Selamat datang, selamat bergabung di blog ini. || Semoga bermanfaat..... ||

Rabu, 24 Maret 2010

Gambaran teknis tindakan LAPAROSKOPI

Pada saat dilakukan laparoskopi, rongga perut penderita di'kembung'kan dengan cara diisi gas CO2 pada rongga perut tersebut.
Setelah dikembungkan, baru dimasukan lensa laparoskopi (laparoscope) ke dalam perut dimana lensa tersebut dihubungkan ke monitor TV melalui sistim kamera video. Sehingga isi rongga perut pasien terlihat pada monitor TV. Selain lensa laparoskopi, ada alat-alat kecil lainnya yang dimasukan ke rongga perut dengan diameter alat-alat tersebut sekitar 5mm (gunting, penjepit/forceps dan instrumen lainnya)

Dengan demikian dokter bedah/operator dapat melakukan tindakan pembedahan di dalam rongga perut dengan tuntunan/'guiding' melalui monitor TV. Sehingga dinding perut pasien/penderita yang dilakukan laparoskopi, setelah selesai operasi laparoskopi, hanya meninggalkan bekas luka kecil/bekas lubang untuk memasukan peralatan laparoskopi tersebut.

Tindakan ini mempunyai keuntungan, rasa nyeri & lama perawatan di RS lebih singkat dibandingkan operasi laparotomi (operasi konvensional yaitu dgn mengiris lebar dinding perut) serta secara kosmetik juga lebih baik dibandingkan laparotomi

106 komentar:

  1. siang Dokter..
    masih ingat saya? cuman kirim kabar saja Dokter, kami masih tetep berusaha dan berdoa, semoga secepatnya Allah menganugerahkannya... aamiin..
    trimakasih

    BalasHapus
  2. Selamat siang juga P Wulyo....
    Selamat ya, akhirnya diberikan kesempatan dari Tuhan YME untuk mendapatkan amanahnya berupa bakal bayi yang dikandung isterinya.
    Wah...pasti bahagia sekali tentunya.

    Sekali lagi selamat ya ! Salam buat isterinya Bu Diny...

    BalasHapus
  3. Selamat sore dok!
    Saya mau tanya, kenapa proses pengembungan perut menggunakan Co2 tidak dengan oksigen, atau udara atau yang lainnya,,,,
    Terimakasih dok!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada laparoskopi memang menggunakan gas CO2 untuk menggembungkan rongga perut pasien. Digunakannya gas CO2 karena gas tersebut mudah larut dengan darah sehingga kemungkinan terjadinya emboli/penyumbatan pembuluh darah kecil sangat kecil, selain itu dengan CO2 maka kuman2 yang aerob (sgt tergantung dengan oksigen) bisa mati sehingga kemungkinan terjadinya infeksi pada laparoskopi lebih rendah. Jika menggunakan gas O2/oksigen bahayanya bisa terbakar karena pada saat laparoskopi kita menggunakan elektrokauter (pemanasan pembuluh darah) untuk menghentikan perdarahan. Sehingga oksigen tidak digunakan pada laparoskopi. Jika menggunakan udara atmosfir bahaya terkontaminasi kuman2 yang ada di udara bisa menyebabkan peningkatan infeksi pada rongga perut shg juga tidak digunakan.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    2. Malem dok...saya cecil umur 33thn. Sy nkh udah sethn tp blm dkaruniai momongan. Udah pernah periksa hsg terdeteksi trnyta kedua tuba saya nonpaten. Yg ingin sy tanyakan apakah dgn laparaskopi bisa trus hamil dok? Rencana sy laparaskopi bln dpn. Trimakasih atas tanggapannya..

      Hapus
    3. Selamat malam bu Cecil...
      Laparoskopi dilakukan untuk mengkonfirmasi apakah tes HSG yang dilakukan sebelumnya apakah benar atau tidak, karena nilai akurasi HSG hanya sekitar 60-70%. Bisa saja hasil HSGnya non patent keduanya tetapi setelah di laparoskopi ternyata kedua tubanya patent (tidak buntu). Jadi laparoskopi yg nanti akan dilakukan thd bu Cecil BUKAN satu2nya tindakan untuk bisa hamil. Jika ternyata dari hasil laparoskopinya mmg betul non patent pd kedua tubanya, maka untuk bisa hamil ibu harus melalui proses bayi tabung. Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  4. Makasih dok jwbanny...ini cecil lg dokter...kl buntu itu krn apa dok krn dr hsl hsg tuba kiri ada peradangan jg, ato udah dari sanany (gawan bayi) dok? Skali lg makasih dr. Relly.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyebab pembuntuan saluran tuba tersebut ada 2 penyebab yg terbanyak, yg pertama karena infeksi dimana dulu pernah terkena infeksi kandungan kmd sembuh dan akhirnya menyebabkan kebuntuan tuba. Yang kedua penyebabnya karena endometriosis. Kedua penyebab tsb baru kelihatan pada saat laparoskopi. Demikian jawaban dari saya

      Hapus
  5. Malem dr. Relly...trimakasih atas jwbannya..tuba yg buntu itu udah gawan bayi ato krn ada peradangan ya dok? Hsl hsg kmrn kl tuba kiri ada peradangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penyebab pembuntuan saluran tuba tersebut ada 2 penyebab yg terbanyak, yg pertama karena infeksi dimana dulu pernah terkena infeksi kandungan kmd sembuh dan akhirnya menyebabkan kebuntuan tuba. Yang kedua penyebabnya karena endometriosis. Kedua penyebab tsb baru kelihatan pada saat laparoskopi. Demikian jawaban dari saya

      Hapus
  6. Malem dok..makasih jwbannya. Infeksi kandungan itu disebabkan oleh krn apa aja ya dok? Tdk bergejala ya, krn slama ini tdk ada keluhan apa2 ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang infeksi kandungan yg menyebabkan pembuntuan saluran tuba pada wanita pada umumnya tidak ada keluhan, hanya beberapa dengan keluhan keputihan.
      Infeksi kandungan tersebut yg terbanyak disebabkan oleh Chlamydia tr, virus herpes, sphylis.

      Hapus
    2. Oh begitu ya dok..sy memang sblm nkh pernah kena varicella pd bln agustus 2011, mgkn itu dok penyebabny kebuntuan tuba sy. Trims

      Hapus
  7. Malem dr.Relly..makasih jwbannya. Infeksi kandungan itu disebabkan krn apa ya dok? Selama ini tdk merasakan sakit jg ato tdk bergejala dok?

