Selamat datang, selamat bergabung di blog ini. || Semoga bermanfaat..... ||

Jumat, 05 Maret 2010

Mioma Uteri (Tumor Jinak di Rahim)

Mioma uteri adalah tumor/benjolan padat seperti 'daging/pentol bakso' yang tumbuh di rahim. Tumor atau benjolan ini bersifat jinak bukan ganas, namun pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh hormon wanita yaitu estrogen maupun progesteron. Oleh karenanya tumor ini tumbuh dan berkembang pada wanita usia reproduksi tetapi tumor ini akan terhambat pertumbuhannya atau bahkan dapat mengecil jika wanita tersebut sudah menopause.

Gejala atau keluhan wanita dengan mioma uteri sangat bervariasi, mulai dari tidak ada keluhan hingga timbul keluhan yang dapat mengganggu aktifitasnya sehari. Jika tidak ada keluhan, wanita dengan tumor ini, terdeteksi saat periksa ke dokter dengan keluhan lain misalnya ingin punya anak atau keputihan dsb. Wanita yang mengalami hal ini, apakah perlu diambil/dioperasi mioma uterinya ???????? Hal ini menjadi 'perdebatan/kontroversi' dibidang kedokteran. Ada yang berpendapat meskipun tidak ada keluhan, miomanya harus diambil karena kalau dibiarkan (terutama usia reproduksi) maka mioma uteri akan membesar, sedangkan pendapat yang lain, untuk apa dilakukan operasi jika tidak ada keluhan, cukup dilakukan monitoring saja pada wanita tersebut apalagi jika wanita itu usianya mendekatai menopause. Toh pada menopause miomanya akan mengecil sendirinya.
Namun disepakati bersama oleh para ahli dokter ginekologi bahwa jika mioma uteri tersebut mengganggu kesuburan seorang wanita (krn mioma uterinya berada di rongga rahim misalnya) maka mioma tersebut harus diambil/dioperasi. Sehingga menurut pendapat saya, penanganan mioma pada wanita yang tanpa keluhan, perlu diskusi bersama antara dokter, pasien & suami/keluarga pasien untuk mengambil keputusan yang terbaik buat pasien/wanita tersebut.
Sedangkan mioma yang disertai keluhan dapat berupa benjolan di perut bagian bawah, nyeri saat haid ataupun diluar haid, gangguan BAK atau BAB dan adanya gangguan haid. Nah, wanita dengan keluhan-keluhan seperti ini sebaiknya dilakukan operasi/pengambilan mioma uteri.

Pengobatan/terapi, pilihan terapi pada wanita dengan mioma uteri ini ada 2 (dua) macam yaitu; yang pertama adalah Non Operatif terapi hanya dengan monitoring/kontrol/check up rutin untuk melihat perkembangan miomanya apakah ukurannya tetap atau bertambah besar. Obat-obatan untuk mioma hingga saat ini tidak ada yang 100% efektif menyembuhkan/menghilangkan mioma uteri (baik obat minum ataupun obat suntik). Jika obat-obatan tersebut dihentikan maka miomanya akan tumbuh besar lagi atau keluhannya muncul lagi.
Yang kedua adalah Operatif yaitu melakukan tindakan pembedahan atau pengambilan mioma dengan cara dioperasi. Terapi ini sangat dianjurkan kepada wanita-wanita dengan mioma uteri yang telah terdapat keluhan/gejala. Tindakan operasi/pembedahan pada mioma uteri ini dapat dilakukan dengan 2 macam pendekatan yaitu pertama pendekatan pembedahan konservatif (hanya mengambil miomanya saja disebut dengan miomektomi), yang kedua pembedahan radikal (tidak hanya mengambil miomanya saja tetapi mengangkat rahim sekaligus disebut dengan histerektomi) masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri.
Miomektomi, mempunyai keuntungan yaitu pada wanita tersebut masih bisa haid setelah dilakukan operasi dan masih mempunyai kemungkinan bisa hamil karena rahimnya tidak diambil/diangkat. Sehingga tindakan ini dilakukan pada wanita-wanita yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksi/ingin punya anak lagi. Kerugian tindakan ini adalah ada kemungkinan wanita tersebut dapat terkena mioma uteri lagi di kemudian hari/pasca operasi karena rahim/uterusnya masih ada apalagi wanita tersebut masih usia reproduksi belum menopause.
Histerektomi atau angkat kandungan, mempunyai keuntungan bahwa wanita tersebut tidak akan terkena/menderita mioma uteri lagi dimasa yang akan datang/pasca operasi karena rahimnya juga sudah diangkat. Kerugiannya, wanita yang menjalani histerektomi ini tidak akan haid dan tidak akan bisa hamil lagi pasca operasi. Sehingga tindakan ini dilakukan pada wanita-wanita yang sudah punya anak cukup dan tidak ingin punya anak lagi.

Saat ini tindakan pembedahan mioma uteri, baik miomektomi ataupun histerektomi, dapat dilakukan dengan cara pembedahan invasif minimal ('minimal invasive surgery') atau nama lainnya dengan tindakan LAPAROSKOPI sehingga pasien-pasien dengan mioma uteri dapat cepat sembuh/'recovery' pasca operasinya, lama dirawat di RS lebih pendek, rasa nyeri pasca operasi lebih rendah tingkat nyerinya dibandingkan laparotomi/operasi konvensional dan secara kosmetik lebih baik. LAPAROSKOPI dapat dilakukan baik untuk miomektomi disebut dengan LAPAROSKOPI MIOMEKTOMI ataupun untuk histerektomi/angkat kandungan yang disebut dengan LAPAROSKOPI HISTEREKTOMI. Di Surabaya tindakan kedua laparoskopi tersebut sudah dapat dilakukan.

251 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  32. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  38. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  39. Dok,,,,saya wanita berusia 23 thn, sudah 2 thn terakhir menstruasi saya tidak lancar,,,kadang lama sekali dan kadang banyak darahnya,,,dan juga sakit perut,,saya konsultasi ke dokter,,katanya masalah hormon,,,,dan kemungkinan kena myioma,,,,,trz apakah miyoma tersebut berbahaya?dan bagaimana cara penyembuhanya,,,karna saya belum menikah?,,terimakasih,,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear mbak yg sedang gelisah krn ggn haid.....
      Memang ggn haid bisa macam-macam sebabnya antara lain bisa karena masalah hormon ataupun krn adanya mioma. Sebelum memastikan gangguan haidnya karena hormon harus dipastikan penyebab lainnya sudah disingkirkan. Jika dari hasil USG atau MRI didptkan mioma maka kemungkinan besar gangguan haidnya karena mioma. Mioma itu sendiri merupakan tumor jinak, tidak bisa menyebar ke organ tubuh lain spt halnya kanker..cuma mioma klo dibiarkan bisa menyebabkan perdarahan terus2an tidak berhenti dan bisa menyebabkan wanita tsb kehabisan darah. Untuk memastikan adanya mioma bisa dilakukan pemeriksaan USG/MRI...dan jika ada mioma yg menyebabkan perdarahan/ggn haid harus dilakukan operasi. Operasi mioma sebaiknya dilakukan dgn laparoskopi t.u jika wanita tersebut belum menikah/belum punya anak.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks.

      Hapus
  40. selamat mlm dokter...
    sy dessi usia 38th. sy pernah operasi myoma th 2005 tp tdk pengangkatan rahim krn sy blm pny anak..yg ingin sy tnykan ada kemungkinankah rahim sy menjd kering stlh operasi krn smp saat ini sy blm mempunyai anak..apa yg harus sy upayakan lg dok agar sy bs segera hamil..
    terima kasih dokter...

    balas

    BalasHapus
  41. Malam dok.. Saya baru operasi histerektomi parsial (serviks tetap tinggal) 19 januari 2012 krn myoma uteri secara bedah perut biasa, pasca operasi sy mengalami vlek coklat sekitar 2 minggu, setelah itu berhenti, kmrn saya vlek lagi. Luka operasi udah mulai sembuh, walau ada sedikit keloid dan terasa sedikit nyeri dan gatal. Yg ingin sy tanyakan apakah normal masih ada vlek setelah 7 mgg pasca operasi? Apakah ada kemungkinan ini masa haid sy, krn pernah sy baca kalau msh ada serviks ada kemungkinan utk tetap haid walau hanya vlek saja. Sy khawatir vlek nya krn luka operasi di dlm belum sembuh mengingat sy sudah mulai aktif bekerja setelah istirahat sebulan. Satu lagi dok.. Berapa lama waktu yg aman utk mulai hubungan intim pasca histerektomi? Terima kasih dok.
    Salam
    Noor di aceh

    BalasHapus
  42. Dear bu Noor di Aceh....
    Bisa saja pasca histerektomi parsial masih bisa haid walau cuma sedikit2, tergantung seberapa banyak sisa rahim yang tertinggal/ditinggal/tidak diangkat pada operasi tersebut, klo sisa rahim yg tertinggal (selain serviks yg ditinggal) masih ada maka penderita tsb masih bisa haid setiap bulannya meskipun hanya flek2, yg tau ttg hal tsb adalah dokter yang mengoperasi ibu.
    Tetapi yang penting lagi adalah, jika serviks tidak diangkat (parsial histerektomi), melakukan pemeriksaan rutin pap smear tiap tahun karena risiko terjadinya kanker serviks/mulut rahim masih ada.
    Pasca histerektomi yang paling aman untuk melakukan hubungan intim adalah 3 bulan pasca operasi.
    Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih...

    BalasHapus
  43. Terimakasih banyak dok atas informasinya. Dokter yg menangani operasi sy tdk menjelaskan seberapa banyak rahim tersisa, beliau hanya mengatakan serviks tdk diangkat krn vagina sy pendek. Sejak tgl 8 kmrn sy vlek, tetapi tdk nyeri. Bln lalu jg vlek sdkt sekitar tgl 8 jg, makanya sy berpikir apakah ini siklus haid. Kalau memang bkn haid.. Apakah vlek ini berbahaya dok? Apakah sy perlu istirahat lg sementara dan kembali mengurangi aktivitas? Terima kasih
    Noor di aceh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk memastikan apakah haid atau bukan, kita lihat 3 bulan kedepan, apakah setiap bulan (setiap tgl 8) tjd flek-flek ? Jika ia, maka ada kemungkinan flek2 tsb adalah darah haid, tetapi jika dalam 3 bulan ke dpan tidak keluar flek2 lagi maka itu bukan darah haid tetapi flek2 yg disebabkan proses penyembuhan luka di dalam perut akibat rahimnya diangkat.
      Jika darah/flek2nya tidak banyak dan tidak nyari tidak perlu harus 'bed rest' total, beraktifitaslah seperti biasa tetapi jika flek2nya tambah banyak dan lebih dari 2mgg nggak berhenti2 maka sebaiknya perlu istirahat/mengurangi aktifitas yg ada sekarang.
      Demikian yg dapat saya sampaikan...semoga dipahami dan dimengerti.

      Hapus
  44. Minggu depan 5 April 2012 saya akan operasi laparoscopy karena mioma sudah 9 cm. Sejauh ini tidak ada keluhan sakit, tapi saya pernah keguguran 2 kali. Usia saya 37 tahun, sangat menginginkan anak. Saat ini dag dig dug menunggu dioperasi. Setelah operasi kapan boleh berhubungan dengan suami? (saya tinggal di Jepang untuk menanyakan ini malu, dokter di Jepang sangat santun). Setelah istirahat berapa minggu bisa langsung kerja kembali? untuk menutup biaya operasi yang tidak sedikit. Mohon jawabannya, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Ibu yang di Jepang...
      Memang mioma sebesar itu sebaiknya dilakukan operasi. Sekarang mioma sebesar tersebut tidak ada halangan dilakukan operasi laparoskopi.
      Pasca operasi laparoskopi rata2 2mgg pasca laparoskopi sudah bisa melakukan aktifitas seperti seblum operasi....termasuk melakukan hubungan suami-isteri dan bekerja kembali spt sedia kala.
      Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga saat ini rasa dag-dig-dug nya sudah berkurang dan siap dilakukan operasi laparoskopi miomektomi (angkat miom).
      Salam......

      Hapus
    2. ass dok,,dok saya mau tanya,seminggu yang lalu saya oprasi mioma uteri,tp sepulang dari rumah sakit saya langsung beraktivitas,kadang sering nyeri setelah itu dan saya merasa di dalam bekas jahitan rasanya mengeras....terus lagi dok,setiap setelah makan pasca oprasi saya langsung pengen BAB,,apa itu ada hubungan nya????dan apakah berbahaya??

      Hapus
    3. Maaf ini apakah ibu yg dari Jepang itu....?
      Klo Iya apakah operasi laparoskopi miomanya dimajukan ? nggak jadi tgl 5 April kemarin ya ?
      Memang rasa nyeri pasca operasi laparoskopi mioma akan masih terasa 1-3 hari (bahkan 1mgg) setelah operasi, namun lambat lain akan berkurang dan rata2 2mgg pasca operasi laparoskopi akan sudah tidak begitu nyeri lagi.
      Klo masalah BAB tsb bisa karena adanya rangsangan nyeri ulu hati/gastritis/maag...selama tidak diare, nggak perlu obat2an
      Demikian yang bisa saya sampaikan. Trima kasih

      Hapus
  45. Pagi dokter.. Saya ibu noor dari aceh..Semoga dokter dalam keadaan sehat, saya mau nanya lagi nih dok.. Kemarin saya vlek lagi dok, disertai nyeri seperti saat haid, ini jg tepat dengan siklusnya, bulan maret lalu tgl 8, skrg tgl 6. Bulan lalu vleknya sampai 6 hari tp tidak banyak, warna coklat kehitaman. Apakah ini benar2 'mini period'? Apakah ada treatment yg bisa dilakukan agar siklusnya benar2 berhenti dok? Terima kasih atas informasinya dokter
    Noor.. Aceh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu Noor kayaknya kemungkinan flek2 yg terjadi adalah 'mini period' akibat adanya sisa rahim yang tdk diangkat saat dilakukan parsial histerektomi (supra vaginal histerektomi) karena rutin tiap bulan tjd flek-flek. Apakah flek2 tsb mengganggu sekali buat ibu. klo tidak mengganggu sekali berarti nggak perlu dilakukan apa2 selama hanya flek2 saja bukan darah haid yg bnyk dan bergumpal2. Tetapi klo hal tersebut mengganggu sekali maka bisa diberikan obat2an spt pil KB atau dilakukan tindakan operasi...
      Demikian ibu.....

      Hapus
  46. Malam dok, saya Lucia yang tinggal di Jepang operasi tanggal 5 april kemarin sukses tanggal 10 April baru boleh pulang, setelah perut yang dilubangi kering. Atas perhatianya saya ucapkan terimakasih dan sukses selalu untuk dr.Relly, setelah Lo ini sebenarnya saya ingin baby program tapi sayang sekali saya tinggal di Jepang tidak semua RS bisa baby program.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah....selamat ya bu Luia telah menjalani operasi LO miomektomi dgn sukses. Semoga bisa segera cepat pulang ke rumah dalam keadaan sehat selalu.
      Iya klo mmg ingin hamil sebaiknya ditunggu maksimal 1th pasca operasi apakah terjadi kehamilan atau tidak. Bila tidak hamil juga dlm rentang waktu tsb maka sebaiknya segera mengikuti program kehamilan (baby program) karena usia ibu sudah >35th.
      Demikian ..... terima kasih.

