dan menurut dokter saya menderita endometriosis ± 5 cm (usg perut) dokter tsb menjelaskan bisa dioprasi tanpa harus mengangkat rahim saya setelah membaca blog ini saya berniat untuk mengatasi rasa sakit sy yg selalu menghalangi aktifitas sy dokter , yg ingin saya tanyakan sebaiknya di laparoskopi atau operasi besar dan kira2 biayanya dari kedua tindakan itu berapa ? Untung/ruginya apa mengingat sy belum menikah ? Trimakasih atas penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Mbak Linda,
      Mengenai keuntungan dan kerugian laparoskopi anda bisa lihat artikel yang saya tulis di atas ini. Sedangkan jk laparotomi/operasi besar spt operasi sesar maka kerugiannya adalah lebih nyeri, penyembuhan/recovery nya lebih lama dan menyebabkan perlengkatan pasca operasi lebih banyak terjadi dibandingkan lapaaroskopi. Padahal perlengketan tsb akan mempengaruhi tingkat kesuburan seorang wanita. Keuntungan laparotomi/operasi besar adalah lebih murah dibandingkan laparoskopi.
      Saya sendiri lebih menyarankan kista endometriosis yang anda alami lebih baik dilakukan laparoskopi drpd laparotomi/operasi besar (spt operasi sesar) karena anda belum menikah dan belum punya anak sehingga fungsi reproduksi anda yg optimal sangat dibutuhkan jika anda menikah nanti.
      Biaya laparoskopi pengambilan kisata endometriosis plg murah sekitar 16jutaan++ (sgt tgt RS mana anda dilakukan laparoskopi) sedangkan laparotomi mungkin sekitar 5-6 juta++ (biaya yg termurah, dan juga sangat tgt RS mana anda dilakukan laparotomi).
      Demikian yg dapaat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  75. Ass Wr wb.. Nama saya Sabrina (26),menikah 3 thn.sy termasuk pasien di klinik infertilitas graha amerta. Sdh HSG hsilnya hidrosalping kiri,tp kmrn usg trans v hsilnya g ada hidrosalping. skrg konsumsi difthen 5 hari untuk dilakukan proses insem klu sel telurnya ada yg besar. slma menikah blum pernah hmil dok.Pertanyaan saya apakah ASA (anti sperm antibody) g perlu diperiksa? kemudian perlukah laraskopi? Mengingat usg n usg trans g ada kista dan slama haid sy normal tratur tanpa keluhan.terimakasih Dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam Mbak Sabrina,
      Untuk pemeriksaan ASA untuk saat ini tidak perlu dilakukan tetapi yang penting adalah melihat kondisi saluran tuba anda apakah masih baik atau tidak.
      Untuk melihat kondisi saluran tuba saat ini adalah dengan melalui laparoskopi, sedangkan pemeriksaan HSG untuk melihat saluran tuba tidak begitu akurat...akurasi HSG untuk mengetahui kondisi saluran tuba beriksar 60-70%. HSG tidak tampak adanya perlengketan saluran tuba atau tidak (sedangkan laparoskopi bisa melihat adanya perlengkatan) padahal perlengketan pada saluran tuba sangat mempengaruhi keberhasilan terjadinya kehamilan atau tidak.
      Jadi menurut saya laparoskopi masih sangat diperlukan seandainya jika proses insem-nya tidak berhasil.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  76. Malam dok.
    Sya Diah usia 27 thn. Sdh menikah 3 thn lbh dan blm dikaruniai anak. Tpi dlu prnh hml cma skali dan dikiret. Bln agustus 2012 lalu didiagnosa dokter ada kista coklat stadium 3 diindung telur kanan dan kiri msg2 sktr 2 cm lebih. Dokter blg hrus laparoskopi dan stlh itu lgs BT dgn alasan indung telurnya terluka shg sel telurnya tinggal sdkt. Krna alasan biaya sya blm siap laparoskopi apalgi BT. Krna itu sya cri second opinion, hslnya sama hanya dokter yg ke2 ini tdk lgs menyarankan operasi. krna saat itu sdg haid dokter blg dibri obat hormon. 2 mggu stlh obat hbs sya priksa lgi. trnyata ukuran kistanya bertmbh shg mnjadi msg2 sktr 3 cman lbh. Trakhir priksa akhir maret lalu didokter yg berbeda lgi ukuran kistanya brubah tpi tdk signifikan. Dokter yg trakhir ini menyarankan sya hamil, tpi klo hamil sbaiknya kistanya diambil dlu. tpi krna sya blm siap operasi dokter akhirnya menyarankan hamil dan dibri vioxy sja. 6 bln lgi klo blm hml disrh dtg lgi.
    Yang ingin sya tanyakan kedokter, dgn kondisi sya sprti ini apakah msh bsa hml scara alami. hasil tes sperma suami sya sktr 8 bln lalu dinyatakan astenozosperma klo ga slh dok.
    Yg ke2. apakah sya hrus secptnya dilaparoskopi, smntara dilain phk sya dan kluarga sgt berkeberatan dgn biayanya. sebaiknya apa yg sya lakukan dok.mohon saran dri dokter.
    sya sgt menunggu balasan dri dokter dan terima ksh sblmnya dok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga....mbak Diah,