    BalasHapus
  8. slmt malam dok, saya irianto. mau tanya dok, istri saya terdeteksi miom sejak mengandung anak ke3 pd usia kandungan 3 bulan saat waktunya melahirkan harus cesar krn miomnya besar (dia 10cm) dan menghalangi jalan lahir, mnurut dokter miomnya menempel di dinding rahim dan kalo diangkat harus beserta rahimnya.
    Setelah 6 bulan melahirkan dokter mau operasi angkat rahim istri, tapi istri saya kembali mengandung anak keempat karena menurut dokter tidak boleh KB karena seluruh alat kontrasepsi memicu hormon jd miom akan cepat besar. akhirnya kelahiran anak yg keempat kembali operasi cesar. namun lagi2 dokter tidak berani angkat rahim maupun steril malah sekarang disarankan pasang alat kontrasepsi jenis spiral.
    yang ingin saya tanyakan, 1. spiral ini nantinya akan memicu miom lebih besar atau tidak krn skrang dia 12cm?
    2. berapa bulan lg bisa operasi angkat rahim, krn tkut kebobolan lagi?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga p Irianto...
      1. Spiral tidak memicu pertumbuhan miom, jadi silakan di pasang spiralnya sambil menunggu operasi pengangkatan rahim.
      2. Paling cepat, 3 bulan pasca melahirkan / operasi sesar baru dilakukan operasi selanjutnya pengangkatan rahim.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  9. Malam dok.. Saya hana 25th, mau tanya. Saya baru menikah 4bln yg lalu, krn sudah kpingin punya momongan, saya dan suami priksa ke dktr kandungan ternyata sewaktu di usg ada kista coklat sebesar 10 cm. Dokter mnyarakan untuk operasi.. Sebaiknya tindakan laparoskopi atau operasi yang saya ambil? Apa perbedaan tindakan tersebut? Thx dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam juga mbak Hana....
      Untuk mengetahui lebih jelas apa itu laparoskopi anda bisa baca artikel saya dgn judul "LAPAROSKOPI GINEKOLOGI" di beranda / halaman di blog saya ini.
      Saya sendiri lebih menyarankan anda untuk dilakukan laparoskopi drpda dilakukan operasi laparotomi (spt operasi bedah sesar). Karena anda masih belum punya anak, laparoskopi lebih kecil kemungkinannya menyebabkan gangguan fungsi reproduksinya dibandingkan operasi laparotomi....kecuali klo anda sudah tidak ingin punya anak lagi maka silakan dilakukan operasi laparotomi spt yg disarankan oleh dokter anda.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  10. Assalamualaikum wr. Wb. Perkenalkan dokter,nama saya mamik umur 32 th. Saya sdh punya seorang putri. Sekarang ini saya pingin nambah momongan. Oktober 2011 saya periksa ke dokter ada kista di indung telur sebelah kanan ukuran diameter ± 5 cm. Waktu itu dokterx langsung menyuruh saya operasi. Karena saya tinggal di daerah tertinggal jd saya takut operasi,saya tinggal di pedalaman sulteng ikut suami dinas. Akhirnya saya putuskan untuk tdk operasi. Oktober 2012 saya melakukan GMC di Manado sekaligus periksa kista. Hasil USG ukuran kista masih ± 5 cm ,AFP 1,3 ,CEA <0,5 , CA 125 7,5. Dokter di Manado menyarankan untuk laparoskopi. Tetapi di tempat praktek beliau masih belum ada peralatan ataupun dokter ahlinya (RS Advent). Yang ingin saya tanyakan adalah bisakah saya laparoskopi sama dokter? Trs kl selesai laparoskopi bisakah saya lsng perjalanan jauh,langsung kembali ke tempat suami kerja? Kl misalnya laparoskopi dikota saya malang,adakah RS yg mungkin dokter rekomendasikan? Terima dokter sebelumnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikummusallam.wr.wb...
      Buat mbak Mamik,
      Sebenarnya di Manado juga ada dokter yang bisa mengerjakan Laparoskopi untuk mengambil kista anda, yaitu: dr.Maya Mawengkang.,SpOG . Beliau praktek di RS Siloam Manado. Mungkin anda bisa ke RS Siloam untuk ketemu beliau.
      Sedangkan jika anda ingin operasi di Malang, anda bisa cari dr.Sutrisno.,SpOG di RS.Syaiful Anwar Malang. Beliau juga bisa melakukan laparoskopi di Kota Malang.
      Sebenarnya jika 3-4hr setelah laparoskopi bisa bepergian jauh kok, tidak menjadi masalah jk anda ingin langsung pulang ke pedalaman Sulawesi.
      Namun jika anda ingin dilakukan laparoskopi dengan saya, juga silakan. Cuma saya praktek hanya di Surabaya aja.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  11. Malam dok, saya vivi 30 thn sdh menikah 7 bln mau tanya apakah untuk mengetahui premature ovarian failure hanya bisa dengan laparaskopi? Kalau sampai benar memang pof berarti tidak bisa hamil? Atau ada terapi khusus sehingga bisa hamil? Terima kasih dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga bu Vivi....
      Untuk mengetahui apakah sudah terjadi Premature Ovarian Failure (POF) tidak perlu sampai harus dilaparoskopi. Cukup dengan pemeriksaan hormon darah (FSH dan E2/Estradiol) + USG vagina sudah bisa menegakan diagnosa adanya POF.
      Dilakukan laparoskopi jika memang untuk menkonfirmasi hasil hormon darah & USG vag....tepatnya pada lapaaroskopi tersebut dilakukan biopsi ovariumnya....biasanya jarang sampai harus dilakukan laparoskopi kecuali klo ingin lebih pastinya.
      Klo memang POF, maka untuk bisa hamil kecil sekali kemungkinannya. Kemungkinan hamil pada POF, < 1%. Sampai saat ini belum ada obat2an/teknologi kedokteran yang bisa mengembalikan fungsi ovariumnya kembali normal....tidak tau nanti jika perkembangan terapi 'stem cell' sudah digunakan secara luas...maka ada harapan penderita POF untuk punya ovarium/indung telur seperti orang normal.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
    2. Terima kasih dok balasannya. Batasan fsh dan estradiol brp ya dok yang menyimpulkan bahwa POF? Sangat kecil ya kemungkinan untuk hamil. Kalau memang mau hamil dengan bayi tabung juga tidak bisa?

      Hapus
    3. POF terjadi jika kadar FSH >40 IU/L dan Estradiol (E2)<50 pg/L. Sehingga hanya melihat kadar hormon2 tersebut kita bisa menyimpulkan bhw seorang wanita sudah terjadi ovarium failure atau tidak, tidak perlu harus laparoskopi.
      Betul bu Vivi...klo sudah POF kemungkinan hamil kecil sekali meski dgn batyi tabung sekalipun.
      Demikian yg dapat saya sampaik. Tks

      Hapus
  12. asslm... Dokter, dari hasil USG, sy dinyatakan terkena myoma uretri dgn diameter kira2 6 cm disertai pelengketan pada organ genitalia internal. Sekarang sy merasakan sakit di bag bawah perut baik saat haid maupun di luar haid. Dokter RS Harapan Kita menyarankan untuk suntik KB periode 3 bln, sementara belum dilakukan laparoscopy karena biayanya cukup besar. Pertanyaan saya, mengapa sy tetap merasakan sakit spt menjelang haid dan saat haid? Efektifkah perlakuan suntik KB tsb? Umur sy 46 thn, sdh menikah tetapi belum dikaruniai anak. Tks atas perhatiannya.

    BalasHapus
  13. Asslm.wr.wb.... Dokter, sy berusia 46 th, sdh menikah dan belum mempunyai anak. Sy menderita myoma uretri dengan pelengketan organ genitalia interna dan dianjurkan oleh dokter RS HK untuk suntik KB periode 3 bln, sebelum tindakan laparoscopy. Pertanyaan sy, mengapa saya masih merasakan nyeri di bagian bawah perut selama masa periode haid sy (dalam kondisi normal)? Efektifkan cara suntik KB tersebut. Mohon penjelasan dokter, terima kasih atas perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikummusalam..wr.wb....bu Sari.
      Miom yang diderita ibu bisa saja bukan miom biasa tetapi bisa jadi adalah miom luar biasa yg disebut dgn adenomiosis. Jk miom biasa pada umumnya jarang menimbulkan nyeri (baik nyeri saat haid ataupun nyeri di luar haid) tetapi jika miom luar biasa (adenomiosis) keluhan yang paling sering adalah nyeri baik nyeri saat haid maupun di luar haid.
      Jika adenomioisis maka kadang2 penyuntikan KB suntik setiap 3 bulan tidak begitu efektif utk menghilangkan nyeri, akan lebih efektif jika diberikan suntikan GnRHagonis depo (nama dagang 'Tapros'/'Endrolin'/'Zoladex' dll) namun obat2 yg sebut terakhir ini jauh lebih mahal drpd obat suntik KB. Jika dengan suntikan obat2 yg mahal tidak bisa menghilangkan nyeri...maka tidak ada pilihan lain jalan satu2nya harus operasi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  14. Selamat malam dok,apa kabar?sy ayu dok,awal bulan kemarin baru selesai operasi laparoskopi dg dokter di rs.bedah sby. Begini dok,sy haid mulai tgl 30 mei kemarin setelah 3 hari sebelumnya sakit perut dan badan meriang semua.tgl 4 juni sudah sempat berhenti,tp keesokan harinya bercak lagi sampai sekarang. Bercaknya sdh mulai berkurang,tapi perut sy sakit lagi seperti mau datang bulan. Apa itu wajar dok? Apa lebih baik sy kontrol? Terimakasih sebelumnya dok.