      Hapus
  47. Met Siang dok,
    Mama saya di diagnosis Mioma Uteri, dan kata dokter harus di lakukan operasi... Mama saya berumur 50 thn, dok, dari hasil USG, miomanya udah sebesar buah mangga. Yang mo saya tanyakan, menurut dokter mama saya baiknya di operasi Momektomi atau Histerektomi ? Saya takut kl nanti miomanya jadi lagi...Kl sdh mau menopause kemungkinan miomanya kambuh lagi kecil ya dok? Berapa lama harus istirahat pasca operasi? Soalnya mama saya pekerjaannya melibatkan aktifitas fisik yg ckp berat... Oh ya dok, untuk biaya operasi Momektomi, Histerektomi sm LO berapa? Mohon infonya ya dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mioma uteri, jika tidak ingin kambuh lagi sebaiknya dilakukan histerektomi/angkat kandungan jika ybs sudah tidak ingin menambah keturunan lagi.
      Mioma uteri bisa dilakukan LO baik angkat miomanya aja (miomektom) atau angkat kandungan (histerektomi). Jika LO; angkat mioma atau angkat kandungan perlu istirahat di RS sekitar 2-3hr kmd istirahat di Rumah sekitar 1mgg, setelah itu bisa beraktifitas spt semual. Rata2 2mgg pasca LO, pasien2 tsb sudah bisa beraktifitas seperti sebelum operasi.
      Biaya LO pengangkatan mioma atau pengangkatan rahim sangat relatif pada masing2 RS di Sby. Jika di kamar Kelas 3 biaya totalnya sekitar 20-25juta totalnya..
      Demikian yang dapat saya sampaikan.

      Hapus
  48. eneng di banda aceh30 April 2012 13.37

    slamat siang dokter,
    saya baru menikah 4 bulan, umur saya 31 tahun. pada saat memasuki bulan kedua pernikahan kami, saya dinyatakan menderita miom, hal ini baru saya ketahui setelah saya mengalami gangguan siklus mens (biasanya normal dan selalu teratur), namun selama 1 minggu kluar flek (hanya jika saya banyak beraktifitas dan naik kendaraan. dan dihari ke 7 saya mens (tapi cairan yg kluar tidak seperti biasa saat sya mens, kali ini lebih banyak gumpalan seperti daging dan lebih kental cairan darahnya), hal seperti ini berlangsung selama seminggu juga. namun sepuluh hari setelah akhir mens, saya mendapatkan mens lg dibulan yg sama (kali ini cairan darahnya berwarna lebih segar dan tidak ada gumpalan2 seperti daging).
    yang ingin saya tanyakan :
    1. mengapa bisa kluar flek (fleknya tidak coklat melaikan agak berwarna pink)
    2. mengapa pada saat mens yg pertama gumpalan yg menyerupai daging bisa kluar lebih banyak dari biasanya.
    apa mungkin sebenarnya saat itu saya memang sudah hamil atau sedang proses pembuahan namun gagal disebabkan karna ada miom.
    3. dan mengapa sepeuluh hari kemudian saya mens lg.

    terus terang dokter saya merasa tidak puas berkonsultasi dengan dokter yang memeriksa saya,dia hanya memberikan foto hasil USG 4D kepada saya tanpa menjelaskan secara detail tentang penyakit miom saya.sedangkan saya sama sekali tidak mengerti membaca foto hasil USG tersebut. yang saya ingat dokter tersebut mengatakan kalau miom saya sebesar 6 cm, pada saat USG rahim saya agak membengkak yang disebabkan oleh miom tersebut tapi rahim saya dinayatakan baik2 saja dan tidak ada masalah dia cuma menyarankan agar saya melakukan suntikan ENDROLIN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat mbak Eneng di Banda Aceh...
      Salah satu gejala adanya mioma adalah terjadinya gangguan haid. Gangguan yg terjadi adalah haidnya banyak dan bergumpal-gumpah serta haidnya sebulan bisa lebih dari sekali kmd jika haid berhentinya lama (>7hr)). Mengapa hal ini terjadi? karena mioma menyebabkan perubahan/distorsi rongga rahim dimana darah menstruasi berasal lepasnya kelenjar2 dipermukaan rongga rahim shg krn distorsi itulah terjadi gangguan haid. Klo dilihat cerita mbak Eneng, kayaknya gumpalan darah yg terjadi lebih karena mioma drpd kegagalan kehamilan. Sebaiknya dilakukan USG transvagina (USG melalui vagina) agar lebih jelas posisi miomanya dimana, apakah mioma mendistorsi rongga rahim atau tidak. Klo rahimnya posisinya mendistorsi rongga rahim, maka sebaiknya dilakukan pengangkatan mioma melalui laparoskopi krn anda belum punya anak.
      Demikian yg dapat saya sampaikan...trima kasih

      Hapus
  49. Salam kenal Dok... nama saya Devi usia 28 th, sudah menikah tetapi belum memiliki baby. Akhir bln Februari kemarin saya operasi miom yg letaknya di pintu rahim, saya di operasi melalui operasi cesar. Kemudian di akhir bulan Maret saya mendapat mens dan itu selama 1 bulan. Tapi mens yang keluar hanya sedikit2 saja (kadang darah merah, kadang flek kecoklatan). Saat mens hari 5, saya di beri obat Protyta. Kemudian setelah beberapa minggu mens selesai, terkadang keluar flek lagi selama beberapa hari. Yang ingin saya tanyakan, apakah efek dari pasca operasi seperti itu? apakah berbahaya atau tidak? Kemudian berapa lama saya boleh memulai program untuk mendapatkan baby? Dan pantangan apa yg harus dihindari untuk saya dan suami saya untuk bisa mendapatkan baby? Mengingat hasil test sperma suami saya oligoteratozoospermia. Terimakasih untuk saran dan masukannya ya Dok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak Devi....
      Menstruasi yg sedikit-sedikit ini bisa disebabkan karena penggunaan obat hormon 'protyra' yg lama atau bisa juga karena bekas operasi miomanya.
      Utk program hamil paling cepat 3bulan pasca operasi (jika saat melakukan operasi miomanya TIDAK menembus dinding dalam rahim). Kemudian melihat hasil analisa sperma suaminya, seyogyanya perlu diobati agar hasilnya lebih baik.
      Terima kasih...

      Hapus
  50. Pagi dok..

    Usia saya sekarang 33thn, saya menikah thn 2010 lalu dan sebulan setelah menikah saya mengalami pedarahan luar biasa (yang sebelumnya saya tidak pernah alami), setelah beberapa kali diperiksa oleh beberapa dokter kandungan berbeda (pernah dikuret bahkan karena dokter mengira itu polip), dokter terakhir akhirnya menjelaskan bahwa itu adalah mioma, setelah 6 bulan penuh "drama" dan pendarahan tanpa henti yang mengerikan, akhirnya kami memutuskan tindakan operasi dengan laparaskop.

    pasca operasi, setiap kali haid saya tidak lagi merasakan sakit, namun saya merasa lebih "kering" dari biasanya, haid saya sedikit, dan singkat (biasanya hari pertama banyak dan bersih sekitar 5hr) sekarang hanya 3hr dan meski hari pertama haid, darah haidnya tidak banyak.

    bulan desember 2011 saya berhenti haid, tp tidak hamil (karena jarang berhubungan juga-faktor kerjaan), sehingga diberikan cycloproginova 3 bulan dan setelahnya haid dengan siklus 31hr.

    pertanyaan saya:
    1. apakah ada kemungkinan singkatnya haid, tidak adanya indikasi subur (vagina saya terasa kering dan pada masa subur kalau saya check dengan ovutest hasilnya selalu tidak subur) sebagai efek dari operasi yang saya alami?
    2. Apakah mungkin haid tp tidak subur?
    3. Sebelum menikah BB saya 47kg, setelah perawatan (terapi hormon) dan operasi menjadi 57.5kg apakah kesuburan jadi menurun karena BB bertambah drastis?
    4. saya sedang berencana kembali periksa ke dokter yang mengoperasi saya (di Johor) apa yang harus saya check dok?
    5. saya dan suami sedang terapi akupuntur, apakah kami boleh teruskan terapi ini?

    terima kasih banyak sebelumnya, maaf kalau panjang dan banyak pertanyaannya..

    elizeta, batam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat bu Elizeta di Batam....
      Memang mioma uteri apalagi jika miomnya didaerah rongga rahim, maka bisa menyebabkan perdarahan/haid yang banyak sekali jumlahnya, maka keadaan ini harus diambil miomanya. Klo boleh tau, ukuran miomanya berapa cm ? dan lokasinya dimana (didalam rongga rahim atau di dinding rahim) waktu sebelum dioperasi laparoskopi ?
      Jika miomanya diangkat seharusnya haidnya tidak banyak lagi. Nah klo melihat cerita anda, dimana haidnya sedikit dan pernah tidak haid kemudian dicek ovutest hasilnya selalu negatif (berarti tidak ada pembuahan/ovulasi) serta BB anda naik sekitar 10kg...maka ada kemungkinan ada penyakit/kondisi lain yang menyebabkan keluhan spt skrg ini yaitu penyakit/kondisi yg dinamakan PCOS (Polycystic Ovarium Syndrome). Oleh karena itu sebaiknya coba diperiksakan ke dokter anda apakah ada tanda2 PCOS pd diri anda.
      Untuk terapi akupuntur, silakan didteruskan selama itu membuat anda berdua 'nyaman'.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  51. Hi Dok, terima kasih sudah merespon pertanyaan saya, saya sangat menghargai advice dokter.

    Miom saya waktu itu berukuran 8cm, dan di dinding rahim.

    Haid saya sekarang teratur (4 bulan terakhir), tp tidak banyak darahnya.

    Saya akan kembali kontrol dalam minggu ini, dan karena periksaan akan dilakukan di Johor kalau bisa dokter advice apa saja yang sebaiknya saya tanyakan? apakah perlu periksa hormon? dan apasaja prosedur pemeriksaan PCOS itu? apakah bisa PCOS tidak terdeteksi pada saat saya dioperasi tahun lalu? Saya menanyakan ini supaya saya bisa mengkira2 berapa lama saya harus disana.

    Terima kasih sekali ya dok, sukses terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk menegakan diagnosa PCOS, perlu pemeriksaan USG vagina untuk melihat gambaran ovarium(indung telur) dimana pada gambaran USG tsb tampak folikel telur/oosit nya kecil2 tidak ada yg besar. Kemudian diperiksa hormonnya; yaitu FSH, LH, E2 serta k.p diperiksakan kadar insulin puasa dan glukosa puasa.
      Bisa saja gejala2 PCOS tjd belakangan setelah operasi, terutama ketika terjadi peningkatan BB.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks.

      Hapus
  52. Dokter Relly, terima kasih banyak ya sudah bersedia memberi masukan berdasarkan profesi dokter. Saya sangat menghargai sikap dan dedikasi dokter. Semoga sukses selalu, dan doakan juga saya ndak ada masalah ya dok..

    saya sudah pernah periksa USG Vagina bulan Desember lalu, sempat bertanya juga apa saya ada masalah PCOS dan dokter bilang bukan PCOS, tp memang harus waspada yah dok, saya berarti akan puasa yah supaya kalau sampai sana disuruh check insulin puasa dan glukosa puasa bisa langsung dilaksanakan. Terima kasih sekali lagi, masukan dokter sungguh berguna.

    Salam, Liza

    BalasHapus
  53. pagi dokter...
    usia saya 23 tahun saya blm menikah, saya di diagnosa mioma uteri... saya takut tdk bisa pnya ank dokter.. katax mioma saya ada d dinding rahim, jdi kemungkinana besar kl operasi rahimx di angkat / histerektomi... sedangkan saya msh blm menikah dan ingin tetep mempertahankan kandungan saya... tapi haid saya byk sekali hingga saya anemia... apakah mioma yg ada d dinding rahim seperti pnya saya itu bisa operasix bisa di lakukan dg laparoskopi gk dokter?
    trimakasih sebelumx...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga buat mbak ? yg disana....
      Memang jika miom sudah menyebabkan gangguan haid (apalagi jika sudah sampai transfusi karena anemia) maka seyogyanya harus diambil/diangkat miomanya. Pada umumnya jika itu memang betul mioma (bukan adenomiosis) maka bisa dilakukan pengangkatan miomanya dgn laparoskopi, cuma untuk itu harus dipastikan dulu dgn pemeriksaan tambahan selain USG adalah MRI (krn anda belum menikah, jika sudah menikah mgkn tidak perlu MRI ttp cukup dgn USG vagina). Oleh sebab itu harus diperiksa dulu kondisi mbak-nya apakah betul miom atau tidak.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Terima kasih...