      Memang kista coklat atau kista endometriosis sangat mempengaruhi seorang wanita untuk bisa hamil, artinya kista coklat tersebut dpt mengganggu kesuburan seorang wanita. Tetapi sekitar 10-15% wanita dgn kista coklat bisa saja terjadi kehamilan.....namun apakah anda termasuk yang 10-15% tersebut, itu yang belum bisa diketahui sampai sekarang.
      Tetapi klo dilihat dari probabilitas/kemungkinan bhwa 85-90% wanita dgn kista endometriosis akan terjadi gangguan kesuburan, maka jelas probabilitas antara bisa hamil atau tidak, maka wanita dgn kista endometriosis kemungkinan besar sulit hamil.
      Jadi menurut saya kista endometriosis yang ada pada diri anda harus 'dibersih'kan dulu dengan laparoskopi, tetapi apakah setelah laparoskopi harus bayi tabung atau tidak ? sangat tergantung dari hasil laparoskopinya. Jika hasil laparoskopinya kondisi saluran tuba, indung telur dan rahim masih bisa memungkinkan untuk kehamilan normal, maka anda tidak perlu harus BT.
      Yang kedua, sebaiknya secepatnya dilakukan laparoskopi jika tidak kistanya akan tambah besar dan jika tambah besar kistanya akan memperburuk keadaan untuk bisa hamil (secara normal atau BT) untuk masa y.a.d.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  77. Terima kasih atas jwbnnya dok. maaf bertnya lgi, yg dimksd masa y.a.d itu apa dok?. sya krg mengerti.
    yg ke2. apakah kista atau kelebihan berat bdn yg dpt mempengaruhi siklus haid menjadi tdk teratur dok?
    Diah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Diah....
      Maksud saya y.a.d itu singkatan.."yang akan datan", artinya jika kista endometriosis tsb dibiarkan membesar maka untuk masa / waktu yg akan datang akan menambah parah keadaan untuk kemungkinan bisa hamil....atau dgn kata lain, akan semakin sulit untuk punya anak jk kistanya tambah membesar.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  78. selamat siang, dok. saya icha, umur 33th, menikah 1 tahun dan belum hamil. akhir maret lalu saya menjalani laparoskopi untuk mengangkat kista endometriosis di ovarium kanan uk 8cm dan ovarium kiri kecil2 banyak. puji syukur kista sudah berhasil diangkat, saluran telur dan rahim dalam kondisi baik, hasil lab kista tergolong jinak. setelah LO saya disarankan untuk suntik tapros pd saat mens nanti. saya ingin sekali hamil dan saya ingin sedapat mungkin terhindar dr kista lagi.
    yg ingin saya tanyakan :
    1. langkah2 apa saja yg sebaiknya saya ambil?
    2. apa saya tetap mengalami ovulasi selama masa suntikan tapros?
    3. saya pernah sakit hepatitis A pd th 2003, bgmn pengaruh thd suntikan tapros thd saya yg punya riwayat sakit hepatitis A? 4. apakah ada tes-tes yg perlu saya lakukan?
    5. seperti apakah kondisi ovarium pasca operasi? saya penasaran, dok. kista endometriosis itu ada di dlm ovarium ya dok? jk di dlm ovarium lalu kl kistanya dikeluarkan,berarti ovariumnya dikoyakkan? lalu bgmn dokter dan memperbaiki kembali ovarium pasca operasi dan apa yg tjd dg isi ovarium
    atas perhatian dokter, saya sangat berterima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Icha....
      1. Memang kista endometriosis merupakan suatu penyakit yg mudah kambuh meskipun sudah dilakukan operasi pengangkatan kistanya. Untuk mencegah/mengurangi kekambuhan tersebut maka dilakukan pengobatan pasca operasinya (spt salah satunya dgn suntikan Tapros)
      2. Selama suntikan Tapros, anda tidak mengalami ovulasi dgn kata lain selama suntikan tsb anda tidak terjadi kehamilan/ tidak subur. Baru setelah suntikan Taprosnya selesai maka akan terjadi ovulasi & haid kembali.
      3.Hepatitis A adalah penyakit liver yang prognosanya baik dan bisa sembuh 100% sehingga jk ada riwayat penyakit Hepatitis A tidak mempengaruhi suntikan Tapros nya.
      4. Jika setelah suntikan Taprosnya selesai dan kembali haidnya teratur (pasca suntikan Tapros) maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah berupa AMH (Anti Mullerian Hormone) untuk mengetahui cadangan telur yg anda punyai. Apakah cadangan telurnya masih cukup baik ataukan sudah berkurang. Karena wanita-wanita yg mengalami kista ovarium akan terjadi penurunan cadangan sel telurnya.
      5. Ovarium yang telah dilakukan pengangkatan kistanya memang betul akan terjadi robekan akibat ovariumnya dikoyak untuk mengambil kistanya. Tetapi jangang khawatir, ovarium yg dikoyak tersebut akan menunutup kembali (krn mekanisme alamiah tubuh) seperti semula namun otomatis jumlah cadangan sel telurnya akan berkurang krn ada kistanyanya tersebut atau dgn kata lain volume ovarium yg sehat akan berkurang akibat adanya kista tersebut.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfat.
      Tks