    BalasHapus
  15. APa kbr dok?sy ayu yg awal mei kemaren baru selesai operasi laparoskopi endometriosis dg dokter di rs bedah surabaya. Begini dok sktr tgl 30mei sy datang bulan setelah 3hari sebelumnya sakit perut dan badan meriang,lalu tgl 4 juni haid sy berenti,tp tgl 6 ada bercak lagi dok.sekarang haid dan bercaknya sdh berhenti,tetapi mulai semalem perut sy mules lg seperti akan haid,mohon infonya dok,apa itu wakar? Atau sy hrs kontrol? Terima kasih dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear....bu Ayu.... Kabar baik, alhmadulillah berkat doanya.
      Memang setelah suntikan Ta**os biasanya tjd haid agak lebih sedikit, tp setelah itu tidak haid lagi.
      Gimana sekarang ? apakah perutnya masih sakit/mules ? klo masih mules perutnya, sebaiknya kontrol aja biar saya cek /periksa. silakan kontrolnya ke RS Darmo atau ke Graha Amerta.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    2. Saya yeni,usia 33 thn..sy ada kista coklat ukuran 65x55x54..dari 2 dokter menyarankan berbeda..yg 1 menyarankan laparoskopi utk meminimalkan perlengketan krn sy blm menikah,dokter 1 nya menyarankan laparotomi krn akn lbh bs mengeksplore katanya..menurut dokter relly sy hrs laparoskopi ato laparotomi..klo laparoskopi di madiun mohon rekomendasinya dg dokter siapa? Trimakasih

      Hapus
    3. Dear mbar Yeni Supriati….
      Jika anda masih belum menikah maka sarannya lebih baik dilakukan laparoskopi dibandingkan laparotomi demi fungsi reproduksi anda kedepannya kecuali jika anda sudah menikah dan sudah punya anak TIDAK MASALAH klo kista anda tsb dilakukan laparotomi.
      Memang tidak semua dokter spog ahli/'expert' dibidang laparoskopi karena tindakan ini butuh ketrampilan dan pengalaman khusus, tetapi jika laparotomi maka hampir semua spog bisa melakukannya meskipun dokter tsb ditempatkan diwilayah terpencil.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  16. Ass dok, slm kenal, usia sy 28 th menikah 2,5 th dan belum mempunyai anak. Saya mempunyai Kista endometriosis dan berencana mau melakukan laparoskopi. Posisi saya sekarang di Malang. Yang ingin saya tanyakan, apakah dokter mempunyai rekomendasi dokter yg tepat untuk saya melakukan laparoskopi tsb disini? LAlu setelah laparoskopi tersebut APA saya dpt segera hamil?karena saya ingin sekali segera mempunyai anak. Terima kasih Dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga bu Ratih.
      Untuk di Malang, silakan anda cari dr.Sutrisno.,SpOG(K) di RS.Saiful Anwar_Malang. Beliau juga ahli melakukan laparoskopi kista endometriosis.
      Untuk bisa hamil secara normal atau tidak, nanti ditunggu hasil dari laparoskopinya. Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  17. dear dokter,
    Saya erwanti. Umur saya 35 tahun sudah punya anak laki2 umur 6 tahun. Saya pengen punya anak lagi dokter tapi saya punya miom 4.1 cm sehingga saya blm punya anak lagi sampai skrng padahal saya tidak pakai alat kontrasepsi.
    Dokter saya menyarankan awalnya laparoskopi.
    tetapi sekarang beliau malah menyarankan laparatomi dengan alasan miom saya sudah tambah gede. Saya butuh saran dari dokter sebaiknya bagaimana? saya sudah kepengen punya anak lagi dok.
    Apakah dengan saya laparatomi kemungkinan bisa hamil lagi? trima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Erwanti....
      Saran saya miomnya dilakukan pengangkatan terlbih dahulu dengan laparoskopi, baru setelah dilakukan laparoskopi dapat diketahui apakah ibu masih bisa hamil secara normal ataukah harus lewat proses bayi tabung untuk bisa hamil berikutnya. Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks.

      Hapus
  18. Malam dokter,
    Saya Tresna, umur 45 tahun, saya baru saja mengetahui ada miom, berdasarkan hasil USG miom 9 cm, sayangnya setiap dokter yg saya temui menyarankan operasi konvensional sekaligus pengangkatan rahim, sedangkan dari apa yg saya baca masih memungkinkan melakukan operasi tanpa mengangkat rahim, saya bersyukur menemukan blok ini, sekiranya dokter bisa memberikan saran untuk saya dapat melakukan operasi Laparoskopi tanpa hrs mengangkat rahim. saya sangat mengharapakan respon dari dokter. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam juga bu Tresna....
      Memang idealnya jika ada miom yg cukup besar, dan ybs sudah punya keturunan serta usia ybs > 40th maka pilihan utamanya dilakukan pengangkatan rahim (meskipun pengangkatan rahim tersebut bisa kita lakukan dengan laparoskopi TIDAK HARUS dgn laparotomi/operasi konvensional). Namun jika ybs tidak menghendaki pengangkatan rahim dgn segala macam alasan maka harus diperhatikan adalah apakah miom yg dialaminya berupa miom biasa (miom yg ada kapsul/selubungnya) ataukah miom luar biasa (miom yg TIDAK ADA kapsulnya/selubungnya, yg disebut dengan adenomiosis). Klo miom biasa maka masih bisa dilakukan pengangkatan miom nya saja dengan laparoskopi TETAPI jika miom yg luar biasa (adenomiosis) maka pengangkatan miomnya sulit dengan laparoskopi lebih baik dilakukan histerektomi/pengangkatan rahim jika ybs tetap ingin dilakukan laparoskopi. Cuma harus diingat jika hanya dilakukan pengangkatan miomnya saja ada kemungkinan miom tersebut bisa tumbuh/muncul lagi di saat/waktu yg akan datang selama wanita terssebut belum menopause. Demikian yg dapat saya sampaikan. semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
    2. Terima kasih banyak atas jawaban dan penjelasannya Dokter, adakah yg bisa sy lakukan utk mengetahui jenis miom yang tadi Dokter maksudkan, karna sy sangat menginginkan proses operasinya tanpa harus mengangkat rahim mengingat dimasa yang akan datang tubuh masih membutuhkan hormon2 yg bisa dihasilkan dr keberadaan rahim itu sendiri, bukan begitu Dokter? Mohon koreksi jika sy salah. Sekali lagi terima kasih atas kebaikannya menyediakan waktu untuk menjawab.

      Hapus
    3. Untuk bisa mengetahui jenis miomnya dapat dilakukan pemeriksaan USG vagina dan atau dengan pemeriksaan MRI. Tetapi kedua jenis pemeriksaan ini sangat tergantung jam terbang dan pengalaman dokter yg melakukan pemeriksaan tersebut....sangat tergantung 'a man behind the gun' untuk bisa membedakan jenis miom tersebut.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    4. Dear Dokter Relly, saya sangat berterima kasih atas pendapatnya. Adakah kemungkinan saya untuk didiagnosa lebih lanjut di tempat Dokter Relly praktek? Untuk kondisi saya sebaiknya saya menemui Dokter dimana? Trima kasih.

      Hapus
    5. Saya praktek di RS Darmo Surabaya: hari Selasa, Kamis (jam 16.00-18.00) dan Sabtu (jam 09.00-11.00). Dan di Klinik Fertilitas-Graha Amerta.RSUD Dr,Soetomo Surabaya: hari Senin s.d JUmat (dengan perjanjian)

      Hapus
    6. Terima kasih Dok, saya akan datang dalam bulan ini. Salam

      Hapus
    7. Silakan bu Tresna....
      Cuma saya tgl 21 Oktober - 1 Nop 2013 lagi ada acara ke luar kota shg pada tanggal tersebut maaf sy tidak bisa melakukan konsultasi/praktek.
      Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

      Hapus
  19. Asslmkum, selamat pagi dokter. Sya ingin menanyakan tentang kondisi istri, sudah beberapa kali ke dokter spesialis kandungan. Dari hasil USG yg dlakukan semua dokter yg kami kunjungi tdk ada masalah. Dan waktu sya ingin menanyakan kondisi secara lebih menyeluruh tentang organ reproduksi kepada dokter A maka disarankan utk HSG. Dan dari hasil HSG tertera tube distrube (non patent)., kemudian sya konsultasikan ke dokter B adalah : sebelum sya tunjukkan hasil lab.HSG spt biasa dokter B menyarankan hal yg bersifat umum., maka kemudian sya coba tunjukkan hasil lab.HSG tsb maka dokter B tsb langsung memvonis utk melakukan bayi tabung tanpa menanyakan riwayat, sebab dan solusi lain., dan sya sbg suami bersikeras utk lebih menanyakan solusi lain akan tetapi jawaban yg kami terima tetap sama, yakni mutlak harus bayi tabung. Kemudian kami pulang dgn perasaan yg tdk tertolong sedihnya terlebih istri. Selang beberapa waktu coba kami kembali konsultasi ke dokter A (yg menyarankan test HSG), lebih tenang dlm mnyampaikan hasil test tsb., dan disarankan utk laparoskopy utk lebih tau jelasnya spt apa di tuba falopy tsb.
    Agak lama kami tdk menindaklanjuti permintaan dari dokter A tsb., dan sewaktu sya singgah diluar kota bersama istri ada kabar dari rekan yg menyarankan kami ke dokter C (dokter senior di kota tsb). Kemudian kami hari itu juga langsung kesana dgn harapan penuh. Seperti biasanya dilakukan check USG dan hasilnya tdk ada masalah, dan sewaktu konsultasi kami utarakan semua permasalahan yg ada kecuali hasil lab.HSG yg ada (karena permintaan istri utk tidak memberikan hasil lab.HSG tsb). Dan dikatakan oleh dokter C bahwa bentuk rahim istri agak miring shg menyusahkan sperma tertampung lama di dalamnya, dan sya amati memang setelah berhubungan sperma selalu tumpah. Dan disarankan setiap selesai berhubungan posisi istri diusahakan sujud sekuatnya (30-60menit) agar sperma tdk keluar, dan diberikan resep bbrpa obat. Dan kami ikuti anjuran dr dokter tsb.