      Hapus
  54. selamat siang dok
    sekitar 4 hr yg lalu mama saya di diagnosa terkena penyakit mioma uteri, papa saya sudah bawa mama saya k dokter dan begitu tahu ada mioma uteri yg berdiameter 5,6 cm mama saya langsung menawarkan diri utk d operasi
    memang mama saya ada keturunan dari ibunya (eyang saya) yaitu tumor jinak
    ketika mama saya menawarkan utk operasi kata dokter yg memeriksa mama saya, dokter tsb belum bisa mengoperasinya karna katanya dia mau memantau mioma uteri mama saya selama 3 bulan
    dan selama 3 bulan dokter tsb memberi mama saya obat utk menahan rasa sakit namun obat tersebut tdk banyak d berikan krna takut mama saya brgantung pd obat tsb kata dokter
    semntara mama saya tdk kuat menahan rasa sakit yg luar biasa, mama saya sampai menangis menahan rasa sakitnya dan saya bahkan ikut menangis melihatnya walaupun saya tdk tahu sberapa sakitnya itu
    yg saya tanya, apakah mama saya harus operasi skrg atau mengikuti anjuran dokter yg memeriksa mama saya?
    terima kasih sebelumnya dan mohon bantuannya

    Adeline, Batam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang juga mbak Adeline....
      Sebelumnya saya boleh bertanya ya, umur ibunya berapa sekarang ? apakah ibunya masih haid s.d skrg ? kemudian jumlah anak kandung dari ibunya berapa orang ?
      Mioma itu ada 2 jenis; mioma jenis klasik dan mioma yg merupakan bagian dari endometriosis (nama lainnya adenomiosis). Mioma jenis yg terakhir (adenomiosis) memang hingga 70% menyebabkan keluhan nyeri terutama nyeri haid bahkan nyerinya diluar haid juga bisa terjadi. Adenomiosis memang pilihan utama pengobatannya adalah dioperasi dgn mengangkat adenomiosis + rahimnya sekalian karena adenomiosis dan rahim sangat sulit untuk dipisahkan shg jika mengangkat adenomiosis sebaiknya juga bersama rahimnya.
      Sedangkan "pain" / nyeri pada seorang wanita sangat menganggu sekali sehingga bisa mengganggu kualitas hidup wanita tersebut.
      Jadi menurut saya, klo memang mioma yg ada pada diri ibunya adeline adalah adenomiosis maka sebaiknya dan secepatnya dilakukan operasi segera untuk memperbaiki kualitas hidup ibunya shg bisa beraktifitas spt semula tanpa terganggu oleh rasa nyeri yg berkepanjangan.
      Demikian pendapat saya. Tks

      Hapus
  55. umur mama saya 40 thn dok, punya 2 anak dan masih haid smpai skrg
    bagaimana dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Adeline....
      Jika usia ibunya sdh 40th dan sudah punya anak 2 maka saya pribadi lebih baik ibunya dioperasi sekarang untuk menghilangkan rasa nyeri hebatnya beliau.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  56. terima kasih dok atas arahannya, semoga sukses selalu

    BalasHapus
  57. siang dok, umur sy 38 thn dan didiagnosa ada polip di rahim sehingga sulit pny anak dan hrs diambil melalui histeroscopy. Apakah diagnosanya sdh benar yah dok? Apa bedanya antara histeroscopy dan laparoscopy? Dan setelah polip tsb sdh diambil nanti kpn sy bisa segera mulai program ByTabung..? mengingat usia sy yg hampir 40th ini apakah msh ada harapan utk keberhasilannya yah dok? maturnuwun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi ibu....
      Memang klo ada polip di dalam rongga rahim maka harus diambil dulu polipnya baru 3 bulan kemudian dilakukan program hamil. Jika ibu rencananya akan ikut program bayi tabung maka programnya dimulai sekitar 3bulan pasca pengambilan polip dengan histeroskopi.
      Klo histeroskopi adalah tindakan endoskopi/teropong untuk melihat keadaan di dalam rongga rahim, sedangkan laparoskopi adalah tindakan endoskopi/teropong untuk melihat keadaan di dalam rongga perut yg didalamnya (salah satunya) terdapat alat kandungan wanita spt rahim, saluran tuba dan indung telur. Jadi klo histeroskopi utk melihat bagian dalam rahim sedangkan laparoskopi utk melihat bagian luar rahim.
      Untuk keberhasilan bayi tabung di usia menjelang 40th memang lebih kecil kemungkinannya dibandingkan usia kurang dari 30th tetapi bukan berarti tidak ada harapan sama sekali. Jadi kenapa tidak dicoba mengikuti program bayi tabung ???? jika masih berharap ingin hamil krn semakin tua (diatas 40th) maka semakin sulit lagi punya anak meskipun dgn bayi tabung. Demikian yang dapat saya sampaikan. Tq

      Hapus
  58. selamat pagi dr,
    saya punya myom sudah lama sekali, saat ini umur saya 43 tahun, masih belum menikah..
    tahun 2000 pernah operasi myom, hanya myiom yang diambil...tapi 4 tahun kemudian tumbuh lagi, tetapi tidak terlalu menggganggu, hanya nyeri saja waktu haid, tapi akhir2 ini sudah sangat mengganggu, haid banyak dan 7 minggu baru selesai, apakah myom sy harus dioperasi dokter, krn mengingat sy masih gadis, dan apakah dapat dilakukan laparascopy karena usg terakhir myom sudah 10 cm, kalau laparascopy bisa dilakukan di kota mana saja? saya tinggal di pontianak dr. thanks dr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam mb.Suryati....
      Melihat kondisi myoma anda maka sebaiknya harus diambil lagi myoma nya karena saat ini sudah ada keluhan berupa nyeri dan gangguan haid (haidnya banyak dan lama). Keadaan spt ini jika dibiarkan anda bisa terjadi anemia akibat darah haid yang banyak keluar dan mengganggu aktifitas anda sehari-hari jika haid terjadi.
      Myoma ukuran 10cm dan masih belum menikah bukanlah halangan dilakukan laparoskopi tetapi tergantung keahlian dan pengalaman operatornya sendiri. Di tempat kita /di Sby, sudah sering mengerjakan ukuran myoma yang 10cm tersebut.
      Saat ini laparoskopi hampir semua kota besar di Jawa sudah dpt mengerjakan laparoskopi seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Medan, Palembang, Balikpapan, Manado dan Makasar namun sekali lagi belum tentu semua operator mampu melakukan myoma yang besar seperti anda saat ini.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

      Hapus
    2. selamat pagi dokter
      dok,usia saya 45tahun,sudah punya 2 anak,saya sudah dua bulan setengah menjalani histerektomi total abdomen karna mioma uteri.tapi sampai saat ini masih terus nyeri diperut saya sebelah kiri,kadang kadang perut saya mengeras,apalagi kalau agak banyak berjalan,padahal saya tidak banyak beraktivitas.apakah hal ini masih normal dok?apakah ada obat yang bisa mempercepat kesembuhan luka operasi dok?trims sebelumnya

      Hapus
    3. Selamat pagi juga bu Oennie....
      Memang begitu bu, kalau dilakukan histerektomi total abdomen (laparotomi). Rasa nyeri pasca operasi laparotomi histerektomi lebih lama hilangnya daripada operasi laparoskopi histerektomi. Biasanya hingga 3-6 bulan pasca operasi laparotomi baru hilang/berkurang rasa nyerinya. Sedangkan jika dilakukan laproskopi histerektomi, dalam 2mgg pasca laparoskopi histerektomi sudah bisa beraktifitas seperti sebelum operasi/punya penyakit. Jadi klo saat ini (2,5bulan pasca op laparotomi histerektomi) ibu masih merasakan nyeri dan keras pada daerah bekas operasi itu wajar-wajar saja....ditunggu aja hingga 3-6 bulan ke depan berkurang/tidak rasa nyerinya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  59. Selamat malam dr,
    umur sy 31 th dan blm punya anak,Sy terkena kista endometriosis dan penebalan dinding rahim,setelah konsultasi ke dokter, sy disarankan u suntik tapros dan saya bersedia. Setelah suntikan pertama sy msh tetap haid,sekarang sy br selesai suntik yg ke 2 sudah 2 mingguan,tetapi saat berhubungan dg suami sy selaluberdarah,apa kah itu normal dok,atw sy ada penyakit lain.,terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat ibu yang disuntik Tapros..
      Biasanya 10-14hr setelah suntikan tapros I, akan terjadi haid/perdarahan dan itu wajar saja krn memang begitu efek dari Tapros. Namun jika suntikan ke2 masih ada perdarahan perlu dievaluasi ulang apakah ada penyakit lain seperti polip di mulut rahim sehingga menyebabkan perdarahan saat senggama. Jadi perlu di periksa ulang, tetapi jika semuanya tidak didptkan polip di mulut rahim maka mungkin efek dari Tapros agak lama menyetop haid ibu perlu waktu lagi. Mungkin pada suntikan ke3 baru betul2 berhenti perdarahan/haidnya bu.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  60. siang dok
    ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan
    blan maret sya LO miom dan disntik tapros 1x dan sekarang sy baru program hamil dikash obat dipthen dan imunos setelah hari ke 12 stlah mens sya dUGG transvaginal dan terlhar 2 telur yang matang dan sya melakukan hubgan sesuai yang di intruksikan dokter tpi knp saya kok blum hamil
    1.apa karena dari hari yang djadwalkan berhub. ada 2 hari yang tidak sya gunakan berhub apa mungkin pas 2 hari itu sya masa subur
    2. apa boleh program dengan obat dhipten di ulang lagi dok
    3.apa 5 blan setelah LO sdah bisa ikut program hamil
    sya ucap banyak terima kasih
    2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang buat ibu yg 'disana'....
      Jika setelah LO miom dan saat LO kedua tuba nya baik/tidak ada kebuntuan maka 3 bulan pasca LO sudah bisa dilakukan program hamil (apalagi klo 5 bulan pasca LO, tidak ada masalah ikut program hamil.
      Memang untuk bisa hamil, tidak hanya dilihat kondisi rahim, sel telur dan saluran tuba saja tetapi juga diperiksa juga kondisi sperma suami. Apakah sperma suami sudah diperiksa ? klo sudah gimana keadaan sperma suaminya ? normal atau tidak ? JIka kondisi spermanya tidak normal/jelek maka ini juga mempersulit terjadinya kehamilan. JIka program hamilnya berupa senggama terjadwal (spt yg ibu lakukan) maka ada jeda/selang waktu 2hari tuk istirahat senggama agar sperma diberikan kesempatan memproduksi sperma yang baik. Sedangkan sperma sendiri mampu bertahan didalam rahim/tuba hingga 2X24jam pasca ejakulasi. Shg tidak masalah klo 2hr tidak senggama.
      Pemberian obat dipthen bisa diulangi lagi maksimal 6 bulan/6 kali pemberian.
      Demikian yg dapat saya sampaikan.
      Tks...

      Hapus
    2. terima kasih atas informasinya sangat membantu dok

      Hapus
  61. Malem Dok saya dian 27 thn, menikah 1thn lebih dan belum mempunyai anak.
    Setelah menikah saya divonis terkena miom karena tdk menganggu dokter tidak menyarankan untuk saya operasi pengambilan miom.
    Nah karena saya ingin hamil saya sampai berpindah dokter 3 kali, dr dokter kandungan hingga ke dokter fertilitas.
    Pada saat di dokter fertilitas baru saya dijelaskan secara gamblang mengenai miom saya yg berukuran 5.5cm dab harus melakukan operasi LO jika ingin hamil. Oya miom saya terletak di luar rahim Dok.
    Nah pertanyaannya ni
    1.apakah dengan operasi LO, ada jaminan saya bisa langsung hamil ya Dok?
    2. Langkah apa saja yg harus saya lakukan after operasi agar saya bisa hamil?

    Terima kasih ya Dok.

    BalasHapus
  62. Selamat pagi mbak Dian.....
    Untuk bisa hamil tidak hanya dilihat satu faktor saja, katakanlah seperti kasus anda. Mioma belum tentu satu-satunya faktor yang menghambat terjadinya mioma bisa faktor lain seperti faktor sperma suaminya bagaimana ? faktor sel telur isteri bagaimana ? faktor saluran telurnya gimana, buntu atau tidak ?
    Jadi meskipun mioma anda sudah diangkat tetapi ternyata sperma suami anda bermasalah maka akan mempengaruhi keberhasilan kehamilan secara normal atau jika ternyata selain mioma juga saluran telur anda buntu maka hal ini juga mempengaruhi keberhasilan kehamilan anda pasca pengangkatan mioma. Tetapi memang mioma juga bisa mempengaruhi terjadinya kehamilan.
    Jadi pengangkatan mioma bukan satu2nya faktor yg menjamin akan keberhasilan kehamilan suatu pasangan suami-isteri.
    Setelah LO pengangkatan mioma, pastikan saat LO nanti apakah saluran telur anda buntu atau tidak, klo tidak buntu maka ada harapan anda bisa hamil secara normal. Kemudian setelah LO, pastikan keadaan sperma anda normal. Jika setelah LO, hasil sperma suami anda normal dan sel telur anda juga normal tjd pembuahan setiap bulan...maka dapat ditunggu selama setahun pasca LO apakah terjadi kehamilan spontan atau tidak....tetapi jika >1thn pasca LO tidak terjadi kehamilan baru dilakukan program kehamilan dengan cara inseminasi atau cara lainnya.
    Tetapi jika sperma suami anda bermasalah, maka setelah LO segera dilakukan pengobatan terhadap permasalah sperma suaminya.
    Demikian yg dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Trima kasih.

    BalasHapus
  63. selamat siang dok. dok saya telah menikah 3 tahun 3 bulan dan belum dikaruniai anak. saya telah memeriksakan diri kedokter sejak usia menikah kami 6 bulan. tes usg, usg vagina, tiup (saya lupa istilah kedokterannya) sampai tes hsg dan hasilnya saya tidak ada kelainan (dalam artian bagus2 aja). suami juga sudah tes sperma dan hasilnya bagus. hanya saja sejak gadis haid saya tidak teratur.kadang telat 1 minggu, bahkan sampai telat 2 bulan.bahkan adakalanya teratur. solusinya bagaimana ya dok? saya tunggu jawaban dokter.terima kasih

    BalasHapus
  64. saya lupa mencantumkan nama. nama saya sari.umur saya sekarang hampir 30 tahun dan suami saya 33 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi bu Sari.....
      Sebelum saya menjawab lebih lanjut, saya ingin bertanya; berapa berat badan dan tinggi badan ibu sekarang ? apakah ada keturunan / keluarga yang sakit kencing manis (diabetes melitus) ? Apakah sampai sekarang haidnya sering telat ? Apakah ada nyeri haid bu akhir2 ini ?
      Saran saya; meskipun dari hasil HSG dikatakan hasilnya baik namun HSG tidak bisa melihat apakah ada perlekatan di sekitar saluran tuba atau tidak, HSG tidak bisa mendeteksi adanya penyakit endometriosis atau tidak. Jadi sebaiknya ibu dilakukan pemeriksakan Laparoskopi Diagnostik untuk melihat keadaan tuba dan adakah penyakit endometriosis. Jika hasil laparoskopinya juga normal/baik, maka saya menyarankan dilakukan inseminasi intra uterin sebelum ke arah bayi tabung. Tetapi jika ibu dan suami ingin memutuskan langsung bayi tabung maka pemeriksaan laparoskopi tidak perlu dilakukan.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks.