      Hapus
    2. terima kasih banyak, dokter relly. dokter baik sekali mau menjelaskan jawaban dr pertanyaan2 saya. selamat beraktivitas, dok. - dari icha

      Hapus
  79. malam dok...
    saya tari 33 th, sdh menikah 8 th blm dikaruiai anak,
    th 2008 periksa ke dokter ktnya ada penyempitan di sal telur shg ditiup 5 x, dan th 2010 insem 2x

    kmrn periksa lagi ke dokter yg lain, hsl USG vagina tdk ada masalah, sedangkan HSG hasilnya :
    - partial occlusi tuba uterina kanan, disertai mild hydrosalping
    - tuba uterina kiri nonpatent disertai mild hidrosalping
    dokter menyarankan :
    1) operasi utk me repair (jika memungkinkan utk me repair), lalu program hamil (tdk perlu BT)
    2) jika tdk mungkin utk me repair, maka sal tuba akan dipotong, lalu ikut BT

    yang ingin saya tanyakan :
    1) apakah dgn laparoskopi msh memungkinkan utk merepair kondisi saya tersebut?
    2) jika sal tuba dipotong, apakah ada efek jangka pendek/panjang bagi tubuh? kalau sel telurnya tdk bisa jalan sampai ke rahim, akan dibuang kmn? bgmn proses menstruasinya?
    3) menurut dokter, langkah apa yang sebaiknya kami lakukan? mohon pencerahannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga bu Tari,
      1. Dengan laparoskopi masih memungkinkan untuk dilakukan repair saluran tuba tetapi (baik dgn laparoskopi ataupun laparotomi) tidak menjamin setelah dilakukan repair saluran tubanya tetap akan terbuka selamanya. Ada kemungkinan dalam 1 thn pasca repair, saluran tubanya akan menutup kembali.
      2. Untuk meningkatkan keberhasilan BT, maka saluran tuba yg mengalami hidrosalphinx (pembengkakan saluran tuba) sebaiknya dipotong/diambil dulu sebelum BT. Karena cairan hidrosalphinx akan meracuni embryo yang akan ditanam pada proses BT. Efek saluran tuba yang dipotong/diambil, tidak mempengaruhi kesehatan jangka panjang ybs.
      3. Saluran tuba yang sudah dipotong/diambil TIDAK mempengaruhi siklus menstruasi karena menstruasi terjadi hanya di dalam rongga rahim, tidak didalam saluran tuba. Jd selama rahim dan indung telur/ovarium (yg menghasilkan hormon estrogen/progesteron) masih ada maka orang tsb masih tetap haid teratur meskipun saluran telurnya dipotong/diambil.
      Saran:
      Mengingat usia anda sdh 33th dan anda sudah menikah >5th serta didptkan hidrosalpinx pd saluran tuba anda, maka saran saya anda lebih baik ikut proses BT daripada melakukan repair tuba.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  80. terima kasih banyak, dokter relly. dokter baik sekali mau menjelaskan jawaban dr pertanyaan2 saya. selamat beraktivitas, dok. - dari icha