    Sebagai informasi lain bahwa :
    Kami belum pernah KB dan siklus menstruasi istri 40-50hari, bahkan siklus terakhir sampai 60hari setelah kami dr dokter C tsb., kami pikir semula apa memang sudah telat, tapi akhirnya tjd menstruasi lagi.
    Kami sudah menikah 3,5tahun dan sangat mengharapkan karunia berupa buah hati momongan.

    Saran terbaik dari dokter seharusnya bagaimana.?! Mohon dgn sangat saran dan arahannya.
    Terima kasih.

    Fendy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam P Fendy...
      Sebelum penjelasan lebih lanjut, apa boleh tau usia isteri anda sekarang berapa ? Karena usia isteri juga menentukan keberhasilan tjdnya kehamilan atau tidak.
      Baik... Sebenarnya untuk bisa terjadinya kehamilan secara normal pada pasangan suami-isteri ada 4 Faktor yang berperan penting yaitu pertama faktor sperma suami, bagaimana kondisi sperma anda apakah sudah dilakukan pemeriksaan atau belum ? klo sudah apakah kuantitas dan kualitasnya baik/bagus/normal. Faktor yg kedua adalah kondisi telur/indung telur isterinya, apakah ada kista atau tidak. Hal ini bisa dilihat dari USG vagina...selain itu yg penting lagi apakah cadangan telur isterinya masih cukup atau sudah berkurang....cadangan telur ini sangat bergantung sekali pada usia seorang wanita, semakin tua usia isterinya (Usia>40th) maka cadangan telurnya jauh akan berkurang jauh...bahkan klo cadangan telurnya berkurang karena usia >40th untuk proses bayi tabungpun angka keberhasilannya jauh lebih rendah dibandingkan usianya <35th.
      Faktor yg ketiga; (yg menentukan suatu kehamilan) adalah rahim, apakah rahimnya normal ataukah ada miom/polip yg keadaan ini bisa dideteksi dengan USG vagina.
      Dan faktor yg ke empat/yg terakhir adalah apakah saluran tuba/saluran telur isteri anda buntu atau tidak. Untuk mendeteksi buntu/tidaknya saluran tuba tersebut dapat dilakukan 2 macam pemeriksaan yaitu HSG ataupun LAPAROSKOPI. Pemeriksaan HSG angka akurasinya skitar 60-70% sehingga hasil HSG bisa saja salah. Sedangkan pemeriksaan laparoskopi angka akurasinya hampir mendekati 100%. Oleh karena itu jika hasil HSG abnormal/buntu maka dilakukanlah pemeriksaan laparoskopi untuk mengkonfirmasi hasil HSG tersebut. Jika hasil laparoskopi memang betul adanya pembuntuaan saluran tuba maka tidak ada pilihan lain, anda berdua harus melalui proses bayi tabung agar bisa mendapatkan keturunan. Namun sekali lagi harus diingat faktor usia isteri SANGAT berpengaruh angka keberhasilan bayi tabung.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
    2. Usia istri 25tahun, dan sudah melakukan test HSG dan didapat hasil tuba non patent keduanya. Dari beberapa test USG dokter tidak mengatakan adanya miom, kista atau apapun. Sebagai informasi tambahan : istri sering keputihan dan siklus masa menstruasi yg tergolong agak panjang yakni 40-45hari bahkan terkadang sampai 60hari. Apakah terdapat hubungan diantara siklus masa menstruasi dan keputihan terhadap permasalahan yg ada di tuba falopi tsb (penyumbatan/perlengketan mungkin).?? Dalam artian apa siklus mentruasi panjang dikarenakan ada penumpukan/flek akibat keputihan di tuba tsb.?! Mohon informasinya.

      Hapus
    3. Dari siklus haid isteri anda yang panjang, rata-rata 40-45 hari bahkan sampai 60 hari itu menunjukan kemungkinan besar isteri anda mengalami gangguan ovulasi/gangguan pembuahan telurnya....artinya telur/oosit isteri anda tidak bisa membesar atau matang / matur, hal ini juga berpengaruh juga terhadap kesuburan seorang wanita.
      Jadi dari 4 Faktor yang berpengaruh terhadap kesuburan pada anda+isteri nya ada 2 faktor yang bermasalah yaitu faktor telur / indung telur (siklus haid yang panjang, tidak ada telur yang berkembang matang/matur, tidak ada ovulasi) dan faktor saluran tuba (yg berdasarkan HSGnya non patent keduanya, yg perlu konfirmasi dangan pemeriksaan LAPAROSKOPI). Sedangkan Faktor Sperma ???? (saya belum tau krn anda belum menginformasikan). Yang jelas Faktor Rahim dari hasil USGnya normal.
      Jadi, pasangan suami isteri akan mengalami ggangguan kesuburan jika SALAH SATU dari 4 FAKTOR tsb terjadi 'masalah' / gangguan, apalagi jika faktor yg bermasalah tersebut lebih dari satu maka akan bertambah kompleks permasalahan gangguan kesuburan yg terjadi pada pasangan tersebut. Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  20. Salam kenal dokter,

    Saya arifin usia 36 tahun dan istri saya nurul umur 34 tahun tinggal di jogja. Kami sudah menikah lebih dari 6 tahun, tepatnya menikah juli 2007, tapi belum dikaruniai anak. Saya sudah konsul ke permata hati sarjito jogja. Sperma saya kurang di morfologi dan geraknya, menurut androlog ada varikokel grade satu, DFI bagus. Istri saya dari hasil HSG, tuba paten, tetapi setelah dicek dengan USG transvaginal yang terakhir, terlihat ada polip, kista coklat, dan mioma. Akhir agustus 2013, diputuskan histeroskopi untuk aspirasi polip dan kista. Dokter tidak berani laparaskopi, karena tahun 1997 istri pernah laparatomi usus buntu dengan posisi vertikal di sekitar pusar. Setelah histeroskopi langsung lanjut IVF long protocol. Pada tahap OPU diperoleh 8 sel telur, yang bisa dibuahi 6 telur, dan berhasil fertilasasi menjadi hanya 5 embrio dengan grade 1. Diputuskan 2 embrio ditransfer ke rahim istri, 3 embrio disimpan beku, dan pas hari ke-11 setelah ET istri saya datang bulan, embrio gagal menempel.