      Hapus
  65. Met siang dr relly..saya mauuu tanya...tgl 5 agustus ini saya melakukan laparoskopi miom...yang ingin saya tanyakan kapan saya bisa program hamil...sebelumnya trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang juga Mbak Oktaviani...
      Tergantung saat operasi mioma tersebut menembus/merobek rongga rahim atau tidak. Jika saat laparoskopi miomnya tidak menembus rongga rahim maka program hamil bisa dilakukan 3bulan setelah laparoskopi tetapi jika saat laparoskopi menembus rongga rahim maka boleh program hamil minimal 1th setelah operasi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  66. slmt pg dokter, sy novi di papua ( sy ibu dgn 2 org putra dan krywti)
    tahun 2010 sy laparaskopi karena ectopic, di awal April lalu sy di diagnosa oleh dokter obygn yg sedang visit k t4 kami.. 1 Bln kemudian sy hamil dgn miom tersebut prtghn bulan augustus kemarin sy perdarahan dan akhirnya d kuritase (5bln usia janin), stlh itu keluar darah yg ms bs d blg normal slma 3week after kuritase tersebut, lalu senin d Minggu lalu sy konsul lg k dokter obgyn yg visit lg k t4 sy, beliau melakukan pemeriksaan dgn mngnkn jari k dlm vagina sy..dan sy smpt kesakitan PD saat pemeriksaan tersebut, sy lsg d USG dan dokter blg miom sy sdh 10cm, sy d sarankan untuk oprsi tp sy menolak krna alsn pkrjaan lalu sy d sarankan untuk terapi tapros.. jumat psca pemeriksaan tersebut sy perdarahan hebat, dan d bedrest slma 2 haru d hsptl.. skrg sy d release tnpa ada tndkn apa2 dr phk hospital.. yg ingin sy tnykn apakah bs tapros menghilangkan ato mengecilkan miom sy? apakah sy ms bs melakukan aktivitas kerja sy yg cukup keras untk seorang perempuan? ukuran brpkah miom d anggap berbahaya? ms adakah kemungkinan sy perdarahan stlh ini?
    mohon informasinya dok, Terima ksh dan Tuhan memberkati

    BalasHapus
  67. mf sy novi umur 28thn menikah dgn 2 putra saya dari papua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang bu Novi yang di Papua....
      Miom dikatakan berbahaya jika sudah menimbulkan gangguan haid alias perdarahan terus menerus dan banyak yg keluar dari vagina karena jika keadaan ini dibiarkan berlarut2 anda bisa kehabisan darah dan jika tidak diatasi maka bisa membahayakan diri ibu sendiri.
      Meskipun ukuran miom tersebut tetapi karena lokasi miom nya di dalam rongga rahim maka bisa aja berbahaya karena dapat menimbulkan perdarahan hebat dari vagina.
      Selama ada miom di rahim ibu dan sudah terjadi perdarahan2 terus menerus maka keadaan ini tidak akan bisa teratasi jika miomnya tidak diambil atau dioperasi. Sedangkan pemberian suntikan Tapros adalah hanya sementara saja, karena suntikan tsb tidak bisa menghilangkan sama sekali miom-nya tetapi hanya mengecilkan saja. Jika suntikan Tapros tsb distop/dihentikan maka miomnya bisa kembali membesar dan menimbulkan perdarahan lagi (suntikan Tapros sendiri hanya boleh digunakan max 6 bulan saja)
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  68. Terima kasih dokter.. sukses sllu ya dok

    BalasHapus
  69. Malam dok, sy waty 33 taon..dah menikah 3 taon lebih n blom pny anak..setaon yg lalu sy sempat hamil tp keguguran 1 bln kemudian n sy di vonis pny 3 miom masing2 uk. 3cm, 2cm.. stlh setaon keguguran sy periksa lg ke dok kandungan n hasilnya miom sy bertambah besar 4cm ,3cm n bertambah byk walaupun msh kecil2..posisi miom sy di blkg rahim..Dok menyarankan operasi aja kl ingin hamil.. pertanyaan sy :
    1. operasi apa yg baik utk sy? laparscopy or operasi biasa.
    2. stlh operasi brp lama sy br blh hamil.
    mohon informasinya dok... trima kasih y..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malam bu Waty...
      Untuk wanita yang belum punya anak, maka sebaiknya operasi miom nya dengan Laparoskopi daripada operasi biasa karena perlekatan pasca operasinya lebih sedikit dgn metode laparoskopi drpd op biasa.
      Tergantung posisi miom nya dimana apakah miom di dinding luar rahim ataukan di dinding dalam rahim. Jika miomnya di ddg luar rahim, maka bisa 2-3 bulan pasca operasi diprogram hamil tetapi jika rahimnya di ddg dalam rahim maka sebaiknya hamil 1 thn setelah operasi.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
    2. Selamat siang dok..sy waty, kmrn sy sempat cari dokter obygn yg laen, n disarankan miomnya di buang.. tp metode pembuangan miom bukan dgn cara operasi biasa or laparoskopi, tp dgn cara sedot dr bawah ( vagina )..yang sy ingin tanyakan ke dokter.. Amankah dengan metode sedot ini..berhubung sy blom punya anak.. Mohon informasinya dok..trima kasih.

      Hapus
    3. Selamat siang juga bu Waty....
      Saya belum punya pengalaman melakukan operasi/mengambil miom dari bawah (vagina). Maaf, saya nggak bisa memberikan jawaban tentang metode tersebut. Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  70. met malem dok.
    sy seorg ibu 41 th.kmrn tgl 16 okt 2012 melakukan op mioma krena udh besar 13 cm..nah skrg stelah op 25 hari ko keluar darah merembes dr bekas op..mmg tdk sakit paling perih dikit,.kmren kontrol trkhir cm dikasih vitamin sm obat anti bengkak dr dokter yg melakukan op.apa ini normal atau sy harus gmna dok..sy op diluar kota 40 km dr rumah.apa bisa sy kontrol ke dokter di kota sy..? sudah 10 hr sy brgkat ngantor lagi.krena mmg cuti dr dokter udh habis.pa kerna aktftas d kntor yg duduk trus hampir 8 jam.trus mempengaruhi bekas jahitan op..? mohon penjelasan dan terima kasih sebelumnya..dr ny wahyu wonosobo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga ibu Wahyu di Wonosobo...
      Memang salah satu dampak yang kurang menyenangkan klo operasi laparotomi tuk mengangkat miom adalah luka operasi yang lebar dan kadang2 luka operasi lambat menutupnya. Normalnya luka operasi sudah kering total sekitar 2mgg pasca operasi. Coba ibu kontrol lagi ke dokter yang melakukan operasi terhadap ibu, nanti dokter tersebut yang menentukan apakah ibu bisa dirawat oleh dokter yg dekat rumah ibu ataukah ibu harus tetap kontrol/dirawat oleh dokter yang mengoperasi ibu....karena yang tau kondisi ibu sebelum, selama dan sesudah operasi adalah dokter yang mengoperasi ibu.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  71. selamat pagi dok...
    Saya ibu Sri umur 32 thn, tgl 14 nov ini sy br op miom.. trus tgl 24 nov sy kluar darah kyk mens gitu, walaupun gak byk seperti biasanya.. terakhir mens 29 oktober..yg ingin sy tanyakan ke dokter...normalkah keadaan sy?? soalnya sy denger dr tmn2, biasanya waktu mens habis op akan berubah or mundur.. Mohon penjelasannya dokter.. terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga bu Sri....
      Tidak selalu pasca operasi miom menyebabkan siklus haidnya berubah atau mundur, bisa saja siklus haidnya tetap seperti sebelum operasi miom. Semuanya tergantung letak/posisi miom yang dioperasi, jika letak miomnya di bagian luar dinding rahim maka tidak mengubah siklus haid, tetapi jika letak miomnya di rongga/dinding dalam rahim maka bisa saja haidnya maju atau mundur. Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  72. Siang dok,saya kiky sdh memiliki anak 1 berusia 3th,rencananya sy ingin pny 1 anak lagi,ternyata sy ada kista dan endometriosis..3 mgg lalu sy operasi LO dan ada kista jg perlekatan,dan sel telur yg tesumbat dipotong kanan dan kiri.yg saya mau tanyakan apakah sy bisa haid teratur stlh LO,krn sblmnya su sdh cek hormon dan normal.sebelum LO sy sll tdk haid 5bln dan diberi obat utk haid baru bs haid.dok,apakah kista dan endo bis kambuh lg dok?apa penyebabnya dan dlm brpa lama bs kemungkinan kambuh lg ya dok?satu lg dok yg saya mau tanyakan,apa stlh opereasi 25hr sdh bisa berhubungan dok,koq stlh berhubungan pinggang sy terasa pegal ya dok?trimaksih dok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Kiky,
      Sebelumnya saya mau tanya, usia anda sekarang berapa ? dan ukuran kista saat dilakukan LO berapa cm ya ? ada berapa buah kista ? kista sblh kanan/kiri/keduanya ?
      Setelah LO kista, tergantung ada berapa banyak kistanya, tergantung usia pasien saat operasi untuk bisa membuat haidnya teratur atau tidak. Jika kistanya satu buah, dan tidak terlalu besar pada umumnya pasca LO haidnya bisa teratur.
      Tergantung macam/jenis kistanya, jika kista endometriosis/ kista coklat sangat besar sekali kemungkinan kambuhnya bahkan dalam setahun pasca operasi jk tidak ditangani dgn baik bisa 30% kemungkinannya kambuh kista endometriosis/kista coklat. Penyebab pasti dari kista endometriosis ini belum diketahui.
      Jika pasca LO, 2mgg kemudian boleh melakukan senggama bahkan jika sudah tidak sakit (<2mgg) lagi silakan melakukan senggama.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  73. Nama saya lina dr kota medan..
    saya ingn bertanya kepada dokter..
    sekitar bulan 7 2012 mama saya menjalani operasi pengangkatan miom..
    setelah operasi mama saya diberikan suntikan endrolin sebanyak 3x.. tapi perutnya menjadi besar dan keras, serta dia sering merasa sesak napas, terutama pada saat duduk, selain itu dipaha mama saya keluar seperti bendol2 warna merh yg sangat gatal.. apakah itu efek dari suntikan tersebut, atau ada gangguan lain?? tolong dijawab dokter..
    thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat mbak Lina,
      Selama pengalaman dan pengetahuan saya, tidak pernah menjumpai tjdnya keluhan spt itu setelah suntikan endrolin. Coba diperiksakan ke dokter penyakit dalam apakah ada penyakit lain yg diderita mama anda.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  74. Selamat malam dr Relly,
    nama saya Meirina di surabaya, saya wanita 52 tahun dng 2 anak, sejak 8 tahun yg lalu saya di diagnosa menderita simple hyperplasia endometrium (hasil kuret) mendapat pengobatan primolut N tetapi menstruasi tetap banyak, tahun 2010 dilakukan kuret lagi hasilnya tidak ada tanda2 keganasan, dan sekarang saya pakai IUD myrena, masalahnya mens masih banyak selama 7 sampai 8 hari,lalu sedikit2 sampai 15 atau 20 hari, apakah dapat dilakukan operasi laparoskopi untuk penyakit saya ini, dan apakah jenis operasi yang dianjurkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga bu Meirina...
      Untuk penyakit ibu bisa sekali ditangani dengan laparoskopi/endoskopi kandungan. Ada 2 cara untuk penanganan penyakit ibu. Yang pertama, dilakukan histeroskopi operatif yaitu dilakukan 'ablasi endometrium', artinya rongga dalam rahim (rongga rahim yg menghasilkan darah haid) di'bakar' atau di'rusak' sehingga rongga rahimnya tidak bisa menghasilkan haid lagi. Cuma cara ini ada kemungkinan bisa kambuh lagi. Cara yang kedua, dilakukan pengangkatan rahim /histerektomi dengan melalui laparoskopi. Jadi pengangkatan rahim tanpa dilakukan operasi laparotomi (irisan di perut spt operasi sesar). Dengan cara ini dijamin tidak akan kambuh lagi perdarahannya, dan yg penting lagi kemungkinan hiperplasi berubah jadi kanker sudah tidak ada lagi karena rahimnya sudah diambil.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  75. sebelum operasi miom mama saya sdh konsultasi terlbih dhulu k 2 org spesialis dalam dok..
    doktr pertmna sudh melakukn endoskopi dan mengatakan tdk ad pnykit..
    lalu doktr kdua mlkakukn usg dn d tmukn lah tumor trsbut dan beliau merujuk mama saya k doktr spesialis kndungn untuk melakukan operasi dok..
    setelah operasi dan mendapat suntikan endrolin pertama kali (jm 5 sore hari) besok ny kira2 jm 10 pagi mama saya sesak napas bhkan smpai dipasangi oksigen sekitar 10 menit dok..
    menurut dokter apa yang terjadi dengan mama saya hal yng wajar??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat bu Lina di Medan,
      Operasi pengangkatan miom ibu anda dilakukan dengan cara apa ? apakah dgn cara laparotomi (dilakukan irisan besar di perut spt operasi sesar) ataukah dengan laparoskopi ? Klo dilakukan operasi miomanya dengan laparoskopi, pasca operasi laparoskopi memang perutnya kembung..karena sisa2 gas saat laparoskopi dilaksanakan. Klo mmg ini yg terjadi, maka wajar saja.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    2. oohh, tetapi mama saya operasi dengan cara laparotomi dok, dan kira2 lebar jahitannya 10-12cm dok..
      bukan dengan laparoskopi..
      :(

      Hapus
  76. selamat sore dr Relly,
    Saya meirina,terima kasih utk sarannya, dimana dapat dilakukan ablasio endometrium? dan biayanya sekitar berapa dok? Apakah bahaya tindakan ini? saya bekerja, berapa lama setelah tindakan ini saya dapat kembali bekerja? Apakah dokter dapat melakukan tindakan ini? apakah saya perlu dibius total? terus terang saya takut dibius dokter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat sore juga bu Meirina...
      Untuk tindakan ablasio endometrium ini kita lakukan di Klinik Fertilitas-RS Graha Amerta. Selama tindakan tersebut dilakukan dengan pembiusan umum/general/total (spt halnya saat ibu dilakukan kuret dulu). Sy sudah sering melakukan tindakan ablasi endometrium (histeroskopi operatif) di Graha Amerta. Selama kondisi laboratorium darah ibu/ Jantung / Paru2 ibu normal semua maka tindakan ini bisa dilakukan tanpa harus opname sebelum / sesudah operasi ('oneday care'). Pasca operasi ablasi endometrium ini spt halnya kuret, 3hr kmd bisa kerja lagi. Sedangkan biaya tindakannya tsb sekitar 16-20jutaan.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  77. Mlm dokter Relly, saya Ina 41 thn blm menikah (Bdg)
    3 bln yll saya mengalami perdarahan hebat disaat haid sampai hrs transfusi darah. Dari hsl usg diketahui ada miom uk 2,5cmx2,08 & 2,4cmx1,6 didinding rahim. Saya diterapi pil kb Diane 35 selama 2x pemberian. Sdh 3 bln terakhir ini setiap haid lama nya sampai 15 hr meskipun setiap harinya tdk .banyak yg keluar bahkan seharian pembalut bersih hanya keluar sore harinya saja & kadang2 hanya flek. Tapi pinggul & pingggang saya terasa pegal. Yg ingin saya tanyakan apakah kalau saya menjalani terapi suntik hormon mis endrolin atau tapros miom saya akan mengecil atau bisa hilang sama sekali??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga mb Ina...
      Mioma uteri / miom jika diterpi dengan suntikan hormon spt endorolin atau tapros maka miom nya akan mengecil hingga 30% dari ukuran semula tetapi jika suntikan tersebut dihentikan maka miomnya akan tumbuh kembali ke ukuran semula atau bahkan lebih besar lagi. Sedangkan suntikan hormon tersebut hanya max 6bulan. Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks atas pertanyaannya.