    BalasHapus
  81. Pagi dok... seminggu setelah laparascopy trus berhubungan bisa gak dok.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga Mbak Dinda,
      Pada prinsipnya selama sudah tidak sakit/nyeri lagi pasca operasi silakan melakukan ber'hubungan'. Biasanya 1mgg pasca operasi laparoskopi sudah tidak sakit lagi sehingga 1mgg pasca laparoskopi silakan melakukan 'hubungan'
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  82. Sore Dok,saya Novi...dokter praktek dmn di surabaya kah?saya tinggal di bandung,kira2 dokter siapa yaa yg recomended utk laparoskopi?
    krn sy blm menikah tapi ada kista ovarium 11cm,rencana mau nikah bulan juni.kira2 gmn yaa?ad dokter yg menyarankan segera operasi ada jg yg tdk krn akan menikah dan disarankan lgs program anak...sy jd bingung..

    BalasHapus
  83. Selamat sore juga mbak NOvi....
    Iya betul, saya praktek di Surabaya (di RS Darmo dan RS Graha Amerta Surabaya)
    Klo menurut saya kista 11cm tersebut sudah termasuk besar, sebaiknya dilakukan operasi laparoskopi untuk mengangkat kistanya karena klo tidak dioperasi dan langsung program hamil maka obat2an penyubur tuk kehamilan bisa memicu bertambah besar ukuran kistanya (apalagi klo itu kista endometriosis). Jadi sangat tidak ideal jika ada kista dan langsung diprogram hamil tanpa dilakukan operasi laparoskopi terlebih dahulu.
    Untuk di Bandung, dokter SpOG yang bisa melakukan laparoskopi; dr.Hanoum, dr.Tanto Bayuaji, Prof Doddy semuanya praktek di Klinik Aster-RS Hasan Sadikin Bandung.
    Silakan kontak mereka.
    Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

    BalasHapus
  84. Malam, dok,
    Istri saya (34 tahun) didiagnosis endometriosis stadium 4 (hasil USG transvaginbal: kedua ovarium sudah terkena dan terjadi pelekatan) sekitar 2 tahun lalu.
    Kami sudah punya 2 anak karena mujizat Tuhan yg luar biasa sebab saya sendiri menderita vericocele sehingga infertil.
    3 minggu lalu bertepatan saat menstruasi, istri saya mengalami demam selama 14 hari dengan indikasi infeksi (leukosit meningkat) dan nyeri abdomen atas. Saat usg didapati ascites dan pembengkakan gallbladder tanpa batu. Hasil lab fungsi hati terganggu (hepatitis negatif).
    Sampai kemarin (sudah 21 hari) nyeri abdomen atas, demam dan infeksi masih terjadi (leukosit tinggi) tapi fungsi lever sudah kembali normal. USG diulang lagi dan tidak ditemukan kelainan organ-organ utama.

    Pertanyaan saya: apakah endometriosis external dapat menyebabkan ascites, mempengaruhi fungsi hepar, dan menyebabkan nyeri abdomen atas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru balas pertanyaan anda P Didiek,
      Puji syukur kehadirat Tuhan YME, jika anda berdua sudah mempunyai anak 2 orang meskipun isteri anda di diagnosa endometriosis stadium 4.
      Memang endometriosis sangat mengganggu sekali terutama nyeri saat haid atau bahkan diluar haid.
      Endometriosis bisa saja mengalami infeksi sekunder sehingga menyebabkan terjadi infeksi di rongga panggul atau yang dikenal dengan istilah 'tubo-ovarial absces'. Keadaan ini bisa saja pada USG didapatkan cairan bebas. Jika terjadi infeksi bisa mempengaruhi fungsi liver/hepar meskipun derajat kerusakan heparnya tidak terlalu berat (biasanya terjadi kenaikan lab SGOT/SGPT).
      Jika kondisi isteri anda sampai saat ini masih nyeri dan demam maka saran saya untuk dilakukan ekspolarasi rongga perut dengan laparoskopi untuk memastikan apakah memang betul tjd infeksi tubo-ovarial absces.
      Jika mmg terjadi infeksi tubo-ovarial absces maka harus dilakukan tindakan pengangkatan ovarium yg mengalami infeksi tersebut baik dengan laparoskopi ataupun dengan laparotomi tergantung pengalaman dokter ahli kandungan yang melakukan perawatan terhadap isteri anda
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
    2. Dok....
      Apakah saya bisa diberikan rekomendasi obsgyn yang di Jogja yang bukan hanya bisa menangani laparaskopi ginekologi, tetapi memang dokter yang ahli/trampil dengan jam terbang yg tinggi utk tindakan laparaskopi?
      Terima kasih