    Pertanyaan saya:
    1. apakah istri saya masih dimungkinkan dilakukan laparaskopi atau harus re-laparatomi untuk membersihkan mioma, kista, dll termasuk kemungkinan perlengketan karena operasi sebelumnya?
    2. apa kira-kira penyebab kegagalan embrio gagal menempel di rahim istri saya?
    3. apa yang harus kami lakukan selanjutnya?

    demikian dan terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Pak Arifin....
      1. Insyallah pada kasus-kasus bekas laparotomi masih bisa dilakukan laparoskopi untuk pengambilan kista/miom atau bahkan angkat kandungan/histerektomi cuma memang untuk tindakan tersebut dibutuhkan pengalaman dan jam terbang serta ketrampilan dokter ahli bedah kandungannya pak. Bekas laparotomi BUKAN KONTRA INDIKASI ABSOLUT untuk dilakukan laparoskopi.
      2. Ada beberapa penyebab kegagalan gagalnya embrio nempel di rahim salah satunya bisa karena ada miom/polip di rahim terutama di rongga rahim, bisa juga karena kualitas embryo yang kurang bagus atau bahkan penyebabnya tidak jelas artinya kondisi rahim bagus, kualitas embryo bagu tetapi tetap saja terjadi kegagalan embryo nempel.
      3. Sebaiknya reevaluasi ulang klo perlu dilakukan laparoskopi utk membersihkan miom/kista isterinya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  21. Dear dr.relly
    Sy nova umur 26 th,2bln stlh mnikah sy hmil krn wktu itu blum siaap akhirx sy&suami memutuskan kuret.stlh bbrp thn sy ingin pny ank tp tdk cpt hmil,sy cek k dr & mnyrankn test HSG kt dr A trjdi sumbatan d kedua tuba sy & lngsung mmvonis sy utk byi tabung.lalu sy konsultasi ke dr B & mnyarankan sy utk laparoskopi sma dr,sy udh d ksih srt pengantarx.
    Yg sy tnyakan.
    - apa msh bsa sy hmil stelah laparoskopi dok??
    -brp biaya laparoskopi??
    Sy tunggu jwbnx dok trima ksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak Nova....
      Laparoskopi yang dilakukan thd diri anda nantinya tujuan pertama adalah untuk mengkonfirmasi apakah hasil HSG tersebut benar atau salah...karena akurasi HSG hanya berkisar 60-70% bisa saja hasilnya salah...untuk itulah perlu dikonfirmasi dgn laparoskopi. Kemudian tujuan kedua adalah jika pada laparoskopi didptkan kelainan pada daerah kandungan spt adanya perlekatan/endometriosis maka sekaligus dilakukan tindakan untuk melepaskan perlekatan atau membersihkan endometriosisnya.
      Jadi untuk menjawab pertanyaan anda apakah setelah laparoskopi bisa hamil ? maka jawaban saya tunggu hasil laparoskopinya nanti....jika ternyata pada laparoskopi didptkan adanya perlengketan hebat dan terpaksa anda harus dilakukan bayi tabung....maka pasca laparoskopi tidak menjamin anda bisa hamil normal.
      Sedangkan untuk biaya laparoskopi di Graha Amerta, jika laparoskopi tujuannya untuk diagnostik saja berkisar sekitar 6-7 juta...jika laparoskopinya bertujuan untuk membersihkan endometriosis/melepaskan perlekatan berkisar 18-20 jutaan.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  22. Trima ksh dok ats jawabanx.
    InsyaALLAH dlm wktu dkat ini sy mau menemui dokter di rs.dr soetomo klinik graha amerta.sy sdh dpt surat pengantar dr dkter sy.
    Tolong kasih tau sy jadwal dokter d sna :)
    Sy ucapkan banyak2 trima ksih ats jwban & wktu yg dr berikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya di Klinik Fertilitas-Graha Amerta-RSUD Dr.Soetomo, hari Senin s.d Jumat jam 08-14.00 dengan perjanjian terlebih dahulu.
      Demikian yg bisa saya sampaikan. Tks

      Hapus
  23. Dear Dr. Relly,
    Saya sudah 2x menjalani operasi kista & myom. Yang pertama Juni 2009 (Kista sebesar 10 cm & beberapa myom sebesar kelereng) & yg terakhir April 2013 (Myom skitar 2-3 cm & kista 4.5 cm).
    Kami sudah menikah 3th, namun sampai saat ini saya belum memiliki keturunan. skitar bulan oktober saya di tiup, dalam rahim saya sudah ditemukan calon2 myom & kista yg tidak terangkat (dia 1,4 cm) menurut dokter saya. Dan hasil lainnya adalah bagian kanan kondisi rahimnya kurang bagus, sedangkan untuk bagian kiri adanya pelengketan sehingga cukup sulit untuk telur sampai k saluran tuba.
    Perlu dokter ketahui, suami & saya tinggal terpisah. Suami saya Dinas d lain pulau & baru mendapat cuti 2-3 bulan sekali.
    Suami saya sudah pernah d check laboratorium, hasil dari lab utk sperma suami saya adalah : oligoteratozoospermia.

    Mohon saran dari dokter, tindakan apa yg harus kami lakukan agar bisa segera memiliki momongan, mengingat usia saya saat ini 40th 6bln,

    Sebelum dan sesudahnya sya ucapkan terima kasih.

    Wiji Puspaningrum - Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Wiji Purpaningrum.....
      Kasus anda bukan hal yang gampang untuk bisa hamil karena pertama anda sudah 2X operasi pengangkatan kista dan yang kedua usia anda sudah 40th lebih...maka dua keadaan ini membuat cadangan sel telur anda semakin sedikit....padahal sel telur merupakan bagian yg sangat penting untuk bisa terjadinya kehamilan. Kemudian ditambah lagi kondisi sperma suami anda oligoteratospermia (jumlah sperma kurang dan bentuk sperma yg normal sedikit) maka hal ini akan mempersulit keadaan.
      Satu2nya kemungkinan untuk bisa hamil untuk kondisi anda berdua adalah melalui program bayi tabung.....namun angka keberhasilannya tidak terlalu tinggi yaitu sekitar <10% apalagi jika tidak bayi tabung maka angka keberhasilan kehamilannya lebih kecil lagi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bisa bermanfaat bagi anda. Tks

      Hapus
  24. Assalamualaikum wr,wb
    Dear dr.relly yg baik hati,smga slalu d beri kesehatan & umur panjang utk menjawab prtanyaan kmi smua.
    Sy mau tnya dok apa itu tuba non pattent bilateral dan hidrosalpink bilateral(HSG)??
    Apa dg laparoskopi bs mengobati shingga bs hamil.
    Selain bayi tabung apa ada cr lain utk bs hamil selain hmil normal.
    Msal inseminasi.
    Trima ksih atas wktux smg sllu dlm lindungan ALLAH swt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Nova...
      Tuba non pattent bilateral itu artinya saluran tuba (saluran telur) nya buntu kedua-duanya (baik yang kiri maupun yang kanan.
      Hidrosalping bilateral artinya adanya pembengkakan saluran tuba karena penumpukan cairan di dalam tuba tersebut.
      Laparoskopi tujuan pertama untuk mengkonfirmasi dari hasil HSG, kedua jika memang ada pembuntuan pd saat laparoskopi dan buntunya tersebut di ujung saluran tuba masih bisa diperbaiki dgn laparoskopi tetapi jika buntunya terjadi pada pangkat tuba maka tidak bisa diperbaiki dgn laparoskopi. Namun perbaikan tersebut tidak bisa menjamin 100% akan tetap terbuka selamanya, ada kemungkinan bisa menutup/membuntu kembali. Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  25. dokter saya wenda, umur 30th,suami 27th. sudah menikah selama 3tahun belum pny momongan, 1th pernikahan pernah hamil normal,tp usia 2bulan an dikuret krn tidak berkembang. saya pernah hsg hasilnya keduanya tidak buntu. sebelumnya saya tdk ada kista, tp bulan lalu ditemukan ada kista endo berukuran 5x6cm. yg ingin saya tanyakan,saya ingin hamil apakah saya bole lgsg program bayi tabung saja,drpd harus laparoskopy dl(takut operasi)+kmgkn tumbuh lagi walau uda di operasi. ato memang tidak bisa bayitabung kalo tdk laparoskopy dl? alasannya apa dok kok bgt,kan kalo saya berhasil baytab kista endo akan mengecil sendiri. .
    kalo harus laparoskopy dengan kasus saya ini,berapa biaya nya dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Rina....
      Jika kista endometriosis yg uk.5X6cm tersebut tidak diambil terlebih dahulu (dgn laparoskopi) tetapi langsung ikut BT maka ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Pertama, kista endometriosis akan bertambah besar selama proses BT karena selama proses BT anda akan diberikan suntikan penyubur dimana suntikan penyubur ini akan meningkatkan hormon estrogen kmd hormon estrogen yang meningkat ini akan merangsang pertumbuhan kista endometriosisnya dan kista endo nya kan bertambah besar. Kedua, karena ada kista endometriosis, maka sel2 telur sulit berkembang saat dilakukan penyuntikan obat penyubur shg pada saat BT tidak didapatkan sel telur saat OPU (ovum pick up atau panen telur) karena kista endometriosis mendesak sel telur yang sehat. Ketiga, karena ada kista endometriosis bisa saja (jika ada sel telur yg tumbuh) akan kesulitan mengambil/memanen sel telurnya karena terhalang oleh kista endometriosis itu sendiri.
      Oleh karena alasan-alasan tersebut di atas, jika didptkan kista endometriosis di atas 4cm maka sebelum proses BT sebaiknya diambil dulu dengan laparoskopi.
      Biaya laparoskopi untuk mengangkat kista endometriosis berkisar antara 16-18 jutaan.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  26. Maaf klo boleh tau praktek di rumah sakit mana dok..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yth. Pak Idhul Kasdullah...
      Saya praktek di RS.Darmo Surabaya: Selasa, Kamis (jam.16-18.00) dan Sabtu (jam 9-11.00). Di RS Bedah Surabaya: Senin & Rabu (jam 19-20.00) dan di RS Graha Amerta Surabaya (Klinik Fertilitas) hari Senin s.d Jumat jam 8-14.00 (dg perjanjian).