      Hapus
  78. Selamat malam dokter,
    Saya Eka di Jakarta, usia saya 37th, sudah 2th menikah dan belum mempunyai keturunan. Dalam waktu dekat ini saya akan menjalani operasi miomektomi. Yang ingin saya tanyakan, apakah dengan ukuran miom 8cm, operasinya dgn laparoscopy atau laparotomy? karena dokter pertama yg saya kunjungi mengatakan kalau ukurannya sudah di atas 5cm sangat riskan (banyak pendarahan) bila operasi dgn laparoscopy. Mohon saran dari dokter, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga bu Eka....
      Pada prinsipnya jika didptkan mioma yg sudah besar atau sudah terjadi masalah gangguan kesuburan/perdarahan (meskipun miomnya uk.kecil) maka sebaiknya harus diambil/dioperasi.
      Ditempat kami, di Surabaya, selama ini kita melakukan operasi laparoskopi mioma uk besar (di atas 5cm) tidak ada masalah. Alhamdulillah semuanya bisa kita lakukan pengambilan miom hingga berukuran 9-10cm. Memang sih risiko perdarahan tetap ada tetapi semuanya tergantung pengalaman dan keahlian dokter yang melakukan operasi laparoskopi tersebut.
      Demikian yang dapat saya sampaikan/sarankan. Tks

      Hapus
  79. Selamat pagi Dokter...
    Saya Jenny, umur 35 thn.. Mau nanya dok, ada pantangan makan gak tuk penderita miom?? Saya denger Kacang Kedelei n smua kacang2an gak boleh ya dok tuk penderita miom? mohon informasinya dokter.. thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga bu Jenny...
      Sampai saat ini belum ada bukti nyata secara ilmiah bahwa makan makanan tertentu (termasuk kacang kedele/kacang2an lainnya) yang bisa menyebabkan timbulnya miom. Jadi menurut saya tidak ada pantangan makanan bagi penderita miom termasuk pantang makan kacang2an. Tks

      Hapus
  80. Terima kasih atas saran dokter. Bagaimana kalau pasien memakai behel gigi apakah boleh melakukan operasi tsb, dan apa resikonya bila tidak di lepas? sekali lagi, mohon masukkannya dok. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika kita melakukan operasi laparoskopi pengambilan miom maka sebaiknya pasien yg memakai behel gigi agar dilepas dulu sebelum operasi, karena operasi laparoskopi miom menggunakan energi electrosurgery monopolar yg bisa menyebabkan energi tsb menjalar/'korsleting' ke kawat gigi yg digunakan karena kawat gigi tersebut merupakan konduktor yg baik tuk energi electrosurgery monopolar tersebut. Jika sendaianya operasi laparoskopi pengambilan miom tidak menggunakan energi electrosurgery monopolar (spt bipolar, harmonic scalpel, ligasure dll) maka tidak harus melepaskan behel/kawat gigi sebelum laparoskopi. Demikian jawaban yang bisa saya sampaikan. Tks

      Hapus
  81. Selamat malam dok, nama saya wati usia 37, sudah 8 tahun menikah dan blm punya anak. Sejak tahun 2008-2010 saya didiagnosis hyperplasia endometrium sebanyak tiga kali berturut turut sampai harus dilakukan tindakan kuret (3 kali juga) Pada saat itu diagnosis didasarkan pada menstruasi yang panjang dan banyak serta hasil usg. Pasca operasi kuret pertama dokter memberikan terapi pil hormon, pasca kuret yang kedua terapi diganti dengan suntik KB selama 3 bulan hingga akhirnya dokter memasang myrena sebagai terapi hormon pasca kuret yang ketiga. Hasil lab menunjukkan non atipik untuk ketiga kuret tersebut. Tahun 2010 saya pindah ke Australia karena tugas. Pertengahan 2011 saya melepas myrena karena ingin memiliki anak. Beberapa bulan kemudian mens panjang kembali terjadi. Dokter umum australia memberikan priolut sebagai terapi hormon. Tapi setiap kali berhenti mengkonsumsi premolut, perut akan terasa nyeri diikuti mens panjang. Dokter umum kemudian merujuk ke spesialis kandungan. Setelah diskusi dan mempelajari riwayat medis saya, dokter spesialis menganjurkan hyperoscopy untuk mencari tahu menyebab hyperplasia berulang tersebut. Berhubung bertepatan dengan jadwal saya untuk meyelesaikan beberapa kperluan di Indoesia, saya minta ijin sekaligus surat pengantar dari dokter spesialis kandungan Australia untuk melakukan tindakan di Indonesia. Di surat pengantar dokter spesialis kandungan tersebut dikatakan bahwa saya membutuhkan hysteroscopy, dilatation dan curretage untuk mengeluarkan hyperplasia. Setelah bertemu dokter kandungan di Hermina Semarang, beliau menganjurkan untuk sekalian dilakukan laparoscopy sekaligus hysteroscopy sebagai program kehamilan mengingat usia saya dan adanya myom sebesar +/- 2 cm. Jadwal tindakan adalah kamis ini. Yang jadi pertanyaan saya, apa ada efek samping dari tindakan tersebut dengan kemungkinan hamil ya dok? Dan mengingat jadwal saya yang cukup padat, apa saya bisa melakukan aktifitas sedang (bepergian jarak dekat dengan mobil, duduk, membaca dan menulis) 4 hari setelah tindakan? Trimakasih banyak atas jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga bu Wati...
      Laparoskopi yg dilakukan nanti tujuan utama adalah untuk mengetahui keadaan saluran tuba-nya apakah buntu atau tidak ? apakah ada perlekatan atau tidak ? sehingga dapat dinilai apakah kedua saluran tuba ibu 'kompeten' atau tidak menjalankan fungsinya agar ibu bisa hamil secara normal/alamiah (tanpa harus bayi tabung) Tetapi jika ibu memutuskan utk ikut proses BT maka laparoskopi dilakukan hanya untuk pengambilan miom saja, tidak peduli apakah saluran tubanya bagus atau tidak, kompeten atau tidak.
      Menurut pendapat saya, dgn pertimbangan usia ibu 38th dan sudah menikah sekitar 10 tahun maka lebih baik ibu mengikuti proses BT. Namun untuk proses BT, adanya hiperplasia pada rahim ibu harus diobati dulu yaitu dengan histeroskopi dan dilatasi/kuretase, setelah itu baru diberikan obat2an hormonal spt Pil KB selama 3 bulan kemudian jika sudah tidak ada hiperplasia baru diprogram BT.
      Pasca tindakan laparoskopi/histeroskopi/kuretase memungkinan anda dapat segera beraktifitas seperti semula. Rata2 sekitar 5-7 hari pasca tindakan sudah bisa melakukan kegiatan2 yg ringan spt duduk, membaca dan menurlis, baru 2mgg setelah tindakan tsb betul2 sdh bisa beraktifitas spt sebelum operasi. Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  82. Selamat pagi dokter Relly, saya Wati berterimakasih sekali atas respon cepat dari dokter. Menurut dokter kandungan dari RS Hermina semarang (tidak apa saya sebut rumah sakitnya ya dok), laparoscopy juga dilakukan untuk mengecek kondisi kandungan secara menyeluruh termasuk saluran tuba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang dengan laparoskopi kita tidak hanya melihat kondisi tuba-nya saja tetapi kondisi kandungan lainnya spt rahim dan indung telur/ovarium juga dapat dilihat/dievaluasi dengan laparoskopi. Tks

      Hapus
  83. Selamat malam Dokter,, saya Lina usia 23 tahun, sudah menikah selama 3 tahun. Pada 30 Januari 2011, saya menjalani operasi pengangkatan kista di RS di daerah Tangerang. Berdasarkan hasil diagnosa sampel kista saya tidak ganas (menurut dokter di RS tersebut).
    Setelah pasca operasi, siklus haid saya normal. Tapi, sejak tanggal 11 Desember 2012 saya haid sampai hari ini belum berhenti, Dokter. Saya sudah ke dokter kandungan pada 7 Januari 2013, dan dibilang hanya banyak pikiran dan diberikan obat: adone forte tab (1 tablet 3 kali sehari), Kalnex 500 MG Tab (1 kapsul 3 kali sehari), dan Mefinal 500 MG (1 tablet 3 kali sehari) selama seminggu. Tapi haid saya sampai saat ini belum juga berhenti Dokter. Saya belum bisa kontrol ke dokter kandungan lagi, mengingat biaya rawat jalan RS di daerah Tangerang sekali kunjungan tidak murah.
    Mohon pendapat Dokter, kira-kira ada apa dengan diri saya? dan pada kasus saya ini biasanya dilakukan tindakan apa saja?
    Terimakasih tuk perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam bu Lina...
      Untuk mencari penyebab terjadinya gangguan haid maka perlu pemeriksaan-pemeriksaan tertentu seperti USG trans vagina, Histeroskopi, pemeriksaan hormonal (pengambilan darah) hingga pemeriksaan MRI/CT Scan.
      Untuk itu yang ingin saya tanyakan sudah sejauh manakah anda dilakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan yang anda kunjungi. Minimal apakah saat anda ke dokter tersebut dilakukan pemerisaan USG trans-vagina/ USG lewat vagina ?
      Penyebab gangguan haid tsb bisa karena stress/pikiran, bisa krn adanya polip di dlm dinding rahim, bisa krn adanya miom, bisa krn adanya kista, bisa karena gangguan keseimbangan hormonal atau bahkan bisa karena kanker rahim. Oleh karena penyebabnya yg banyak itulah, maka perlu pemeriksaan2 tambahan utk memastikan penyebabnya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  84. Dok, saya risa (jkt) 41 tahun & belum menikah. 7 th yg lalu saya pernah operasi kista dgn laparoskopi setelah itu 6 bln berikutnya suntik tapros dan selama suntik haid tidak keluar. Setelah itu tdk pernah kontrol lagi walaupun haid masih banyak dan sakit. Thn lalu saya pergi haji dan minum obat primolut spy tidak haid selama sebulan. Setelah pulang haji haid saya menjadi sangat banyak sekali (sebelumnya juga banyak), sakit dan badan saya menjadi lemas. Dulu haid banyak di hari 1-3, sekarang tidak tentu bisa lebih, pernah haid selama 14 hari. Saya kira tadinya efek obat haji tapi setelah 6 bulan tidak berubah saya mulai cemas dan berobat ke dokter yang dulu melakukan operasi kista. Dia bilang ada myom uteri dan menyarankan untuk operasi angkat rahim. Saya pergi ke dokter lainnya dan dia menyarankan untuk terapi suntik hormon (tapros)selama 4x dan saya setuju. Selama suntik haid saya masih keluar walaupun berkurang jumlahnya. Kadang darah segar, flek atau gumpalan, bahkan setelah suntikan ke-4. Saya dan dokter saya heran karena biasanya kalau disuntik tapros, haid tidak akan keluar. Dokter merujuk untuk usg 4 dimensi ke dokter lainnya (terkenal ahli baca usg). Dia juga bilang saya akan dioperasi tapi jenis operasi baru diketahui setelah diketahui setelah dilakukan usg 4 dimensi apakah operasi myom saja atau operasi angkat rahim tapi dengan belek perut (bukan laparoskopi). Saya takut karena dulu laparoskopi saja masa pulihnya sebulan )masih sakit untuk jalan dan baru balik normal setelah sebulan sedangkan saya bekerja di kantor)apalagi kalau bukan laparoskopi. tentunya masa penyembuhan menjadi lebih lama lagi Mohon sarannya dok. Saat ini saya masih menunggu jadwal usg di dokter terkenal tsb (nunggu jadwal periksa saja 1 bulan sebelumnya). Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mb Risa....
      Jika membaca cerita anda, sptnya keadaan anda sudah parah sekali karena darah haid yang banyak dan berkepanjangan. Jika hal ini dibiarkan terus akan berdampak anda kekurangan darah (anemia) dan harus transfusi darah. Penyebab keadaan ini sebagian besar karena adanya miom / adenomiosis. Pengobatan keadaan ini sebaikan dilakukan operasi. Operasinya tsb bisa dilakukan laparotomi atau laparoskopi, tgt keadaan pasien, keahlian dokter/operator yg melakukannya dan tergantung fasilitas yg dipunyai oleh RS sbg tempat dilakukannya operasi terserbut.
      Baik laparotomi maupun laparoskopi, bisa melakukan angkat kandungan (histerektomi) atau hanya mengangkat miomnya saja (miomektomi). Baik histerektomi ataupun miomektomi punya keuntungan/kerugian sendiri. Jk dilakukan histerektomi maka kemungkinan kambuh lagi sudah tidak ada tetapi ybs tidak bisa hamil / punya keturunan ataupun tidak bisa haid lagi, tetapi jika hanya miomektomi (hanya miom saja yg diambil) maka ada kemungkinan muncul lagi dalam 5-7th yad. Tidak semua miom bisa diangkat hanya miom saja, ada miom yg dinamakan adenomiosis yg mana adenomiosis ini tidak bisa hanya diambil adenomiosisnya saja terpaksa harus dilakukan histerektomi (angkat kandungan) jk ditemukan adanya adenomiosis. Untuk membedakan apakah miom atau adenomiosis lebih akurat dengan pemeriksaan MRI dibandingkan USG. Sy sendiri lebih menyarankan MRI jk dgn USG sulit untuk membedakan miom biasa atau adenomiosis.

      Melihat mb Risa adalah wanita karier, dimana membutuhkan masa recovery/ penyembuhan pasca operasi lebih cepat maka tindakan laparoskopi adalah tindakan yang pas buat anda. Memang operasi laparoskopi membutuhkan waktu yg lebih lama dibandingkan laparotomi TETAPI masa penyembuhan /recovery pasca operasi, LAPAROSKOPI lebih CEPAT dibandingkan LAPAROTOMI. Cuma untuk tindakan laparoskopi histerektomi atau miomektomi membutuhkan keahlian dari dokter yg melakukannya, tidak semua dokter ahli kandungan dapat dan mampu mengerjakan laparoskopi histerektomi /miomektomi.