      Hapus
    3. Klo di Jogja....bapak silakan cari/kontak dengan dr.Sofwal Widad.,SpOG(K) di Klinik Permata Hati-RS.Dr.Sardjito. UGM Yogyakarta.
      Saya tau beliau sering mengerjakan laparoskopi ginekologi juga.

      Hapus
  85. Selamat siang dok, saya rizka menikah 2 tahun dan belum punya keturunan, setalah diperiksa usg trans v, terdapat kista dengan sedikit bagian padatan. Apakah kista dengan bagian padatan tersebut dilakukan dengan tindakan laparoskopi atau harus dengan laparotomi ya dok? Karena dari 2 dokter yang saya datangi pendapatnya berbeda. Trims dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang juga bu Rizka......
      Memang jika pada USG transvagina didptkan bagian padat kita harus berhati2 apakah ini kista jinak atau ganas, agar prediksi sebelum operasi lebih mendekati kebenaran jinak/ganas maka perlu dilakukan pemeriksaan lab darah berupa Ca-125. Jika hasil Ca-125 nya tinggi (>100) maka ada kemungkinan kista tersebut ganas. Jika kista tersebut kemungkinan ganas maka sebaiknya dilakukan laparotomi drpada laparotomi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  86. Terimakasih dok, kebetulan Saya, sudah cek ca 125nya dok, dan hasilnya 12. Artinya ga masalah ya dok apabila dilakukan dengan laparoskopi? -rizka-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo mmg hasil Ca-125 nya normal, maka tidak masalah jika kista yang anda alami saat ini dilakukan laparoskopi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  87. Sore dok, salam kenal,,sy raissa umur 26 th, anak 1 umur 6 th, , setahun lalu sy lo karna kista coklat, dan skrg sy tlat datang bulan sudah satu minggu ,sy cek transvaginal tyata masih kosong,3 hari lalu sy test pck jg negatif, tp puting menghitam dan keluar kerak putih kecil2, kluar dr pori2 puting,apa artinya dok, apa sy hamil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Raissa...
      Coba diperiksa lagi (maaf) jika payudaranya di'perah' apakah ada keluar cairan putih spt air susu ? jika mmg yg keluar tsb berupa cairan spt susu...maka hal inilah yang menyebabkan haidnya terlambat.
      Saran saya coba cek darah, utk memeriksa kadar Prolaktin anda. Jika prolaktinnya tinggi maka anda mengalami hiperprolaktinemia yang harus di terapi denga obat2an anti proloaktin.
      Demikian yg dapat saya sampaikan

      Hapus
  88. Ass..dok... Saya tasha yg kmren kontrol...
    Insya allah rencananya kami siap laparoscopy akhir bulan ini dok.. Atau awal bulan dpan. Dokter jadwalnya kira2 tanggal brp bisa laparoscopy.. Bsk saya ke rs. Bedah manyar untuk tanya tanggal bisa laparoscopynya dok. Untuk cek darahnya, seminggu sblum operasi saya ke dokter lg untuk ksh hasil cek darah ya. Terima kasih dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikummussalam....wr.wb,
      Mbak Tasha, saya akhir Mei acara saya padat. Baru kososng tgl 3 Juni. Silakan klo tgl 3 Juni anda tidak haid, kita jadwalkan operasi laparaskopinya Hari Senin, 3 Juni 2013 di RS Bedah Sby.
      Untuk cek darah darahnya seminggu sebelum tgl 3 Juni aja.
      Kira-kira gitu dulu aja ya....Tks