      Hapus
  27. Dokter..untuk masa penyembuhan pasca operasi laparoskopi brp hari ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Wini....
      Penyembuhan pasca operasi laparoskopi sekitar 1mgg setelah operasi laparoskopi dan 2mgg pasca laparoskopi sudah bisa beraktifitas seperti sebelum dilakukan lapaaroskopi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  28. Selamat malam dokter...

    Saya pernah laparoskopi januari 2012, tidak dilakukan pengangkatan kista hanya sekedar diagnosa aja karena saya riwayat PCOS, tapi tidak ada kista. Saya ingin tanya adakah efek samping dari tindakan laparoskopi ini? Karena pasca laparoskopi di pusar saya setiap bulannya selalu berair, kadang disertai rasa kram perut. Saya pernah konsultasikan keluhan saya ke dr spog, oleh dr diresepkan salep bactroban dan diwanti wanti jangan sampai infeksi. Saya juga keloid dok, bekas luka operasi laparoskopi saya tebal dan berparut.

    Bulan ini saya akan mengikuti program bayi tabung dok. Adakah pengaruh keluhan saya ini dengan program bayi tabung?

    Terimak kasih atas penjelasannya dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Ibu di sana, yg akan menjalani bayi tabung...
      Luka bekas operasi laparoskopi yg terjadi keloid dan yg masih basah TIDAK berpengaruh thd program by tabung yang akan anda jalani nantinya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  29. Selamat Malam Dokter..
    Usia saya 27th dan baru memiliki 1 putri kelahiran tahun 2008, tahun 2010 saya tinggal di surabaya dan suami dikalimantan timur,,, sy tidak pernah KB atau memakai pengaman selama berhubungan.. suami sy rata2 sebulan sekali berkunjung ke surabaya.. hmm..awalnya kami tidak menganggap serius bahwa sy tidak kunjung hamil... tapi seiring waktu akhirnya kami resah dan sangat menginginkan kehadiran baby... karna suami sy menginginkan bayi laki2 kamipun melakukan inseminasi sebanyak 3x..karna tak kunjung hamil akhirnya sy di sarankan HSG dan hasilnya saluran tuba kanan kiri tdk terisi cairan kontras samasekali dan cairan kontras kembali keluar alhasil disaran bayi tabung... menurut dokter bagaimana? apa yang harus sy lakukan? kondisi hormon dan sel telur dinyatakan baik.. dan juga sperma suami sy... apakah boleh melakukan HSG dalam keadaan di anastesi? terimakasih dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Drupadi...
      Saran saya drpada dilakukan HSG ulangan lebih dilakukan laparoskopi diagnostik tuk melakukan evaluasi saluran tubanya...krn HSG tidak dibius sdg laparoskopi dgn pembiusan seblm anda memutuskan melakukan prosea bayi tabung

      Hapus
  30. Assalamualaikum dokter...
    Sy meta 27 thn,sy tinggal ∂ï banda aceh,sy sudh mpunyai seorang putri klahiran 2011,sy mmpunyai kista coklat Чªήğ berukura 6,6 cm ∂ï indung telur sbelah kiri, sy pernah ∂ï operasi november 2013 dgn cara kistektomi n stelah operasi sy ∂ï sarankan suntik tapros slama 3x,sy hanya mlakukan suntik tapros sbnyak 2x n slama 3bln sy ƍäª haid,∂ï bln mei 2014 sy haid pertama stelah tapros, tp perut sy msh terasa nyeri, sy curiga kl kista Ώyå kambuh ℓa̐ªgĩ, sy langsung ke praktek dokter SpOG, K.FER, bgitu ∂ï USG kcurigaan sy benar, kista Ώyå kambuh ℓa̐ªgĩ bahkan kanan kiri brukuran 3cm, dokter R mnyarankan sy untuk tapros, bln depan Ώyå sy kmbali ℓa̐ªgĩ, kista cm mngecil 2mm,donter R mnyarankan untuk laparaskopi krna kmungkinan sy hamil lebih besar karna mngingat usia sy msh 27 thn
    Чªήğ ingin sy tanyakan:
    Kenapa ݪªª dokter kista sy bs kambuh pdahal sy sudah ∂ï operasi n ∂ï suntik tapros?
    Apa stelah laparaskopi sy bs hamil?
    Dan stelah laparaskopi kista Ώyå bs kambuh ℓa̐ªgĩ?
    Terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikummusalam wr.wb….bu Meta di Aceh,
      Kista endometriosis atau penyakit endometriosis pada umumnya (meskipun belum terbentuk kista endometriosis) adalah termasuk penyakit kronis-progesif, artinya penyakit endometriosis ini termasuk penyakit menahun dan jika tidak diobati dengan baik sangat mudah kambuh dan tambah parah keadaannya. Penyakit ini sangat 'hormonal (estrogen) dependent' sehingga selama wanita yang menderita endometriosis ini masih menghasilkan hormon estrogen (yaitu dgn ditandainya haid yg teratur) maka selama itu pula ada kemungkinan kambuh cukup besar sekalipun sudah dilakukan operasi baik lapartomi ataupun laparoskopi. Penyakit endometriosis ini akan sembuh jika wanita itu sudah menopause (karena sudah tidak memproduksi hormon estrogen lagi) atau hamil (itupun selama hamil saja, selesai hamil bisa saja kambuh lagi).

      Setelah dilaparoskopi apakah bisa hamil? jawabannya sangat tergantung keadaan organ reproduksi anda saat dilaparoskopi terutama keadaan saluran tubanya, apakah saluran tubanya masih baik/bagus ataukah sudah rusak karena perlekatan akibat endometriosis. Jika saat laparoskopi didptkan keadaan saluran tuba anda rusak maka pasca laparoskopi harus bayi tabung untuk kemungkinan bisa hamil.
      Namun yang lebih penting lagi, karena ibu sudah pernah dilakukan operasi kista sebelumnya maka jika kista ibu diambil/dioperasi lagi saat ini maka ada kemungkinan cadangan sel telur anda akan berkurang maka hal ini akan memperparah keadaan ibu untuk bisa hamil selanjutnya.

      Seperti yg saya sampaikan di atas, meskipun sudah dilaparoskopi kista endometriosis/kista coklat anda bisa saja kambuh lagi selama anda belum menopause, selama anda belum hamil.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. SEmoga bermanfaat. Tks

      Hapus
    2. Terimaksi dokter ats jwaban Ώyå
      M̶̲̥̅̊​A̶̲̥̅̊A̶̲̥̅̊Ғ dokter sy ♏ªªu tanya
      Jd menurut dokter cara apa Чªήğ terbaik buat saya?
      Selama suntik tapros ke 3 sy msh haid kl ƍäª salah tgl 10 april ,tgl 16 april sy kembali ℓa̐ªgĩ ke dr R dan sy ∂ï suntik tapros Чªήğ ke 4,tp stelah 4hr ∂ï tapros tgl 20 april sy malah haid ℓa̐ªgĩ dokter,
      Sy heran bkn kah kl ∂ï tapros ƍäª akan haid,tp ne kok bs dlm 1bln 2x haid dokter?
      ˚˚♥♍άKα§îîîîîĦ♥˚˚ ݪªª dokter ats jawaban Ώyå ...