      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  85. Dok, saya risa (jkt)yg postin 23 januar 2013(20.52). Utk histerektomi apaikah berarti angkat rahim saja? atau angkat rahim & indung telur? kemudian disebutkan tdk bisa haid lagi apakah berarti menopause dini? apa efek sampingnya dari menopause dini? saya pernah browsing operasi angkat rahim bisa meningkatkan resiko penyakit jantung/stroke/penuaan dini, apakah benar? jika benar bagaimana cara mencegahnya? ada berita baru2 ini ada wanita di inggris yg mengalami penuaan dini yg sangat menakutkan setelah operasi angkat rahim. terus kalau terapi hormon bisa menyebabkan osteporosis, bagaimana mencegahnya? tersu terang kalau membayangkan sakit dan menderitanya kalau lagi haid inginnya operasi angkat rahim saja sehingga tidak muncul/kambuh lagi myom/kista tapi membaca efek sampingnya jadi khawatir juga. tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika memang penyakitnya memang murni miom saja, tidak ada penyakit lain spt endometriosis, maka yg diambil/diangkat hanya rahimnya aja sedangkan indung telur/ovariumnya tidak diambil/diangkat.
      Jika hanya rahimnya aja yg diangkat, berarti anda tidak bisa haid lagi tetapi bukan berarti anda menopause sejati karena hormon estrogen yg dihasilkan oleh indung telur/ovarium masih ada. Artinya jika rahimnya saja yg diangkat tanpa mengangkat indung telur, anda akan tjd menopause semu.
      Berbeda jika rahim dan kedua indung telurnya juga diangkat/diambil maka berarti anda betul2 menopause atau menopause sejati, artinya selain tidak bisa haid lagi tetapi hormon estrogennya juga habis krn kedua indung telurnya/ovariumnya diangkat/diambil.
      Pada kasus/penyakit endometriosis, agar tidak kambuh lagi endometriosisnya maka selain rahimnya diangkat, kedua indung telurnya juga harus diangkat/diambil. Jk keadaan terakhir ini harus ditempuh maka setelah operasi akan diberikan terapi hormon hanya untuk sementara (masa adaptasi) untuk mengurangi keluhan menopause dini.
      Sedangkan untuk pencegahan peny jantung/stroke/penuaan dini dapat dilakukan dgn cara lain seperti olah raga rutin, tidak merokok dan hidup sehat.
      Jadi pertimbangan diangkat juga kedua indung telur/ovariumnya atau tidak lebih ditujukan keadaan penyakitnya, apakah penyakitnya murni miom ataukah ada penyakit lain seperti endometriosis.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  86. Mlm Dr. Relly, sy Ina yg posting Tgl 11 jan kmrn. 1 mggu yll sy kontrol ke dokter yg lain (krn sy menganggap dokter yg pertama Kali menangani sy kurang informatif dlm memberikan penjelasan tentang penyakit sy). Dr hsl usg seminggu yll itu dokter mengatakan slh satu miom sdh keluar Dr rahim& posisinya sdh di mulut rahim jd tggl dikuret saja. Tp mengingat status sy yg msh nona maka hal itu tdk mgkn dilakukan. Yg ingin sy tanyakan apa bisa miom keluar Dr rahim & tggl Di mulut rahim?? Sy jd bingung krn sbnrnya hsl usg Sept 12 kmrn sdh Di jelaskan bahwa ada miom intramural Di mulut rahim & Di corpus bawah posterior. Artinya bahwa sejak pertama Kali diketahui posisinya sdh dimulut rahim. 1 mggu yll sy suntik KB yg ktnya utk mengecilkan miomnya. Kalo sy nantinya hrs menjalani laparoscopy apakah bisa kedua miom sy diangkat sekalian?? Posisi Di corpus bawah posterior itu tepatnya d sblh mana ya dok utk bahasa awamnyaa?? Thx utk jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga mbak Ina...
      Miom itu posisinya bisa saja di bagian manapun dari rahim, bisa di dinding luar, dinding dalam, bagian atas rahim ataupun bagian bawah rahim. Jika posisi rahim berada di bawah, maka artinya bisa aja miomnya di daerah mulut rahim. Sedangkan artinya miom berada di corpus bawah posterioradalah posisi miom tersebut berada di daerah mulut rahim-dibagian belakang/'kolong' rahim.
      Semestinya jk miomnya tidak terlalu besar, meskipun posisinya di bagian bawah dan di belakang rahim, insyallah, masih bisa dilakukan laparoskopi.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  87. Dokter, nama saya Mesra, saya baru pasca operasi miom laparoskopihari sabtu yang lalu (26 Jan 2013), yang ingin saya tanyakan kok sampai hari ini perut dibagian bawah dan pinggang saya masih sakit ya dok, pendarahannya tinggal flek2 saja. kapan saya boleh beraktifitas kembali ? dan kapan boleh berhubungan lagi dengan suami saya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat bu Mesra....
      Biasanya 3-5hari pasca laparoskopi masih terasa sakit terutama pada bagian2 bekas lubang tempat memasukan alat2 laparoskopi ke dalam perut. Rata-rata 1mgg pasca operasi sudah boleh beraktifitas yang ringan-ringan seperti jalan, naik turun tangga, mandi dsb kecuali angkat berat atau menyetir atau naik sepeda motor. Baru setelah 2mgg pasca laparoskopi sudah boleh beraktifitas spt sedia kala, saat sebelum operasi termasuk berhubungan senggama dengan suami.
      Demikian yg dapat saya sampaikan

      Hapus
  88. Dokter, saya pasca operasi laparoskopi miom hari sabtu yang lalu ( 26 Jan 2013 ), yang saya ingin tanyakan sampai kapan sembuh rasa nyeri di pinggang dan dan di peru bagian bawah, pendarahan saya sudah berhenti hanya tinggal flek2 saja. Oh ya dok, kapan saya boleh berhubungan kembali dengan suami saya ? tks

    BalasHapus
  89. Dokter, saya baru pasca operasi laparoskopi miom tgl 26 Jan 2013, tapi sampai hari ini 31 Jan 2013, pinggang dan perut dibagian bawah saya masih teras sakit sampai kapan rasa sakit itu hilang ya dok ? padahal pendarahan tidak ada lagi, hanya flek2 aja. oh ya dok kapan saya boleh berhubungan lagi dengan suami saya ? tks

    BalasHapus
  90. Dok, saya habis operasi histerektomi partial (hanya rahim yg diangkat) krn mioma uteri pd akhir des yg lalu (1 bulan ini). Smp kpn kira2 pemulihannya? jahitan di luar sdh tampak kering &masih diberi salep anti keloid. Yg ingin saya tanyakan bgmn cara tahu jahitan bag dlm sdh kering? krn smp skrg sy msh merasakn nyeri di bag dlm perut &keluar flek kecoklatan, apkh itu normal? aktivitas apa yg tidak boleh dilakukan berkaitan dng pemulihan sy? apakh faktor usia jg ikut menentukn, mengingat usia saya saat ini 35 th. Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu Dewi.....anda dilakukan operasi histerektomi dengan cara laparotomi biasa ataukah dengan cara laparoskopi ?
      Klo histerektomi yg dilakukan pada diri anda dengan cara laparotomi maka penyembuhan nya atau rasa nyeri lebih lama, rata2 bisa 1,5-3 bulan pasca laparotomi baru hilang/berkurang nyerinya. Berbeda jika histerektomi-nya dilakukan dengan cara LAPAROSKOPI maka masa penyembuhan/recovery nya lebih cepat, rata-rata 2mgg pasca operasi histerktomi dgn laparoskopi sudah tidak terasa nyeri lagi atau sdh bisa beraktifitas seperti sebelum laparoskopi.
      Pasca operasi histerektomi partial, masih dalam batas normal jika terjadi flek2/perdarahan sedikit dari vagina.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  91. Saya operasi histerektomi dengan laparotomi, dok krn miom sdh besar (diameter 15cm). Apakah 1 bulan pasca operasi sdh boleh naik motor, naik turun tangga? Kapan sudah bisa diperbolehkan? Aktivitas spt apa yg tidak boleh saya lakukan? terkadang buat berdiri tegak saja dan berjalan, saya masih sedikit kesakitan. Tks jawaban dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik bu Dewi....
      Jika 1 bulan pasca operasi laparotomi pengangkatan rahim, ibu sudah tidak merasa sakit lagi maka silakan / boleh naik motor ataupun naik turun tangga kecuali angkat barang yang berat >10kg maka sebaiknya jangan dulu. Utk angkat yg berat2 baru boleh setelah 3 bulan pasca operasi / laparotomi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  92. Selamat Siang dokter... sy Waty umur 33 taon.. 2 bln lalu sy ada operasi miom dgn laparotomi, posisi miom sy ada di dlm rahim dan 2 saluran telur sy tersumbat, tp pas wkt operasi saluran telur sy di tiup.. stlh 2 bln kemudian sy USG & HSG ..sel telur sdh ok..tp saluran telur sy msh tersumbat jg dokter..yg kiri sama sekali tdk bs jalan/buntu dan yg kanan ada tersumbat dikit di tengah2 saluran telurnya walaupun msh bisa jalan ke sel telur..yang mau sy tanyakan ke dokter :
    1. Apakah saluran telur sy msh bisa ditiup / operasi lg?
    2. saluran telur yg tersumbat atau pelekatan artinya sama gak dok?
    3. kl liat kondisi sy, bs hamil normal kira2 brp persen dok
    4. pasca operasi laparotomi kpn br blh program hamil lg?
    Mohon infonya dokter.. Tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang juga bu Waty.
      1. Jika melihat kronologis cerita anda ttg penymbatan saluran telur, maka jika utk ditiup lagi..hasil percuma krn sulit utk memberakan hasil yg lebih baik dari saat ini.
      2.Seluran telur yg tersumbat berbeda dengan yg dimaksudkan dgn perlekatan. Jika penyumbatan itu terjadi hambatan/blok di dalam rongga saluran tuba. Sedangkan perlekatan itu lebih berarti adanya penempelan yg erat antara beberapa organ tubuh di rongga perut. Bisa saja saluran tubanya tidak buntu tetapi pada bagian luar saluran tubanya didptkan perlekatan atau sebaliknya saluran telurnya buntu tetapi didptkan perlekatan di bagian luar tuba dgn usus / jaringan sekitarnya.
      3. jika pada saat anda dilakukan operasi (laparotomi) , didapatkan pembuntuan pada kedua saluran tuba maka kemunkinannya sangat kecil sekali bhs kedua sal tubanya encel
      4 sekitar 3-4 bulan setelah operasi baru disiapkan untuk operasi selanjutnya.

      Hapus
  93. slmt sore dokter, saya Lusy di jkt, usia 34thn & sedang hamil 36mgu anak ke2.
    sejak hamil anak pertama dirahim saya ada mioma uteri, namun tdk mengganggu kehamilan sampai saat ini.
    Yg ingin saya tanyakan, apakah mungkin pd waktu lahiran nanti (caesar) dpt skalian dilakukan pengangkatan mium? jika bisa, apakah ada efek negatifnya spt pendarahan dll?
    ohya di rmh sakit tempat sy skrng, jika ada 2 tindakan tsb (caesar plus angkat mium) maka akan kena biaya double, bgmana di rs tempat dokter?

    terima kasih sblmnya atas jwbn dokter
    lusy

    BalasHapus
  94. Yth dokter Relly,

    Saya wati dok, yang sudah pernah konsultasi dengan dokter sebelumnya. Tanggal 17 kemarin saya melakukan Lo sekaligus hysteroscopy untuk mengatasi hyperplasia dan pendarahan. Sebagai informasi, saya didiagnosis hyperplasia dan harus menjalani kuret sebanyak 3 kali pada tahun 2008, 2009 dan 2010. Hasil hyperoscopy diketahui adanya polip (lebih dari satu). Hasil Lo menunjukkan adanya adenomyosis. Berdasarkan informasi yang saya dapat, adenomyosis tidak bisa diambil, tapi kata dokter yang melakukan operasi, adenomyosis saya diangkat karena kecil dan bisa. Apa ada adenomyosis yang bisa diangkat dok? Foto2 hasil LO sudah saya terima, tapi ketika saya meminta rekaman videonya, dokternya sepertinya enggan memberikan. Saya melakukan operasi di RSIA Hermina semarang (bisa disensor) dengan Dokter Syarief SPOG (bisa disensor). Terus terang saya agak merasa cemas dengan hasil diagnosis tersebut (adenomyosis). Mohon pencerahannya dok. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear bu Wati...
      Adenomiosis jika kecil <2-3cm masih bisa diangkat/diambil dgn cara laparoskopi tetapi jika ukuran adenomiosisnya besar maka untuk mengambil/mengangkat adenomiosis sulit dengan laparoskopi tetapi terpaksa dengan laparotomi karena batas tepi dari adenomiosis dengan jaringan rahim normal tidak tegas/tidak jelas...batas tepinya tersebut hanya bisa dirasakan dengan tangan, sedangkan dgn laparoskopi operator/dokter kandungan/dokter bedahnya tidak bisa merasakan dengan tangan.
      Untuk memastikan apakah betul adenomiosis atau bukan adalah dengan melihat hasil pemeriksaan histopatologi anatomi (PA) dari jaringan adenomiosis yg diambil tersebut yang dibawa ke lab.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    2. Yth Dr. Relly, saya wati (lagi). Trimakasih banyak atas responnya Dok. Semalam saya juga menemui dokter yang menangani saya dan hasil diskusi tidak jauh beda dengan jawaban dokter. Hasil PA mengindikasikan adenomiosis. Kata dokter yang menangani, besarnya 2 cm. Memang dikatakan kalau adenomisis akan bisa muncul lagi sekitar 2 tahun kedepan pasca pengambilan. Berhubung saya belum pernah hamil, apa saya masih bisa hamil dok? Trimakasih.

      Hapus
    3. Bu Wati...Yth,
      Selama masih ada rahim dan selama masih ada telurnya maka insyallah masih bisa hamil meskipun harus dengan metode bayi tabung.
      Jika saat LO yg lalu, saluran tubanya baik, patent (tidak buntu) maka masih ada harapan bisa hamil secara alami tetapi jika saluran tubanya non patent (buntu) maka harus bayi tabung.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    4. Malam dok, saya wati (lagi) :). Trimakasih banyak atas jawaban Dr. Relly. Hasil LO kemarin menunjukkan kedua tuba patent (alhamdulillah). Mau menanyakan, kapan sebaiknya ya dok saya mulai program hamil? Dan untuk saat ini, program hamil apa yang bisa saya ikuti. Boleh tahu berapa biaya BT di tempat praktek dr Relly? Oh ya, saya lupa menambahkan, hasil LO menunjukkan tuba kanan lengket dengan usus dan tuba kiri lengket dengan dinding rahim, dan dokter syarief sudah memisahkan perlengketan tersebut saat operasi LO dilakukan. Trimakasih banyak atas jawaban dokter.

      Hapus
    5. Melihat kondisi bu Wati....
      Pertama, usia sdh 37 th.
      Kedua, sudah menikah 8th
      Ketiga, kedua tuba ada perlekatan (kemungkinan besar kedua tuba tersebut sudah 'tidak kompeten' lg melakukan tugasnya sbg 'penangkap' sel telur/oosit shg sulit bisa hamil secara normal.
      Maka saya lebih menganjurkan anda untuk mengikuti program Bayi Tabung (BT).
      BT bisa dilakukan setelah 3 bulan pasca LO. Biaya utk proses BT di tempat saya (Klinik Fertilitas-Graha Amerta) untuk usia wanita antara 35-40th kisaran biayanya sekitar 50-60 jutaan.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    6. Selamat malam dok, saya Wati. Boleh minta alamat email dokter? Atau kontak yang bisa dihubungi. Trimakasih.