      Hapus
  89. Salam dok, saya dah nikah 12 th tetapi belum dpt momongan.th 2000 pernah operasi kista.sdh 2 kali test hsg dan 2x jg di tiup.untuk operasi kista pco dan hanya sebelah.terkadang merasa jenuh krn jawaban hampir semua dokter kurang memuaskan dan tidak memberikan solusi.suami sdh test sperma dan hasilnya normal.anjuran dr beberapa dokter ada yg bayi tabung, laparoskopi.sy takut sekali laparoskopi, apa solusinya dok.......terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam juga bu Andi Wijaya....
      Klo boleh tau sekarang ibu berusia berapa ? jika usia ibu sudah diatas 35 tahun maka saya lebih menganjurkan ibu langsung aja bayi tabung dari pada di laparoskopi.
      Karena jk usia wanita > 35 tahun, maka sudah terjadi penurunan cadangan sel telur, sehingga harus cepat2 diprogram hamil agar tidak keduluan kehabisan telur.
      Demikian yag dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  90. Malam dok nama sya rita umur24thn sdh menikah 2thn 6bln, sy prnah ϑȋ̝̊̅̄ laparoskopi bln nov 12 krn tuba kanan non patent with hydrosalping n ªđª kista jg.. Stlah dioperasi sy blum hamil jg. Malah mens 1 n ke2 sakitnya minta ampun dok..Jªϑī sy prgi kdokter stlah diperiksa msh ªđª sumbat trus sy diksh obat pluruh..skr sy └åƍΐ mens n trasa nyeri dipinggul sbelah kanan itu knp Чαα"̮ dok!!! Stelah menikah siklus mens sy Jªϑī skit kera" 5hari sudah bersih..yg ♏άü sy tnykan knp Чαα"̮ stlah operasi msh ªđª sumbat n ªđª solusi apa yg harus sy ßüå† biar ϐïśª cpat hamil n ªđª obat apa Чαα"̮ dok ßüå† hilangin nyeri saat mens dipinggul sy ini, maaf byk tanya tq..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga mbak Rita..
      Sekali lagi untuk bisa hamil tidak hanya dilihat dari pihak isteri/wanita saja...pastikan juga pihak suami/laki2 yaitu sperma analisanya baik. Jika hasil sperma analisa kurang baik, maka juga bisa mempengaruhi keberhasilan kehamilan. Jadi apakah suami anda sudah pernah dilakukan pemeriksaan sperma analisa (SA) ?
      Jika SA suami anda baik, dan anda telah dilakukan repair/pembetulan tuba maka ditunggu selama 6-12 bulan pasca repair tuba. Jk lebih dari rentang waktu tsb tidak terjadi kehamilan maka repair tuba tersebut gagal, maka satu-satunya cara untuk hamil terpaksa dan harus lewat proses BT (bayi tabung). Memang meskipun tubanya sudah diperbaiki ada kemungkinan membuntu lagi karena mmg dari awal tuba anda sudah tidak normal. Bagaimanapun juga buatan manusia tidak sesempurna ciptaan TUHAN.
      Sampai saat ini belum ada obat2an (oral/suntikan) yang bisa meluruhkan perlengketan pasca operasi/tindakan pembedahan.
      Bisa saja nyeri panggul tsb krn masih ada perlengketan di daerah tempat yang dioperasi sebelumnya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  91. Ass dok, saya mau tanya soal persiapan operasi bsk. Takutnya nanti salah makan untuk diet cair nya dok.mkalo sebangsa biskuit, ato kue marie msh boleh dimakan dok. Atau memang hanya boleh yang cair2 saja.. Terima kasih dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikummussalam. Wr.Wb...
      Sebaiknya hindari makan-makanan yang berasal dari serat termasuk yg berasal dari tepung. Apakah kue2 biskuit/marie tersebut tidak terbuat dari tepung ? Klo tidak terbuat dari tepung silakan dimakan.
      Maka sebaiknya dianjurkan makan diet cair, sup2 tanpa sayur masih boleh kok dimakan sebelum persiapan laparoskopi. Demikian Mbak Tasha penjelasan saya. Tks

      Hapus
  92. Saya destina 39 th. Selamat malam dok.. saya pernah laparoskopi oleh dr relly th 2008. Sekarang ini dr hasil usg terdapat kista bersepta dan ada bentuk padatnya. Hasil ca-125 menunujukkan nilai 74. Ukuran kista sekitar 5,6 x 7 cm . Saat ini perut terasa nyeri .. saran dokter bagaimana ya ?

    BalasHapus