      Hapus
    3. Saran saya, jalan terbaik adalah laparoskopi kmd setelah laparoskopi segera diprogram hamil (jika anda ingin hamil lagi). Dari laparoskopi nanti dapat dipastikan anda masih bisa proses hamil normal ataukah proses hamil anda harus melalui proses bayi tabung.
      Karena semakin cepat hamil akan lebih baik daripada kista endometriosisnya lebih dahulu kambuhnya.
      Tks

      Hapus
  31. Sore dokter saya nia 28 thn sdh menikah sekitar 5 bln, awalny saya ingin promil tp setelah dtg k dr.kandungan saya kaget kata dokter saya ada kista 5cm di sebelah kanan dan dokter menyarankan untuk operasi, tp saya lupa tanyakan operasi laparoskopi apa bkn? Bisa rekoment dokter yg bs laparoskopi d daerah sukabumi dok? Lalu apa setelah operasi kista itu tdk akn tumbuh lg krn saya ingin sekali hamil dok? Skrg saya hanya minum herbal dan cekup rutin aja? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Nia di Sukabumi…

      Maaf, klo dokter kandungan yg bisa melakukan laparoskopi di Sukabumi saya tidak tau, sehingga tidak bisa memberikan rekomendasi dokter kandungan siapa yang biasa melakukan laparoskopi di Sukabumi.
      Jika kista yang anda alami adalah kista coklat/kista endometriosis maka bisa saja kambuh lagi meskipun sudah dilakukan operasi (baik laparoskopi atau laparotomi). Cuma klo operasi laparoskopi kemungkinan kerusakan cadangan sel telurnya lebih sedikit daripada laparotomi padahal cadangan sel telur yang sehat sangat penting untuk program hamil anda.
      Jadi jika kista tersebujt adalah kista coklat/kista endometriosis maka ada pengobatan2 lebih lanjut pasca operasi untuk mengurangi angka kekambuhan kista tersebut.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  32. Dear Dr. Relly..
    Sy Yuanita disurabaya, usia 27thn, 1thn 5bln menikah, blm dikaruniai momongan.
    Mens sy rutin tiap bulan maju 5hari.
    Kondisi sy : ada kista dikanan 6cm & sdh dihidrotubasi 21/04/2014 ada perlengketan parah.
    Saya mau tanya Dok :
    biaya laparaskopi utk kasus saya brp ya Dok?
    2010 sy operasi laparatomi karna ada kista kiri & kanan (6 & 8 cm)
    Dok, dgn kondisi sy seperti ini, apa sy bisa langsung program bayi tabung tanpa harus operasi laparaskopi? Trus terang kami terkendala biaya, sedangkan kami ingin memiliki keturunan.
    biaya utk bayi tabung brp ya Dok?

    Biaya yang ringan di RS mana ya Dok (yg biasanya dokter praktek)..
    sy tahu dokter waktu sy hidrotubasi di RS Putri & tanya2 proses bayi tabung.

    Terima kasih banyak dok..
    Mohon bantuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Yuanita,

      Jadi sekarang kista anda kambuh lagi ya ? klo boleh tau pd th.2010 jenis kista yg dioperasi kista apa bu ? kista coklat/kista endometriosis atau kista jenis lain ?
      Jika kista coklat/endometriosis maka angka kekambuhannya cukup tinggi maka (jk mmg betul kista yg dulu mrp kista coklat/endometriosis) kemungkinan kista yg skrg ini mrpkan kekambuhan kista yg lalu

      Kista endometriosis ini akan merusak/mengurangi sel telur yg sehat….sehingga ada kemungkinan cadangan sel telur anda saat ini juga mulai turun/rendah akibat adanya kista2 yll dan kista yg sekaarang.
      Dengan menurunnya cadangan sel telur ini akan menurunkan angka keberhasilan bayi tabung selain biaya bayi tabungnya juga akan semakin mahal dgn seiring berkurangnya cadangan sel telur seorang wanita.
      Dengan kondisi spt anda sekarang ini biaya bayi tabung bisa mencapai 50-60 jutaan karena dosis obat yg dibutuhkan utk proses bayi tabung semakin tinggi dg semakin rendahnya cadangan sel telur yg anda alami.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  33. kista saya klo menurut dokter kista cair berisi air dok? saya skrg sdg menggunakan herbal madu untuk pengobatan sdh 2 bln dok saya g cek up? klo yg berisi cairan itu msuk nya kategori kista apa dok truz apa msh besar kemungkinan saya memiliki keturunan dok , saya ingin sekali hamil dok saya sangat khawatir jd fikiran truz byk ketakutan ? terimakasih dok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Bu Nia Andriani,

      Namanya kista itu pasti isinya berisi cairan atau lebih tepatnya kista adalah tumor yg berisi cairan. Kista itu ada 2 macam, yaitu kista jinak atau kista ganas. Untuk memastikan keduanya harus dilakukan pemeriksaan kista tersebut ke laboratorium atau dinamakan pemerisaan PA (Patologi Anatomi). Kista baru bisa dilakukan pemeriksaan PA jika kista tersebut sudah dilakukan pengambilan/pengangkatan/operasi kistanya tersebut.
      Kista tersebut bisa saja mempengaruhi kesuburan. Untuk itulah jika diketahui anda menderita kista maka sebaiknya dilakukan monitor dan pemeriksaan lebih lanjut dan intensif thd kista anda.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  34. pagi dok , kmrn siang saya cek up k dokter kandungan yg lain tp malah d saran kan untuk program hamil dgn ada ny kista dan saya d beri obat proxidan 400 ? menurut dokter bahaya apa tdk kl saya melakukan promil sambil ada kista . terimakasih dok

    BalasHapus
  35. Selamat pagi juga bu Nia,

    Wah, klo saya tidak setuju ya klo selama ada kista pada seorang wanita (apalagi jika kistanya berukuran >5cm) untuk dilanjutkan program hamil karena obat2 penyubur hormonal yg digunakan pada program hamil bisa memicu bertambah besar ukuran kista tersebut….iya klo kista tersebut termasuk kista jinak tapi klo ternyata kistanya termasuk kista ganas maka penanganannya akan terlambat.

    Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

    BalasHapus
  36. Selamat malam dokter.. saya di diagnosa dokter ada kista endometriosis dengan ukuran 15cm dan 7cm.. apakah masih bisa dilakukan laparoskopi? Karena dokter yang saya kunjungi menyarankan saya untuk laparatomi mengingat sudah terlalu besar ukurannya. Mohon infonya dok.. karrna saya harus segera ambil keputusan.. teromakasih atas bantuannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Vira,

      Selama ini, insyallah, kista endometriosis berukuran 15cm dan 7cm tersebut masih bisa kita lakukan laparoskopi di Surabaya.

      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  37. dokter bisa kasih referensi dokter utk laparoskopi di daerah Semarang?
    terima kasih Ana Semarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Ana di Semarang,

      Silakan cari dr.Indra Susianto di RS Elizabeth Semarang atau di RSIA Anugerah Semarang

      Sekian Tks.

      Hapus
  38. terima kasih,blog anda sangat bermanfaat buat sy..

    BalasHapus
  39. hai dok,
    sy ari 27th. sudah aktif berhubungan seksual sejak usia 19th. 2th belakangan ini sy sering mengalami sakit perut hebat saat menstruasi, dan susah beraktivitas. sudah sempat berobat ke dokterkandungan. dokter memvonis sy terkena endometriosis. dan sejak 6 bulan belakangan ini, sy mengalami keputihan yg berbau busuk, kental seperti susu basi dalam jumlah yg banyak. sudah sempat ke dokter dan diberi antibiotik, tp tidak ada perubahan. sekarang sy juga mengalami, keluar cairan dr vagina, berasa seperti menstruasi, tp yg keluar cairan seperti air tajin. sy khawatir, apakah endometriosis dan keputihan sy ini berbahaya dan bisa menimbulkan kemandulan? apakah endomteriosis sy ini ada hubungannya dgn keputihan berkepanjangan yg sy alami? mohon saran dari dokter, apa tindakan selanjutnya yg harus sy lakukan?? trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Ari,.....

      Endometriosis dan keputihan (infeksi) adalah 2 keadaan yang berdiri sendiri namun keduanya jika tidak diobati dengan baik maka akan menyebabkan gangguan kesuburan/kemandulan.
      Oleh karena itu jika anda dicurigai adanya endometriosis maka harus diobati secara baik dan teratur hingga anda menikah nantinya.
      Pengobatan endometriosis adalah pengobatan jangka panjang bukan pengobatan hanya sesaat saja karena endometriosis adalah penyakit kronis/ menahun yang angka kekambuhan cukup tinggi.