      Hapus
  95. Malam dok saya yani umur 32 taun sudah 4 tahun menikah dan belum punya anak. Minggu lalu ada flek dan langsung pap smear ditemukan polip di uterus dan langsung dibuang oleh dokter yang memeriksa. Saya pernah baca kalau polip bisa tumbuh kembali. Yang ingin saya tanyakan berapa lama jangka waktu tumbuhnya?apakah mungkin bisa dalam waktu seminggu tumbuh lagi? tks sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Polip kemungkinan bisa saja tumbuh lagi...namun tuk berapa lama bisa muncul / tumbuh lagi....sangat tergantung pada stimulasi/rangsangan dari luar tubuh spt obat2an hormon pada obat penyubur bisa memicu tumbuhnya polip lagi

      Hapus
  96. Ass Wr Wb,Dok, saya Ria 41 tahun,,menikah di bulan des 2011 dan 5 bulan kemudian saya hamil namun diusia 4 bulan kehamilan bayi meninggal dlm kandungan, awal kehamilan miom berukuran 7 cm, dan membesar pasa saat hamil dengan ukuran 15 cm, saya tidak mengalami keluhahan rasa sakit dan saat haid lancar saja. Rencananya mau operasi. pertanyaan saya apakah dengan ukuran miom yang sebesar ini kemungkinan Histerektomi atau tidak, jujur saya pengen punya anak, soal saya belum dikaruniai anak. trimaksih dok atas jawabannya wassalam, Ria Bandung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam....
      Bu Ria, jika anda masih mengharapkan kehamilan maka anda tidak perlu dilakukan histerektomi, cukup hanya dilakukan miomektomi (pengambilan miom) saja. Meskipun risiko kemungkinan tumbuh lagi tetap ada jika tidak dilakukan histerektomi atau dengan kata lain jika rahim anda tetap dipertahankan.
      Demikian yg dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  97. Dok, setelah operasi histerektomi partial, bgmn cara membedakan klo sdh betul2 menopause? mengingat stlh histerektomi adalah menopause semu. Apkh ada tanda2nya? usia saya saat ini hampir 36th. Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Bu Dewi....
      Memang betul jika dilakukan histerektomi total atau partial maka anda tidak bisa haid lagi (haid semu selama indung telur/ovarium tidak ikut diangkat, satu/kedua indung telur masih ditinggal) atau dengan kata lain anda terjadi menopause semu.
      Keadaan tersebut, untuk mengetahui sudah menopause atau tidak dapat diketahui dengan melalui keluhan spt keluhan daerah muka terasa panas ('hot flushes') meskipun diruang ber-AC, kemudian vagina terasa kering dan perih saat bersenggama, serta kulit terasa kering kadang2 saat kencing terasa sakit/perih terutama setelah selesai senggama. Keadaan ini disebut dengan gejala menopause ('menopause syndrome'). Untuk pastinya dilakukan pemeriksaan kadar hormon-hormon spt E2 (estradiol) dan FSH. Jika kadar E2 nya rendah (<50pg/ml) dan FSH nya tinggi (>40UI/L) maka keadaan ini sudah dikatakan menopause.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  98. Selamat malam Dok!
    Saya Mega,Dok mohon sarannya, Ibu saya baru saja operasi Miom,sekarang sudah dibawa pulang ke rumah, pasca operasi perut ibu saya kok tampak membesar,jika ditekan sebenarnya tidak keras.Keluhan ibu hanya merasakan badan lemas. Ibu makannya sulit dan juga sangat sedikit.Buang air besarnya juga cair seperti diare.Apa yang harus saya lakukan Dok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam juga mbak Mega.....
      Apakah ibu anda dilakukan laparoskopi atau laparotomi untuk mengambil miomnya ? jika miom nya diambil dgn dilakukan laparoskopi, maka memang perutnya akan tampak membesar karena pada saat dilakukan laparoskopi perutnya dipompa untuk memasukan gas CO2 agar lapang/daerah operasinya lebih luas....sehingga lebih mudah melakukan pengambilan miom, kista atau operasi2 pengangkatan lainnya per laparoskopi. Perut yg membesar ini akan kembali ke keadaan semula (spt sblm operasi) dalam tempo 1-2mgg pasca laparoskopi.
      Kadang2 pasca operasi laparoskopi ulu hatinya perih dan BABnya cair...untuk mengatasinya dapat diberikan obat antacida....jk tidak berubah silakan hubungi dokter yang melakukan operasi ibu anda.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  99. Selamat siang dokter,
    saya Ana ,umur 42 thn, sudah punya anak 2, maret kmrn saya terlambat bulan ternyata sy + dan ada miom dirahim saya sebesar 4cm, dokter anjurkan terusin kehamilan dan miomnya diangkat saat melahirkan nanti, ttp kehamilan sy tdk kuat, sy keguguran dan di kurate,seminggu stlh itu saya kontrol lg trnyata miom sdh 7 cm , cpt sekali ya dok membesarnya? dan dokter anjurkan di operasi saja sebulan yg akan dtg sambil menunggu kondisi sy pulih.
    saya masih pikir2, jk rahim saya diangkat apkh tdk berpengaruh pd tubuh saya yg menoupuse dini, pengaruh sex dll, jika cm miomnya saja yg diangkat kemungkinan bs timbul lg, smntr sy jg sdh tdk ingin hamil lg, ckp dgn anak yg ada.
    satu lagi pertanyaan saya dokter, lebih bagus mana , operasi angkat miom d rahim lwt perut atau lewat vagina ? dan pemulihannya cepat yg mana? biayanya kira2 brp yg operasi lwt vagina? mohon di jawab dok, mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang juga bu Ana....
      Sebenarnya kalau saya menyarankan lebih baik diangkat aja rahim jika ibu tidak ingin hamil lagi, sehingga kemungkinan kambuh lagi miomnya tidak ada lagi.
      Memang jika rahim ibu diangkat belum tentu ibu menopause sejati selama indung telur (ovarium) yang menghasilkan hormon estrogen & progesteron masih tetap ada (tidak diangkat bersama rahim)..artinya jika rahimnya diangkat tetapi indung telurnya tetap ada/tidak angkat ibut akan terjadi menopause 'semu' karena ibu tidak bisa haid lagi (krn rahimnya diangkat) tetapi hormon estrogen & progesteron ibu masih tetap ada, sehingga jk hormonnya masih ada tidak mempengaruhi fungsi seksual, kekencangan kulit ibu dan lubrikasi vagina ibu.
      Jika diangkat rahimnya atau diangkat miomnya maka lebih baik dilakukan operasi laparoskopi dibandingkan laparotomi karena penyembuhan laparoskopi lebih cepat drpd laparotomi. Biaya laparoskopi mmg lebih mahal daripada laparotomi, perbedaan nya sekitar 7-10 juta lebih mahal laparoskopi drpd laparotomi.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  100. Pagi dokter,

    Saya dulu memiliki miom dan +/- 1 bulan lalu diangkat berikut rahim dan indung telurnya, otomatis saya tidak bisa hamil lagi (usia saya 35th dan telah memiliki 1 anak), pasca operasi itu +/- 1 bulan dari sekarang payudara saya kencang dan sakit seperti kalau mau datang mens..apa yang mesti saya lakukan..
    Demikian saya sampaikan. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga bu Indri....
      Apakah waktu angkat miom beserta rahimnya (histerektomi) dulu, kedua indung telur (ovarium)nya diangkat semua atau salah satu aja yang diangkat indung telurnya ?
      Jika yg diangkat indung telurnya cuma salah satu saja berarti indung telurnya satunya masih ditinggal di perut ibu. Artinya jk indung telurnya ibu masih ada (meskipun cuma tinggal satu biji indung telur yg ditinggal) maka wajar setiap bulan ibu akan terasa payudaranya kencang dan sakit (spt org mau mens) karena hormon estrogen & progesteronnya masih cukup tinggi di dlm diri ibu. Sehingga timbul keluhan2 spt org mau menst, ttp karena sudah tidak ada rahim lagi keluhan2 tsb tidak diiringi dgn menstruasi spt biasanya.
      Yg harus ibu lakukan adalah minum obat antinyeri saja jika payudaranya sakit sekali.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
      Tks

      Hapus
  101. selamat pagi dok..
    saya Rizal,saya baru menikah 3 tahun.,saat menikah istri saya berusia 30 tahun dan sampai saat ini saya belum memiliki anak..2 bulan yang lalu istri saya di diagnosis memiliki mioma uteri dan harus dilakukan Histerektomi
    yang saya tanyakan adakah hubungan mioma uteri pada istri saya ini dengan menikah di usia 30 tahun tsb??
    terimakasih dokter..salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga pak Rizal...
      Dengan ini saya nyatakan tidak ada hubungan mioma uteri dengan usia seorang wanita saat menikah. Menikah umur berapapun seorang wanita jika tidak ada miom maka tidak ditemukan miom pada diri wanita tersebut.
      Cuma yang jadi pertanyaan saya, kenapa miom isteri anda harus dilakukan histerektomi (angkat kandungan) padahal, usia isteri anda masih dibawah 35 tahun dan masih belum punya anak. Seyogya rahim isteri anda masih bisa dipertahankan dan hanya miom-nya aja yang diangkat/diambil.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  102. Selamat Siang Dok,

    Dok, saya baru saja melakukan operasi pengangkatan Miom pada 2 Mei 2013. Tapi ada keluhan dok, ketika saya BAB itu kok sakit sekali ya...padahal maaf (feses)nya lunak..tp pd saat mengeluarkan sakit sekali. Saya blm kontrol k dokter yg melakukan operasi. Menurut dokter Relly bagaimana sebaiknya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat siang juga ibu (maaf, namanya tidak tercantum di postingan anda)......
      Operasi pengangkatan miom ibu dilakukan dengan laparoskopi atau laparotomi (spt orang operasi sesar dgn irisan besar/lebar diperutnya) ?
      Ada kemungkinan ada perlengketan pada daerah rahim/miom ibu sehingga saat pengangkatan miomnya masih terjadi luka2 di dalam perut ibu terutam di daerah sekitar usus besar ibu. Sebaiknya ibu kontrol dan tanyakan kepada dokter yang mengoperasi ibu.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  103. Selamat sore dokter relly.. sy sari 35 sdh nikah 10 thn, sy memiliki myom uteri ukuran 2,5 x 2,3 cm. bulan okt 12 sy lo untuk pengangkatan myom, mnrt dr yg mengoperasi lo bilang itu bukan myom tapi pelengketan usus krn endometriosis. Hasil lo : kista coklat bersih stlh dibakar, tuba lancar, indung telur bgs. Akhirnya saya disuruh hamil scr alami. Namun stl cek 1 bln berikutnya usg di 3 rumah sakit. Ternyata myomnya masih ada dan muncul adenomyosis
    Mnrt dokter mana yg lbh akurat, usg atau lo? Mengapa bisa terjadi perbedaan? Mengapa bs muncul ademyosis krn sebelum lo tdk ada
    Terima kasih dokter...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat sore juga bu Sari....
      Memang untuk membedakan miom dengan adenomiosis tidak mudah....dan penangannya keduanya berbeda sama sekali.
      Untuk membedakan keduanya sering kali diperlukan pemeriksaan MRI sebelum operasi dilakukan.
      Karena jk itu miom maka akan mudah dilakukan pengangkatan miomnya saja dengan laparoskopi, tetapi jika adenomiosis maka sulit bahkan tidak bisa dilakukan laparoskopi utk mengankat miom harus dilakukan laparotomi.
      Bisa saja saat sebelum dilakukan LO, dokternya mengira itu miom padahal adenomiosis sehingga saat dilakukan LO yang diperkirakan (sebelum operasi) adalah miom ternyata adenomiosis. sehingga saat LO adenomiosis tak bisa dilakukan apa2 oleh dokternya.
      Menurut saya yang lebih akurat adalah pemeriksaan MRI daripada USG untuk mengetahui apakah ini miom biasa ataukah adenomiosis.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  104. Selamat sore dr.Relly, sy Deasy umur 36thn, saya mengidap penyakit miom yg ukurannya sdh sebesar 14cm, keluhan saya waktu itu pd saat haid terasa amat nyeri sakitnya hingga ke panggul, sering BAK dan susah BAB, pertama kali sy periksa ke dokter kandungan awal bln juni thn 2012 dan hasil USG miom sy sdh sebesar 10cm, dokter menyarankan sy agar segera di operasi, waktu itu sy benar2 merasa ketakutan apalagi operasi dikandungan dan kata dokter kemungkinan rahim di angkat, sy sudah berobat alternatif dgn minum obat2 herbal dan melukakan pemijatan, kemudian saya melakukan pemeriksaan kembali dgn dokter yg berbeda tgl 10 Mei 2013, ketika di USG hasilnya sangat mengejutkan sy, miom sy malah bertambah besar 4cm jadi 14cm besarnya sekarang, dokter menyarankan hal yg sama segera lakukan operasi dan kandungan akan diangkat krn sdh membesar, kalau kandungan sy diangkat harapan sy utk punya anak akan kandas dok, padahal sy berencana utk menikah dan segera punya anak, yg ingin sy tanyakan apakah dgn operasi laparoskopi miomektomi dgn kondisi sy sekarang dpt dilakukan dok?apakah setelah operasi tsb kemungkinan utk punya anak dpt berhasil dok?kalau boleh tahu berapa biaya utk operasinya? terima kasih atas bantuan dan perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat sore juga Mbak Deasy....
      Memang miom sebesar itu (>10cm) sebaiknya dilakukan operasi, apalagi jika anda masih belum punya anak/belum menikah karena jika miom sebesar itu sulit sekali untuk bisa hamil.
      Sebelum memutuskan apakah miom tsb bisa dilaparoskopi atau tidak maka sebelumnya dilakukan pemeriksaan MRI terlebih dahulu sebelum operasi. Jika hasil MRInya (sangat tergantung dokter radiologi yg melakukan MRI) menunjukan suatu miom biasa (bukan miom 'luar biasa' / disebut pula dgn 'ADENOMIOSIS') maka meskipun miomnya berukuran 14 cm, insyallah masih bisa dilakukan laparoskopi....TETAPI jika hasil MRI-nya menunjukan suatu ADENOMIOSIS maka untuk mengangkat adnomiosisnya harus dilakukan laparotomi (tetap tidak mengangkat rahimnya), sehingga ibu tetap bisa dipertahankan rahimnya.
      Sedangkan untuk menjawab pertanyaan apakah masih bisa hamil setelah operasi miom ? prinsipnya selama masih ada rahim, selama ada telur dan selama ada sperma serta selama saluran tubanya baik maka insyallah bisa hamil setelah dilakukan operasi.
      Biaya untuk operasi miom sebesar >10cm dgn laparoskopi berkisar antara 20-25juta (total tmsk biaya kamar/obat2an/dokter) untuk kamar kelas.3....tetapi sekali lagi tiap RS nya berbeda2 biaya tindakan laproskopi tsb.
      Demikian yg dapat saya sampaikan... Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  105. Selamat pagi dok sy Deasy, terima kasih byk atas penjelasannya yg begitu jelas, sy skr msh bekerja di daerah Kupang - NTT, sy ingin bertemu tatap muka dgn dr. Relly, apakah sy hrs buat janji dulu kpn sy bisa bertemu dokter mengingat, jadwal dokter sangat padat?terus terang dok dulu sy sangat ketakutan sekali ketika mendengar kata operasi apalagi sampai hrs diangkat kandungannya tp ketika sy msk ke blog dokter pengetahuan sy mengenai penyakit miom dan cara penanganannya semakin paham, oh ya dok sy boleh tahu biaya utk MRI berapa ya dok dan di RS mana yg baik utk melakukan MRI dan biayanya terjangkau di Surabaya? sy cuma karyawan kecil dok, tdk punya tunjangan kesehatan askes, jamsostek atau asuransi,terima kasih byk atas bantuan dan perhatiannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga mbak Deasy.....
      Klo mau ketemu saya bisa di atas tanggal 2 Juni 2013 bu. Sy bisa ditemu di Poli RS Darmo Surabaya, Selasa, Kamis (jam 16-18.00) dan Sabtu (jam 09-11).
      Untuk biaya MRI di Surabaya berkisar 3 jutaan bu dan saya menyarankan, MRInya nanti aja setelah ketemu/saya periksa bu.
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  106. selamat siang dok, sy deasy terima kasih byk atas penjelasan dan waktu yg disediakan utk sy dok, sy memang berencana utk ke surabaya sekitar bln juni, insya allah kita dpt bertatap muka dok, sy jg ingin memeriksakan miom sy lbh detail lg. Ok dok sampai nanti kita ketem di surabaya, terima kasih atas bantuan dan perhatiannya.

    BalasHapus
  107. Assamualikum wr. wb

    Selamat pagi dok, perkenalkan saya Nina umur saya 46 tahun dr Bandung. sy punya miom (menurut pemeriksaan terakhir miom nya 6 cm) miom itu ada sebelum mempunyai anak sekarang saya pakai IUD yang 8 tahun, dari mei 2012 haid kadang lama 13 hr tapi itupun tidak berlangsung tiap bulan, 11 April 2013 sampai 22 April hanya bercak,setelah minum cylcoprogynova haid normal. Tgl 14 Mei haid lagi dan sekarang tinggal sedikit, yang saya mau tanyakan,
    1. pendarahan lama karena miom atau IUD terlalu lama.
    2. waktu kontrol tgl 5 Mei 2013, dokter menyarankan harus mengangkat rahim
    Mohon penjelasan Dokter penyakit apa sebenarnya saya secara tiba2 dokter menyarankan untuk operasi?
    Terima kasih atas bantuan,penjelasan dan perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi juga bu Nina di Bandung......
      Miiom adalah tumor jinak di dinding rahim seorang wanita. Karena sifatnya jinak, miom ini tidak seperti tumor ganas/kanker lainnya yang bisa menyebar jauh ke organ lain seperti liver/tulang/otak/payudara dsb.
      Miom ini hanya terlokalisir di rahim saja (bukan di indung telur).
      Meskipun jinak, miom ini punya kemampuan untuk membesar dan jika membesar bisa menimbulkan perdarahan2 diluar haid atau haidnya bergumpal2 dan lama spt yang dialami ibu skrg. Sehingga jika perdarahannya banyak/bergumpal2 dan lama maka bisa membahayakan diri ibu karena ibu bisa kekurangan darah atau anemia, makanya jika ada pasien dgn miom terjadi perdarahan per vag maka sebaiknya harus dioperasi. Operasinya bisa hanya miomnya saja yg diangkat (dgn risiko bisa kambuh lagi) atau sekalian dengan rahimnya (histerektomi/risiko tumbuh lagi sdh tidak ada lagi)
      Dilain pihak, IUD sendiri bisa juga menyebabkan gangguan haid. Pada dr ibu, untuk membedakan apakah ini perdarahan karena miom atau IUD....sebaiknya IUDnya dilepas aja dan dilihat, apakah stlh lepas IUD masih perdarahan/tidak ? JIka setelah dilepas IUD masih ada perdarahan berarti sumber perdarahannya dari miomnya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  108. Rini - Bandung
    Dok, mau nanya : kakak saya kena miom sekitar 12cm. Dan dokter menyarankan untuk dioperasi (diangkat). Usianya sekitar 39 tahun dan belum pernah hamil. Yang mau menjadi pertanyaan saya : waktu operasi sebaiknya berapa lama setelah/ sebelum haid? kalau 1 minggu setelah haid, apakah oke? makasih dokter sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada prinsipnya operasi miom tidak pas sedang haid. Jadi bisa saja operasinya setelah bersih haid, pertengahan haid atau saat mau haid.
      Tetapi saya sendiri lebih menganjurkan operasi miom setelah bersih haid. Jika kakak anda operasinya 1mgg setelah haid juga oke kok.....!!!
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  109. Rini - Bandung.
    Terima kasih untuk jawabannya dokter.Saya jadi teringat satu pertanyaan lagi.Setahu saya kalau haid kan banyak mengeluarkan darah. Sementara operasi juga banyak keluar darah. Jadi seminggu setelah bersih haid sudah oke dari sisi pemulihan darah?

    BalasHapus
  110. Dok, mau bertanya : saya seorang ibu usia 42 thn, putra 1 usia 12 th, 1 mg yg lalu sy usg vagina dan hslnya ada miom 7 cm dan kista kecil2 tp gk bahaya kt dokter Obsgyn sy, menurut dokter apakah miom itu hrs sgr diambil walaupun Alhamdulliah sy gk ada keluhan sm sekali sejauh ini ? dan apakah sy msh bs hami lg y dok kl miomnya sdh diambil mengingat usia sdh diatas 40, dan apa miom dhn ukuran 7 cm bs diangkat dengan cara laparoskopy? mengingat sy seorang wanita karir, terimakasih dok
    Ita-Bogor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear ibu Ita di Bogor....
      Jk membaca posting ibu, uk miom yg 7 cm sudah termasuk besar bu memang sebaiknya harus diambil. Miom ukuran tersebut masih bisa kita lakukan dgn cara laparoskopi bu...jd ibu nggak usah khawatir.
      Cuma untuk kemungkinan untuk hamil maka saya nggak bisa memberi jaminan bisa hamil jk miom nya telah diambil karena mengingat usia ibu sudah 40th dimana usia segitu cadangan telur seorang wanita sudah jauh tinggal sedikit sehingga untuk bisa hamil juga sulit meskipun dgn melalui proses bayi tabung.
      Demikian yg dapat sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  111. Dear Dr Relly, Ibu saya berusia 59 tahun didiagnosis menderita mioum berukuran 18cm, akhirnya pada tanggal 28 mei 2013 ibu saya melakukan operasi pengakatan mium. pada saat operasi menurut keterangan dokter miumnya sudah pecah di dalam dan mengenai/menempel pada usus sehingga dilakukan operasi untuk pengakatan mium di ususnya. setelah operasi selesai dokter mengambil mium tersebut dan dari hasil lab diberitakan bahwa ibu saya mendeita sakit kanker kandungan stadium 4. saat ini Ibu saya masih di RS di perutnya diberi seperti selang yang mengeluarkan kotoran dari perutnya, ibu saya tidak nafsu makan sehingga di kanan dan kiri tangan ibu saya diberi infus. menurut keterangan dokter kankernya telah menyebar ke usus. namun saya masih belum bisa percaya 100% karena bulan lalu ibu saya masih terlihat segar bugar masih berpergian ke luar kota dengan kereta masih mampu... mohon masukan dari dokter relly mengenai penyakit ibu saya ini, dan apa yang harus saya lakukan ? terima kasih sebelumnya saya ucapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear...ibu/bapak yang di'sana' (maaf tidak ada namanya)
      Membaca postingan anda, dapat saya simpulkan bahwa ibu anda sudah bukan menderita miom lagi namanya tetapi ibu anda sudah menderita Tumor Ganas Rahim (atau Kanker Rahim) dimana kanker ini jika sudah menyebar ke ususnya maka prognosa/masa depan penyakitnya tidak begitu bagus bagi pasien yang menderita ini.
      Memang bisa saja sebelum operasi penyebaran kanker ke ususnya belum sampai menyebabkan obstruksi/pembuntuan total pada ususnya....tetapi cepat atau lambat kanker ini lama2 akan membuntu usus ibu anda....kalau sudah sampai membuntu usus ibu anda maka akan lebih buruk lagi prognosa penyakit ibu anda.
      Sehingga menurut saya, serahkan kepercayaan sepenuhnya kepada dokter yang menangani ibu anda agar bisa melalui masa2 sulit ini. Stadium kanker yang dialami ibu anda sudah termasuk stadium lanjut (karena sudah menyebar ke usus).
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  112. Saya Nur Dokter Relly.. terima kasih atas penjelasannya.. Saya masih bingung dengan perubahan diagnosis yang tiba2 tersebut..Dok masih memungkinkan kan untuk Ibu saya dapat normal kembali.. biaya di RS sudah sangat besar sekali..saya dapat info bahwa dapat dicoba alternatif herbal dengan Keladi tikus & daun sirsak untuk melawan/menghambat pertumbuhan kanker...terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. O iya bu Nur......
      Memang bisa saja terjadi perubahan diagnosa sebelum dan sesudah operasi....karena diagnosa akhir atau diagnosa pasti adalah diagnosa yang ditemukan saat pembedahan atau dengan kata lain diagnosa akhir (setelah pembedahan) merupakan diagnosa yang paling bisa dipercaya karena saat pembedahaan seorang dokter bisa melihat dengan mata telanjang, sedangkan sebelum pembedahan diagnosa hanya mengandalkan alat bantu penunjang diagnosa seperti USG/CT Scan/MRI yang notabene akurasinya tidak 100% benar.
      Jika sudah didiagnosaa kanker rahim stadium lanjut maka kemungkinan untuk bisa sembuh atau kembali normal amat sangat kecil. Boleh-boleh saja melakukan terapi alternatif dengan herbal tetapi menurut pengalaman saya, tidak memberikan hasil yang signifikan bermakna.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Tks

      Hapus
  113. Sy tita. Dok mau tanya. Sy di diagnosa penyakit endometriosis 2, 8 cm. Kata dokter harus di operasi. Karna sy belom hamil selama menikah 2, 5 thn. Apa sy harus cpt di operasi dok biar bisahamil? Terima kasih dok...

    BalasHapus
  114. Sy tita. Dok mau tanya. Sy di diagnosa penyakit endometriosis 2, 8 cm. Kata dokter harus di operasi. Karna sy belom hamil selama menikah 2, 5 thn. Apa sy harus cpt di operasi dok biar bisahamil? Terima kasih dok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal bu Tita....
      Tergantung usia ibu dan lamanya ibu menikah, jika usia ibu Tita diatas 30 tahun dan sudah menikah lebih dari 3 tahun maka saran saya lebih baik dilakukan laparoskopi untuk melihat kondisi saluran tuba/saluran telur ibu apakah buntu atau tidak. Sehingga bisa menentukan apakah ibu bisa hamil secara normal ataukah hamil dgn teknologi reproduksi berbantu spt bayi tabung.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
    2. siang dok... saya lina menikah 2,5 taon dok suami 32 saya 28, dok saya dah pernah hsg tuba non paten 2 nya dan kana hidrosalping ada miom sub mukosa, dok saya mau LO, bagusny dimana ya dok, sekalian buang mom nya juga, Saya domisili di luar kota dan berkerja dok jadi agak susah atur waktu, rencana Oktober saya ke Surabaya? di RS mana dok saya bisa konsultasi? trim's

      Hapus
    3. Selamat siang juga bu Lina...
      Jika ibu ada mioma submukosa dan ada hidrosalpingnya maka sebaiknya dilakukan laparoskopi untuk mengangkat miom submukusnya dan evaluasi tubanya apakah mmg betul ada hidrosalping atau tidak.
      Jika di Sby ibu bisa melakukan laparoskopi di RS Graha Amerta, RS Darmo Surabaya dan RS Bedah Surabaya.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  115. selamat sore, Dokter
    sy widya di sidoarjo,sdh menikah,mempunyai 1 anak. Hari jumat tgl 21 juni kemarin saya di diagnosa terkena miom berukuran -/+ 3cm dg USG d perut dan ada sariawan di vagina saya yg menyebabkan ada flek darah setelah berhubungan intim. Akhirnya dokter menyarankan sy utk secepatnya melakukan operasi krn kata dokter itu satu2nya cara dan operasi pembersihan sariawan+moim dilakukan melalui vagina dgn biaya 13,6jt (tdk trmasuk kamar,obat2an). Jujur saat itu sy takut dok, akhirnya sy dg suami memutuskan mencari RS yg menyediakan operasi paketan yg otomatis sy hrs periksa lg k dokter yg bersangkutan dg RS trsbt dan hasil diagnosa dokter yg skrg malah sy tdk ada miom, yg ada hnya sariawan d vagina dan sy di beri obat ALBOTHYL OVULA, jika msh ada flek br dilakukan tindakan pengikisan sariawan trsebut. Yg sy tanyakan dok :
    1. Pd umumnya ukuran brp miom bs diketahui tanpa adanya gejala2?
    2. Apakah dg USG sdh ckp akurat utk mendiagnosa ada/tdknya miom dok?
    Jujur sbg org awam sy bingung dg diagnosa yg berbeda dg pemeriksaan yg sama yg dilakukan 2 dokter spesialis. Atas jwbn dokter sy sangat brterimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat sore bu Widya...
      Mioma uteri sudah bisa dideteksi walaupun ukurannya kecil skitar 1 cm, atau walaupun ibu tidak ada keluhan.....ASALKAN USG nya trans-vagina...bukan USG dari perut.
      Nah, saya takutnya ada perbedaan cara USG yang dilakukan oleh 2 orang tsb terhadap ibu. Jika dokter 1 (USGnya trans vagina) maka miomnya akan terdeteksi tetapi jika dokter 2 (USGnya lewat perut) maka miom kecil tidak akan terdeteksi/terlihat.
      Sekali lagi USG transvagina sangat akurat untuk mendeteksi adanya miom meskipun ukurannya kecil
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus
  116. Selamat sore dr.Relly
    Saya Dian umur 35 th, sdh punya anak satu
    nyeri sekali pada waktu haid dan sering buang air kecil tapi sedikit
    setelah di usg saya di diagnosa mempunyai miom sebesar 7 cm
    dan dokter menyarankan untuk operasi pengangkatan miom nya saja tapi seblumnya di kuret dulu untuk diambil sample menentukan ganas atau tidak nya.
    saya bingung dan untuk itu saya mo bertanya sama dr.Relly
    Apa perlu dikuret dulu karena miom yg sy denger cenderung jinak
    dan kalau dikuret berapa lama lagi menunngu untuk tidak lanjut operasi pengangkatan miom nya
    Terima kasih dok smoga Tuhan memberkati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat sore juga bu Dian.....
      Memang betul miom itu adalah tumor jinak, kemungkinan miom itu ganas (bukan jinak) kecil sekali probalitasnya, namanya fibrosarkoma....dan untuk memastikan ini mioma jinak atau fibrosarkoma harus diangkat dulu tumor tersebut baru diperiksakan ke lab untuk diperiksa histopatologi untuk memastikan jinak atau ganas.
      Sedangkan jika kuret dulu sebelum operasi itu adalah untuk menyingkirkan kemungkinan kanker lain yang disebut kanker endometrium.
      Saya pribadi akan melakukan kuret terlebih dahulu sebelum operasi jika pasien tersebut punya risiko terjadinya kanker endometrium. Pasien2 yg punya risiko tjdnya kanker endometrium jika tjd perdarahan+ada penyakit Diabetes Melitus atau Hipertensi baru saya lakukan kuret dulu sebelum operasi. Tetapi jika tidak ada risiko terjadinya kanker endometrium maka tidak perlu dilakukan kuret terlebih dahulu sebelum pengangkatan miom.
      Demikian yg dapat saya sampaikan. Tks

      Hapus