      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

      Tks

      Hapus
  40. Pagi Dok, saya mau tanya tindakan operasi laparoskopi miomektomi masuk kedalam jenis operasi major atau minor?

    terima kasih


    Budi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear pak Ig.Budi Prasetya,

      Operasi laparoskopi miomektomi adalah termasuk operasi khusus/canggih...tidak termasuk operasi kecil(minor) dan bukan pula termasuk operasi besar (mayor)....karena meskipun operasi laparoskopi hanya melalui lubang kecil tetapi dgn laparoskopi mampu melakukan operasi angkat miom, angkat kista dan angkat kandungan dimana operasi2 tsb selama ini dilakukan dgn operasi laparotomi (operasi mayor).

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    2. Terima kasih Dok, maaf saya lupa dokter istri saya bilang ini complex. karena ada masalah asuransi saat istri saya keluar jadinya bingung ini major atau minor padahal di history pembicaraan di HP Dokter istri saya bilang ini minor. Seharusnya yang saya tanyakan adalah minor atau complex..jika dari jawaban Dokter di atas ini masuk operasi complex ya..?


      Budi

      Hapus
    3. Dear pak Budi,

      Setiap vendor asuransi punya kriteria sendiri2 untuk penggolongan operasi…..biasanya memang sering terjadi perdebatan antara saya sebagai dokter dengan vendor asuransi mengenai penggolongan operasi laparoskopi, apalagi asuransi yang tidak update perkembangan teknologi kedokteran….cenderung menganggap operasi laparoskopi adalah operasi kecil padahal sekarang dengan operasi laparoskopi mampu melakukan operasi2 yang dulunya hanya bisa dilakukan dengan operasi2 laparotomi (yg digolongkan oleh mereka sebagai operasi besar)….padahal risiko antara operasi laparoskopi dan laparotomi sama…cuma masalahnya tidak semua dokter kandungan mampu melakukan laparoskopi.

      Oleh karena itu saya sebagai dokter tidak bisa mengintervensi kreteria penggolongan operasi yang dimiliki oleh vendor asuransi.

      Demikian yang dapat saya sampaikan.

      Hapus
  41. Assalamualaikum Wr.Wb..
    Selamat malam & Salam kenal Dokter..

    Saya umur 37 th blm nikah,bbrp bulan ini saya selalu mengalami nyeri haid yg hebat yang kadang menjalar ke punggung bagian bawah,siklus haid saya dibawah 28 hari.Sy sdh konsultasi pada 2 dokter yg berbeda ttp dg diagnosa yg berbeda. Dokter A mendignosa sy Infeksi Saluran Kemih,sementara Dokter B mendignosa endometriosis std 3 dan disarankankan untuk laparoskopi diagnostik,dr gejala2 yg sy rasakan apakah sy menderita endometriosis ? Mohon rekomendasi dokter/rs yg bisa melakukan laparoskopi di Kota Padang..

    Terima kasih Dokter,
    Salam
    Erni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikummusalam wr.wb,

      Dear mbak Erni di Padang,

      Untuk penegakan diagnosis secara pasti adanya endometriosis hingga saat ini satu2nya cara adalah dengan tindakan laparoskopi diagnostik.
      Di kota Padang, coba silakan ibu konsultasi ke Dr.Putri.,SpOG-KFER mungkin beliau bisa melakukan laparoskopi diagnostik.

      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  42. siang dok. saya wanita usia 32 th, menikah sudah 6th dan blm pernah hamil tanpa KB. suami didiagnosa asthenozoospermia, sy pernah menjalani ISSG oleh dr astrid padang dinyatakan sal tuba tdk ada sumbatan. pertanyaan saya tindakan apa yg hrs sy jalani utk promil selanjutnya?sy & suami tinggal diluar kota dan hanya pulang ke sby 1bln sekali. makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang juga ibu Anonim…(maaf tidak ada namanya)

      Tindakan selanjutnya saya sarankan untuk dilakukan Laparoskopi Diagnostik untuk mengetahui keadaan saluran tuba anda apakah baik, tidak ada perlekatan atau tidak baik karena ada perlekatan. Meskipun tubanya tidak buntu tetapi jika ada perlekatan di daerah tuba maka hal ini akan mengganggu kesuburan anda, sedangkan perlekatan tidak tampak/terlihat dari USG/ISSG ataupun HSG.
      Kenapa saya menyarankan Laparoskopi ? karena usia anda sudah >30thn dan lama pernikahan anda sudah >3th….kita berpacu dengan usia anda, semakin bertambah usia wanita maka akan bertambah sulit hamil karena sel telurnya berkurang…meskipun dgn metode bayi tabung sekalipun.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  43. Assalamualaikum..dr.relly, saya yenni 27 thn, saya mau tanya apakah operasi laparoscopy di rsud dr.soetomo surabaya itu bisa gratis jika pakai bpjs..mohon jawaban infonya dok, trimakasih .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikummusalam mbak Yenni,

      Selama syarat & kententuan berlaku, maka bisa saja pakai bpjs tidak perlu tambahan biaya.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  44. Nama saya Ana,usia saya 32 th sudah lepas KB hampir 2 tahun & ingin pny anak yg kedua tp tnyta ada kista ovarium di sebelah kanan & saya tidak tau apakah ada perlengketan atau tidak, sebaiknya saya melakukan operasi metode laparotomi atau laparoskopi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Ana,

      Jika anda masih mengharapkan kehamilan lagi maka saran saya lebih dilakukan metode laparoskopi untuk mengangkat kista ovarium yang anda alami sekarang.

      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

      Tks

      Hapus
  45. Salam kenal dok, umur sy 32thn suami 34thn. Menikah sudah 4thn belum pernah hamil. Sejak bln september lalu kami sudah melakukan prog IUF sebanyak 3x, prog yg pertama dan kedua blm berhasil, yg ketiga sdg menunggu hasil saat ini hari ke 12 pasca tp sy blm mrasakn ad gejala apapun beda dengan IUF sblumnya ada kram perut rasa kembung dll. Hasil diagnosa kegagalan IUF sblumnya krn dinding rahim tipis dan sperma sedikit IUF 1 hasil 1,5jt pascawash dan ke-2 1,7,jt. IUF ketiga ada peningkatan 3,8jt. Sy di diagnosa PCO dan suami vol sperma sedikit. Hsl HSG kedua tuba sy patent. Yang mau kami tanyakan:

    1. Langkah apa sebaiknya selanjutnya yg kami lkkn seandainya "tidak diharapkan" IUF ketiga ini blm brhasil juga. Kami berdomisili di Bengkulu. Tp utk prog IUF kami lkkn di RS Melinda Bandung. ??
    2. Terakhir IUF dokter menyebutkan saluran rahim sy sempit jd swktu penyuntikan sperma ada bloking, klu seandainya yg ketiga ini blm berhasil hrs dilakukan pelebaran saluran, yg dimksd dgn tindakan ini apa ya dok??

    Atas bantuannya kami ucapkan terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Yana,

      Jika sudah 3X IUF gagal maka selanjutnya saya menyarankan IVF (InVitro Fertilization) atau Bayi tabung karena angka keberhasilannya lebih tinggi IVF daripada IUF.

      Jika terjadi penyempitan di daerah mulut rahim, shg terjadi bloking saat memasukan sperma maka saran saya sebaiknya dilakukan histeroskopi, yaitu suatu tindakan dengan memasukan alat endoskopi/teropong ke dalam rongga rahim melalui vagina. Dengan histeroskopi ini dapat diketahui penyebab bloking tersebut sekaligus dilakukan pelebaran saluran di mulut rahim.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  46. Dok, tindakan histeroskopi tsb melalui operasi (pembiusan total) atau seperti hsg kah?

    Kisaran biayanya umunnya berapa dan kalau kami memutuskan program ivf apakah tetap harus menjalani tindakan histeroskopi tsb dok? Tks sblumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Yana,

      Jika untuk diagnostik saja, tindakan histeroskopi dilakukan tanpa pembiusan (seperti HSG juga tanpa dibius).
      Namun jika tindakan histeroskopi bertujuan untuk mengangkat polip atau miom di dalam rongga rahim maka histeroskopi dilakukan dengan pembiusan total.

      Idealnya atau sebaiknya sebelum IVF dilakukan diagnostik histeroskopi terlebih dahulu.
      Biaya diagnostik histeroskopi di Graha Amerta berkisar 1-2 jutaan.

      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus